Pengertian dan definisi pupuk kimia ( Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pupuk Kimia )

Pupuk adalah bahan yang mengandung suatu unsur hara yang berguna untuk merangsang pertumbuhan tanaman.Tanaman sangat membutuhkan beberapa unsur hara diantaranya adalah C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, dan lain sebagainya, namun belum tentu unsur hara tersebut dapat tercukupi oleh tanaman yang diserap melalui tanah.Oleh karena itu pemberian pupuk sangat diperlukan untuk tanaman, agar unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dapat terpenuhi dengan cukup.Sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, bagi dunia pertanian, pupuk sangat diperlukan untuk menambah nutrisi tanaman.

Ada beberapa manfaat dari pupuk bagi pertanian yaitu sebagai berikut ini :
  1. Mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan tanaman
  2. Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman
  3. Meningkatkan kesuburan tanaman
  4. Merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun pada tanaman
  5. Dengan pemberian pupuk, maka unsur hara yang ada di dalam tanah akan seimbang.
Penggunaan pupuk pada tanaman harus sangat diperhatikan oleh petani yaitu teknik dan cara pemupukannya karena jika pemupukan dilakukan secara asal dikawatirkan dapat berakibat tanaman menjadi rusak.Metode dan teknik pemupukan sangat bervariasi tergantung jenis tanamannya itu sendiri misalnya metode pemupukan melalui akar, memupuk dengan cara menyemprotkan daun tanaman, dan lain sebagainya.Berdasarkan jenisnya, pupuk dibagi menjadi dua yaitu pupuk organic dan pupuk anorganik.Pupuk anorganik merupakan pupuk kimia yang terbuat dari bahan-bahan kimia sedangkan pupuk organic merupakan pupuk hayati yang terbuat dari bahan-bahan alami misalnya sisa-sisa pertanian, kotoran hewan, pupuk hijau dan lain sebagainya. 

 Baca Juga:

Cara Budidaya Pohon Zaitun secara Baik Dijamin Berhasil



Pemilihan jenis pupuk, apakah pupuk organic atau pupuk anorganik tergantung oleh kebutuhan tanaman itu sendiri dan pilihan dari petani yang bersangkutan.Berdasarkan kandungan unsur-unsurnya, pupuk anorganik atau pupuk kimia dibagi atas beberapa macam yaitu sebagai berikut ini : 

Pupuk tunggal
Pupuk tunggal merupakan pupuk yang bermanfaat untuk tanaman yang hanya mengandung satu jenis unsur hara yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanaman, misalnya adalah pupuk nitrogen, pupuk Fosforus (F) dan pupuk Kalium (K).Ada beberapa fungsi dari pupuk nitrogen yaitu mempercepat pertumbuhan tanaman, menambah tinggi tanaman, memperbaiki kualitas tanaman dan lain sebagainya.Pupuk nitrogen terbagi lagi menjadi beberapa macam yaitu pupuk urea yang kandungan nitrogennyasebanyak 47%, pupuk Zwavel Ammonium (ZA) yang mengandung 21% Nitrogen, pupuk salmiak yang mengandung 20% nitrogen, pupuk natrium nitrat yang kandungan nitrogennya sebanyak 15%.

Pupuk Fosforus sangat berguna untuk proses respirasi , fotosintesis pada tanaman, dan pembentukan bibit pada tanaman.Unsur fosfor yang dibutuhkan oleh tanaman lebih sedikit ketimbang unsur nitrogen yang dibutuhkan oleh tanaman. Ada beberapa macam pupuk Fosforus yaitu pupuk superfosfat, pupuk FMP, pupuk alumunium fosfat dan pupuk besi (III) fosfat.Pupuk kalium memiliki beberapa fungsi untuk tanaman yaitu mempercepat metabolisme unsur nitrogen pada tanaman, membuat bunga dan buah pada tanaman tidak mudah rontok dan lain sebagainya. Ada beberapa jenis pupuk kalium yaitu pupuk kalium klorida, Pupuk ZK.

Pupuk Majemuk

Pupuk majemuk adalah pupuk yang kandungannya terdiri dari lebih dari satu unsur hara  yang berguna untuk kesuburan tanah. Contoh pupuk majemuk diantaranya lain adalah pupuk NP, NK, NPK.Jenis pupuk majemuk yang paling banyak digunakan oleh petani adalah pupuk NPK. Pupuk NPK mengandung NH4NO3, NH4H2PO4 dan KCL.Penggunaan pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis tanaman itu sendiri.

Pupuk Kimia

Seperti namanya pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan. Pupuk kimia bisa dibedakan menjadi pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap. Pupuk kimia yang sering digunakan antara lain Urea dan ZA untuk hara N; pupuk TSP, DSP, dan SP-26 untuk hara P, Kcl atau MOP untuk hara K. Sedangkan pupuk majemuk biasanya dibuat dengan mencampurkan pupuk-pupuk tunggal. Komposisi haranya bermacam-macam, tergantung produsen dan komoditasnya.

Pupuk Organik

Kompos
Kompos, pupuk organik yang murah dan mudah dibuat.
Pupuk organik seperti namanya pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Beberapa orang juga mengkelompokkan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu (yang kaya K) ke dalam golongan pupuk organik. Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.

Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Namun, kandungan hara tersebut rendah. Berdasarkan pengalaman saya, tidak ada pupuk organik yang memiliki kandungan hara tinggi atau menyamai pupuk kimia.
Orang sering kali menghitung kebutuhan pupuk organik berdasarkan kandungan haranya saja. Kandungan hara pupuk organik disetarakan dengan kandungan hara dari pupuk kimia yang biasa digunakan. Akibatnya kebutuhan pupuk organik jadi berlipat-lipat dibandingkan dengan dosis pupuk kimia. Sebagai contoh kompos dengan kandungan sebagai berikut: 2.79 % N, 0.52 % P2O5, 2.29 % K2O. Maka dalam 1000 kg (1 ton) kompos akan setara dengan 62 kg Urea, 14.44 kg SP 36, dan 38.17 kg MOP. Cara menghitungnya sebagai berikut:

Hara N =
(%N Kompos x 1000 kg)/%N Urea = (2.79% x 1000 kg)/45% = 62 kg
Hara P=
(%P2O5 kompos x 1000 kg)/%P2O5 SP-36 = (0.52% x 1000 kg)/36% = 14.44 kg
Hara K=
(%K2O kompos x 1000 kg)/%K2O MPO = (2.29% x 1000 kg)/60% = 38.17 kg
Misalkan padi biasanya diberi pupuk kimia dengan dosis 200 kg Urea,100 kg SP-36, dan 150kg MOP/KCl. Agar haranya sama maka kompos yang diperlukan kurang lebih sebanyak 7 ton. Dosis yang besar ini akan berimplikasi langsung terhadap biaya pemupukan. Jika dihitung biaya pemupukan dengan pupuk organik/kompos jauh lebih besar daripada biaya pemupukan dengan pupuk kimia. Belum lagi biaya untuk aplikasi kompos tersebut. Perbandingan biayanya sebagai berikut:

Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa pupuk organik/kompos tidak bisa dihitung berdasarkan unsur haranya saja. Kalau Anda tidak percaya Anda bisa melakukan percobaan sederhana untuk membandingkan kedua pupuk ini. Ambil tanah, sebaiknya gunakan tanah-tanah marjinal. Masukkan ke dalam dua polybag yang ukuran dan isinya sama. Satu polybag diberi kompos dengan dosis 0.5 – 1 kg. Polybag yang lain diberi pupuk kima beberapa sendok. Ya… kira-kira kandungan haranya sebanding. Trus tanam sembarang tanaman, bisa biji cabe, tomat, cay sim, mentimum, atau tanaman-tanaman lainnya. Letakkan di tempat yang sama. Beri perlakuan penyiraman, penyiangan, dan perlakuan lainnya yang sama. Tunggu beberapa lama hingga tanaman tumbuh besar dan menghasilkan.

Pupuk Hayati


Contoh biofertilizer import dalam bentuk cair.

Nama keren pupuk hayati adalah biofertilizer. Ada yang juga menyebutnya pupuk bio. Apapun namanya pupuk hayati bisa diartikan sebagai pupuk yang hidup. Sebenarnya nama pupuk kurang cocok, karena pupuk hayati tidak mengandung hara. Pupuk hayati tidak mengandung N, P, dan K. Kandungan pupuk hayati adalah mikrooganisme yang memiliki peranan positif bagi tanaman. Kelompok mikroba yang sering digunakan adalah mikroba-mikroba yang menambat N dari udara, mikroba yang malarutkan hara (terutama P dan K), mikroba-mikroba yang merangsang pertumbuhan tanaman.Kelompok mikroba penambat N sudah dikenal dan digunakan sejak lama. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dengan tanaman dan ada juga yang bebas (tidak bersimbiosis). Contoh mikroba yang bersimbiosis dengan tanaman antara lain adalah Rhizobium sp Sedangkan contoh mikroba penambat N yang tidak bersimbiosis adalah Azosprillium sp dan Azotobacter sp. 

Penelusuran yang terkait dengan definisi pupuk kimia
  • jenis pupuk kimia dan fungsinya
  • pengertian pupuk organik
  • pengertian pupuk organik dan anorganik
  • macam-macam pupuk kimia dan fungsinya
  • akibat penggunaan pupuk yang berlebihan
  • nama-nama pupuk pertanian
  • manfaat pupuk anorganik
  • makalah pupuk anorganik


EmoticonEmoticon