Pengenalan Dan Pengertian Pupuk Organik serta Perbedaan Pupuk Panas dan Pupuk Dingin

Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair. Secara umum, manfaat pupuk organik adalah
  • memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, 
  • meningkatkan daya simpan dan daya serap air, 
  • memperbaiki kondisi biologi dan kimia tanah, 
  • memperkaya unsur hara makro, dan mikro. 
  • Meningkatkan produktivitas tanaman. 
  • Merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun. 
  • Menggemburkan dan menyuburkan tanah
  • Pupuk organik tidak mencemari lingkungan dan aman bagi manusia.
Limbah pertanian yang dapat dijadikan sumber pupuk organik adalah jerami padi, sekam, arang sekam, brangkasan kacang tanah dan kedelai, daun dan batang jagung, serbuk gergaji, kulit kopi dan kakao, sampah kota, serta kotoran ternak (sapi, kerbau, domba, kambing, ayam). Juga dapat digunakan tandan kosong kelapa sawit juga dapat digunakan sebagai sumber bahan organik. Kandungan hara kotoran ternak dan limbah pertanian sangat beragam, dan begitu juga perbandingan antara karbon dan nitrogen (C/N ratio). Bahan organik yang optimal untuk pembuatan kompos atau pupuk organik secara aerobik memiliki C/N ratio 25-30.

Keberadaan bahan organik di dalam tanah ditunjukkan oleh lapisan berwarna gelap atau hitam, biasanya pada lapisan atas setebal 10-15 cm. Jumlah dan ketebalan lapisan atas ini bergantung pada proses yang terjadi seperti pelapukan, penambahan, mineralisasi, erosi, pembongkaran dan pencucian (leaching), serta pengaruh lingkungan seperti drainase, kelembaban, suhu, ketinggian tempat, dan keadaan geologi.

Baca Juga:

Cara Membuat Larutan Pupuk Phonska Cair untuk Tanaman



Kelemahan Pupuk Organik

Ada beberapa kelemahan dari penggunaan pupuk organik, antara lain :
  • Pupuk organik, terutama pupuk kandang, masih sering mengandung biji-bijian tanaman pengganggu. Biji-bijian yang termakan ternak tidak akan tercerna sehingga dapat tumbuh mengganggu tanaman.
  • Pupuk organik sering menjadi faktor pembawa hama penyakit karena mengandung larva atau telur serangga sehingga tanaman dapat diserang.
  • Kandungan unsur hara dalam pupuk organik sulit diprediksi
  • Kandungan unsur hara pupuk organik jauh lebih rendah dibanding pupuk anorganik sehingga dosis penggunaannya jauh lebih tinggi. Akibatnya biaya transportasi, gudang, serta tenaga kerja meningkat.
  • Respon tanaman terhadap pupuk organik lebih lambat, karena pupuk organik bersifat slow release.
  • Penerepan hasil bioteknologi, seperti pupuk mikroba, masih jarang digunakan. Sehingga penambahan jumlah mikroorganisme dalam tanah kurang optimal.
Bentuk Pupuk Organik
Dari bentuknya ada dua jenis pupuk organik, yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk organik padat sudah lazim digunakan petani. Aplikasi pupuk organik padat dengan cara ditabur atau dibenamkan dalam tanah. Sementara pupuk organik cair adalah pupuk organik dalam bentuk cair. Pada umumnya, pupuk organik cair merupakan ekstrak bahan organik yang sudah dilarutkan dengan pelarut seperti air, alkohol, atau minyak. Senyawa organik yang mengandung unsur karbon, vitamin, atau metabolit sekunder dapat berasal dari ekstrak tanaman, tepung ikan, tepung tulang, atau enzim. Pengaplikasian pupuk organik cair umumnya dengan cara disemprotkan ke tanaman atau dikocorkan ke tanah.


Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk organik dari hasil fermentasi kotoran hewan ternak baik dalam bentuk padat maupun cair. Jumlah serta kandungan unsur hara baik kotoran padat maupun cair masing-masing ternak berbeda-beda. Perbedaan itu detentukan kondisi dan jenis hewan serta jumlah dan jenis pakan hewan tersebut. Akan tetapi selisih dari kandungan hara tersebut juga sangat tipis, sehingga tidak perlu menjadi pertimbangan untuk menentukan pupuk kandang yang akan digunakan. Pupuk kandang mengandung unsur hara lengkap, baik makro maupun mikro.

Dilihat dari proses dekomposisinya pupuk kandang dibedakan menjadi dua, yaitu pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk panas merupakan pupuk yang terbentuk karena proses penguraian oleh mikroorganisme berlangsung cepat sehingga menghasilkan panas. Contoh puuk kandang panas antara lain kotoran ayam dan kuda. Sedangkan pupuk dingin merupakan pupuk yang terbentuk karena proses penguraian oleh mikroorganisme berlangsung sangat pelan sehingga tidak menghasilkan panas. Contoh pupuk kandang dingin antara lain, kotoran sapi, kerbau, dan babi. 

etani lebih banyak yang menggunakan pupuk kandang  yang berasal dari kotoran padat para hewan ternak.
Hal ini mereka pilih memang karena lebih di anggap praktis yang mana kotoran – kotoran padat tersebut tinggal dikumpulkan difermnentasi dan langsung dapat digunakan.
Berikut ini adalah jenis pupuk kandang :

Pupuk panas

Pupuk panas adalah salah satu jenis pupuk kandang yang proses penguraiannya cepat, proses penguraian ini dilakukan oleh mikroba.
Salah satu efek samping dari proses ini dapat menimbulkan gas. Berikut adalah beberapa pupuk kandang yang tergolong jenis pupuk kandang panas :
  • Kambing
Kotoran kambing padat mengandung unsur hara berupa Nitrogen 0,60 % ,  Fosfor 0,30 %, Kalium 0,17 % dan air 60 %.
Sedangkan kotoran cairnya mengandung 1,5 % Nitrogen, 0,13 % Fosfor, 1,80 % Kalium dan 85 % Air.
  • Domba
Kotoran domba padat mengandung unsur hara sejumlah 0,75 % Nitrogen, 0,50 % Fosfor, 0,45 %  Kalium dan 60 % air.
Sedangkan kotoran cair mengandung 1,35 % Nitrogen, 0,05 % fosfor, 2,10 % kalium dan 85 % air.
  • Kuda
Kotoran kuda padat mengandung unsur hara sejumlah 0,55 % nitrogen, 0,30 % fosfor, 0,40 % kalium dan 75 % air.
Sedangkan kotoran cairnya mengandung 1,40 % Nitrogen, 0,02 % fosfor, 1,60 % kalium dan 90 % air.

Baca Juga:

Cara Budidaya Pohon Zaitun secara Baik Dijamin Berhasil

 

Pupuk dingin

Pupuk dingin adalah salah satu jenis pupuk kandang yang proses penguraiannya lambat, proses penguraian ini dilakukan oleh mikroba.
Sehingga terkadang tidak menimbulkan efek panas. Berikut ini beberapa pupuk kandang yang tergolong pupuk dingin :
  • Sapi
Kotoran padat sapi mengandung unsur hara sejumlah 0,40 % nitrogen  0,20 % fosfor, 0,10 % kalium dan 85% air.
Sedangkan kotoran cair sapi mengandung 1 % nitrogen, 0,50 % fosfor, 1,50 % kalium dan 92 % air.
  • Ayam
Kotoran ayam yang berupa padat dan cair mengandung kandungan hara  jumlah yang sama, yaitu 1% Nitrogen, 0,80 % fosfor, 0,40 % kalium dan 55 % air.
  • Kerbau
Kandungan hara pada kotoran padat kerbau adalah 0,60 % nitrogen, 0,30 % fosfor, 0,34 % kalium dan 85 % air.
Sedangkan kandungan pada kotoran cair adalah 1 % nitrogen, 0,15 % fosfor, 1,50 % kalium dan 92 % air.
Salah satu manfaat menggunakan pupuk kandang adalah mampu memperbaiki struktur tanah yang mana nantinya dapat membuat tanaman lebih tumbuh optimal.
Untuk menggunakannya pilihlah pupuk kandang yang sudah siap dengan ciri remah, dingin dan tidak memiliki wujud asli serta tidak berbau.

Penelusuran yang terkait dengan Perbedaan Pupuk Panas dan Pupuk Dingin
  • pupuk anorganik adalah
  • contoh pupuk anorganik
  • pupuk non organik adalah
  • jenis pupuk organik cair
  • contoh pupuk organik dan anorganik
  • pupuk majemuk adalah
  • tanah merupakan hasil pelapukan
  • kandungan pupuk organik


EmoticonEmoticon