Bunga Kamboja Jepang (Adenium coetanium)

Ilmupedia.web.id - Adenium coetanium atau bunga kamboja jepang bukanlah tanaman bunga yang berasal dari jepang. Bunga kamboja jepang berasal dari Afrika tetapi sudah sangat lama dikembangkan di Indonesia. Kamboja jepang banyak ditanam di halaman rumah, perkantoran dan taman rekreasi khususunya di daerah perkotaan. Kamboja jepang termasuk tanaman semak dengan ketinggian 1 m dan memiliki batang yang bergetah. 

Daunnya mengelompok pada ujung ranting dan berupa helaian daun. Tangkai daun 1 cm berwarna hijau mamanjang membentuk lanset, berujung bulat. Panjang daun 9-13 cm dengan lebar 2-3 cm dengan bentuk dan warna daun yang mirip dengan bunga kamboja tetapi proporsinya yang lebih kecil. 

Bunga berbentuk malai, menggerombol pada ujung ranting dan berbentuk terompet. Mahkota bunga berbentuk corong dengan diameter 1-1,5 cm, sisi dalam berambut, dan sisi luar berwarna merah. Tajuk bunga menutup ke kiri panjang hingga 2 cm sisi dalam berwarna merah, bentuk tumpul, lebar hingga 1,5 cm. Benangsari berjumlah 5 dan berambut halus. 

Perbanyakan tanaman kamboja jepang biasanya dilakukan dengan cangkok atau juga dengan stek. Dengan stek, tanaman memerlukan zat pengatur tumbuh yang lebih banyak dan memerlukan biaya edikit lebih banyak, walaupun sedikit rumit, banyak yang memperbanyak kamboja jepang ini dengan metode cangkok. Pada pencangkokan, dipilih batang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda atau yang sudah berwarna putih tetapi masih ada gurat-gurat hijaunya. Setelah beberapa minggu dicangkok, tanaman akan menghasilkan akar baru sehingga siap untuk dipindahtanamkan untuk menghasilkan individu baru.

Kamboja jepang dapat tumbuh dengan baik pada dataran tinggi ataupun dataran rendah asalkan masih dapat menerima sinar matahari secara langsung. Pemerliharaan tanaman tidak sulit karena tanaman ini tidak memerlukan perawatan khusus. Asal disiram dan dipupuk secara teratur, kamboja jepang akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Walaupun menyukai sinar matahari secara langsung, kamboja jepang juga bisa ditanam pada tempat yang agak teduh. 

Media tanam untuk pertanaman kamboja jepang perlu diusahakan yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Pada saat memasuki fase pertumbuhan, tenaman perlu dipupuk dengan nitrogen dalam dosis yang agak tinggi. Pada saat tanaman mulai berbunga, dosis nitrogen dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali dan diganti dengan pupuk yang mengandung P yang tinggi. P yang tinggi akan merangsang pembungaan. Pemupukan bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk alami atau pupuk buatan yang penting diketahui kandungan hara yang terkandung di dalam pupuk yang diberikan. Penyiraman dan pemupukan yang dilakukan haruslah sesuai dengan kebutuhan tanaman. 

Dengan perawatan, penyiraman, dan pemupukan secara teratursesuai dengan kondisi dan kebutuhan tanaman, secara fisiologis tanaman akan memiliki pertumbuhan yang baik, tidak mudah terserang hama dan patogen penyebab penyakit, serta tetap terjaga keindahannya karena adanya bunga sepanjang waktu.

Bunga Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus)

Ilmupedia.web.id - Bunga air mata pengantin merupakan bunga asli dari meksiko namun sudah lama dikembankan di Indonesia. Selain air mata pengantin bunga ini juga disebut dengan bunga pengantin. Air mata pengantin termasuk jenis tanaman merambat yang sering ditanam di para-para atau pergola sebagai peneduh jalan atau sekedar sebagai hiasan teras dan jalan yang menuju ke rumah. Bunga ini juga ditanam pada derah perkantoran atau tempat rekreasi khususnya pada dataran tinggi seperti kopeng, tawangmangu, atau juga di lembang. 

Air mata pengantin merupakan herba merambat yang juga sering ditemkan membelit pada batang pohon. Tanaman ini memiliki alat pembelit yang fungsinya sebagai pendukung tegaknya tanaman atau penopang bunga nantinya. Akarnya menggelembung, memanjang, dan berbetuk umbi. Bentuk batang berusuk dengan panjang tiap rusuk 3-6 cm, berambut halus dan memiliki ruas rusuk yang menggelembung. 

Daun bertangkai tanpa selaput bumbung. Helaian daun berbentuk segitiga atau bulat telur, pangkal daun lebar dan berbentuk jantung, sedangkan pucuknya lebih runcing. Panjang daun 5-10 cm dengan permukaan daun yang bergelombang (tidak rata). Bunga tersusun atas malai majemuk dan tumbuh dari ketiak daun serta berkelamin dua. Mahkota bunga berjumlah 5 lembar berwarna merah jambu atau putih, dengan panjang sekitar 7mm. Tiga mahkota bunga yang paling luar berbentuk bulat telur menyerupai jantung, sedang dua yang lebih dalam berbentuk lebih runcing. Setelah semuanya mekar, mahkota akan membesar dan menyelubungi buah seperti selaput berwarna kehijauan. Benangsari berjumlah 7-9 buah, pangkal tangkai sari 

bersatu. Tangkai putik berjumlah tiga buah, kepala putik berbentuk tombol. Buah berbentuk bulat telur hingga kerucut dengan panjang kurang lebih 1 cm dengan ujung yang runcing dan segitiga. Letak biji terdapat pada alur buah yang membujur dan dalam. 

Bunga mata air pengantin dapat tumbuh dengan baik dengan kondisi terkena sinar matahari penuh dan langsung atau juga pada tempat yang sedikit ternaungi. Tempat yang cocok untuk pertanaman bunga ini aalah antara ketinggian 1- 1800 m diatas permukaan laut. Air mata pengantin tidak membutuhkan perawatan yang cukup baik. Cukup memilihkan media tanam yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik bunga air mata pengantin dapat tumbuh dengan baik. Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, bunga air mata pengantin dapat disiram dan dipupuk secara teratur. 

Pemupukan nitrogen pada saat tanaman masih dalam masa pertumbuhan vegetatif membuat tanaman memiliki frame yang bagus dan serasi ketika bunga mulai tumbuh. Untuk memunculkan bunga yang banyak dan tidak mudah rontok, pemupukan fosfor (P) diperulukan ketika tanaman memasuki fase berbunga. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik ataupun pupuk anorganik. Pupuk organik yang bisa diberikan adalah kompos atau juga bisa dengan pupuk kandang. 

Dengan perawatan, penyiraman, dan pemupukan secara teratursesuai dengan kondisi dan kebutuhan, tanaman secara fisiologis akan mampu melakukan metabolismenya dengan baik sehingga akan tumbuh sehat, tidak mudah terserang penyakit, dan berbunga lebih baik.

Ordo Tanah Gelisol

Ilmupedia.web.id - Gelisol adalah salah satu ordo tanah dalam soils taxonomy yang dikeluarkan leh United States Department of Agriculture.dalam taksonomi yang dikeluarkan oleh FAO dari PBB, Gelisol leih dikenal sebagai criosol. 

Gelisol adalah tanah yang terbentuk dalam lingkungan permafrost (lingkungan yang sangat dingin). Tanah jenis ini dinamakan gelisol karena terbentuk dari material gelic. Gelic adalah campuran dari bahan mineral dan organik tanah yang tersegresi es pada lapisan yang aktif. Tanah jenis ini membeku pada ketebalan 100-200 cm dari permukaan tanah. 

Secara struktural, Gelisols tidak memiliki horizon B dan hanya memiliki horison A yang berdada di lapisan es. Bahan organic pada tanah Gelisol banyak terakumulasi di lapisan atas, sehingga Gelisols kebanyakan berwarna hitam atau coklat tua . dibawah lapisan bahan organic pada tanah Gelisol terdapat bahan materialyang dangkal. Meskipun pengaruh pencairan es di sebagian besar wilayah di mana Gelisols terjadi, tanah Gelisol termasuk tanah yang subur karena adanya bahan organic yang relatif tinggi pada bagian atas Gelisol. Kandungan kimia yang dominan pada Gelisol adalah potassium dan kalium, tetapi bahan kimia ini sangat mudah tercuci oleh pencairan es yang merupakan ‘domisili’ dari Gelisol . lingkungan yang dingin(permafrost) membuat Gelisol sangat sulit untuk direkayasa/ dimanfaatkan karena apapun yang ditempatkan di situ pasti akan ikut bergerak ketika terjadi pencairan es. 

Gelisols ditemukan terutama di Siberia, Alaska dan Kanada. Untuk jumlah yang lebih kecil ditemukan di Andes (terutama dekat persimpangan antara Chili, Bolivia dan Argentina), Tibet, Skandinavia utara dan bagian-bagian yang bebas es Greenland dan Antartika. Fosil Gelisols dikenal dari sejauh zaman es Prakambrium 900 juta tahun yang lalu. 

Gelisols dapat dibagi lagi menjadi tiga sub ordo, yaitu: 
  • Histels: adalah tanah organik sejenis dengan Histosols. Perbedaannya adalah tanah Histels memiliki permafrost dalam 2 meter di bawah permukaan tanah sedangkan histosols tidak. Keduanya memiliki 80% atau lebih bahan organik dari permukaan tanah hingga kedalaman 50 cm . Tanah ini banyak terdapat di Subarctic dan artik. 
  • Turbels: tanah yang menunjukkan pengaruh cryoturbation (lebih dari sepertiga kedalaman adalah lapisan aktif) seperti batas horizon yang tidak teratur, rusak, atau menyimpang . Turbels umumnya memiliki mineral dan organik pada setiap horizonnya. Akumulasi materi organik di atas irisan permafrost dan es adalah fitur-fitur umum. Turbels terbentuk terutama di zona lapisan es yang tidak pernah mencair. 
  • Orthels: tanah yang menunjukkan cryoturbation sedikit atau tidak ada (kurang dari sepertiga dari kedalaman lapisan aktif). Tidak seperti turbels, orthels terbentuk terutama dalam zona permafrost terputus, dan di daerah pegunungan. 
Gelisol berada pada lingkungan dengan iklim yang ekstrim sehingga gelisol belum bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Penyebaran tanah gelisol hanya sekitar 9% dari daratan di bumi. Ordo tanah gelisol relative masih baru dipelajari dan masih jarang penelitian tentang tanah gelisol.

Penjelasan Tanah Regosol

Tanah Regosol

Ilmupedia.web.id - Menurut USDA, regosol merupakan tanah yang termasuk ordo entisol. Secara umum, tanah entisol adalah tanah yang belum mengalami perkembangan yang sempurna, dan hanya memiliki horizon A yang marginal. Contoh yang tergolong entiso adalah tanah yang berada di sekitar aliran sungai, kumpulan debu vulkanik, dan pasir. Umur yang amsih muda menjadikan entisol masih miskin sampah organik sehingga keadaannya kurang menguntungkan bagi sebagian tumbuhan. 

Secara spesifik, ciri regosol adalah berbutir kasar, berwarna kelabu sampai kuning,,dan bahan organik rendah. Sifat tanah yang demikian membuat tanah tidak dapat menampung air dan mineral yang dibutuhkan tanaman dengan baik. 

Dengan kandungan bahan organik yang sedikit dan kurang subur, regosol lebih banyak dimanfaatkan untuk tanaman palawija, tembakau, dan buah-buahan yang juga tidak terlalu banyak membutuhkan air. Regosol banyak tersebar di jawa, Sumatra, dan nusa tenggara yang kesemuanya memiliki gunung berapi. 

Penjelasan Tanah Organosol

Ilmupedia.web.id - Organosol merupakan jenis tanah yang terbentuk akibat adanya pelapukan-pelapukan bahan organik. Sebagai hasil pelapukan bahan organik, tanah jenis ini subur untuk hampir semua jenis tanaman. Organosol dibedakan menjadi dua yaitu tanah humus dan tanah gambut. 

Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan dan pembusukan bahan organik khususnya dari tanaman yang sudah mati. Humus sangat subur untuk pertanian. Kandungan bahan organik yang tinggi membuat tanah humus berwarna kehitam-hitaman. Humus banyak dimanfaatka untuk media pertanaman kelapa, nanas, dan padi. Persebarannya banyak terdapat di pulau Sumatra, Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua. 

Tanah gambut adalah tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik. Akan tetapi, tanah gambut kurang subur untuk pertanian. Pembusukan pada tanah gambut berlangsung dalam keadaan tergenang air sehingga tanah menjadi anaerob dan terlalu masam. Bahan organik yang tidak lapuk sempurna juga menyebabkan tanah gambut tidak subur untuk tanaman. Gambut banyak terdapat di pantai timur Sumatra, Kalimantan barat, dan pantai selatan papua. Saat ini gambut baru dikembangkan untuk pertanian kelapa sawit. 

Penjelasan Tanah Alluvial

Tanah Alluvial

Ilmupedia.web.id - Menurut USDA, alluvial tergolong dalam ordo inseptisol. Ciri umum sama dengan pada tanah latosol. Alluvial merupakan tanah muda hasil pengendapan material halus aliran sungai. Cirri utama tanah alluvial adalah berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas. Kesuburan tanah alluvial sangat bergantung pada sumber bahan asal aliran sungai. 

Alluvial terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sungai-sungai besar seperti pada pulau jawa, Sumatra, Kalimantan, dan papua. Alluvial banyak dgunakan untuk tanaman padi, palawija, tebu, kelapa, tembakau, dan buah-buahan.

Penjelasan Tanah Podzolik Merah Kuning

Tanah Podzolik Merah Kuning

Ilmupedia.web.id - Podzolik merah kuning merupakan bagian dari tanah Ultisol. Menurut USDA, ultisol adalah tanah yang sudah mengalami pencucian pada iklim tropis dan sub tropis. Karakter utama tanah ultisol adalah memiliki horizon A yang tipis, akumulasi lempung pada horizon Bt dan bersifat agak masam. Tanah ultisol bersifat agak lembab dengan kadar lengas tertinggi pada ultisol yang berbentuk bongkah. 

Tanah podzolik merah kuning sendiri merupakan tanah yang terbentuk karena curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzolik merah kuning berwarna merah sampai kuning dengan kesuburan yang relatif rendah karena pencucian-pencucian. Podzolik merah kuning banyak digunakan untuk tanaman kelapa, jambu mete, karet, dan kelapa sawit. Podzolik merah kuning banyak dijumpai di daerah pegunungan Sumatra, Jawa Barat, Sulawesi, Maliku, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara.

Pertanian Padi di Lahan Rawa Lebak

Ilmupedia.web.id - Padi merupakan salah satu komoditas pangan yang dibudiayakan hampir di seluru wilayah di Indonesia. Selain sebagai makanan pokok, toleransi padi pada berbagai kondisi iklim dan tanah yang luas membuat padi banyak dibudiayakan masyarakat. Lahan rawa lebak memiliki beragam potensi yang akan sangat berguna ketika mampu menggalinya. Salah satu potensi yang ada di lahan rawa lebak adalah potensi untuk bidang pertanian. Lebih spesifik lagi, potensi lahan rawa lebak adalah untuk pertanian padi. 

Jeis padi yang umum dibudiayakan pada lahan rawa lebak adalah padi rintak dan padi surung. Padi rintak biasa ditanam pada musim kemarau ketika air yang menggenangi rawa lebak tidak terlalu tinggi. Padi surung ditanam pada musim hujan ketika lahan rawa lebak tergenang air cukup tinggi. Padi rintak ditanam pada musim kemarau karena dari sisi morfologi, padi jenis rintak memiliki tinggi yang tidak terlalu tinggi. Selain itu, padi rintak juga tidak tahan dengan genangan air yang tinggi dan dalam durasi waktu yang lama. Padi rintak pada umumnya memiliki umur yang pendek. Jenis padi irigasi yang ditanam sebagai padi rintak misalnya IR 

42, IR 64, IR 66, cisoka, cisanggarung, ciherang, dan mekonga. Sedanglkan padi yang memang cocok dibudidayakan pada lahan pasang surut adalah Kapuas, lematang, dan margasari. Padi surung ditanam pada musim hujan karena memiliki sifat seperti mampu memanjang mengikuti kenaikan genangan air dan dapat tegak kembali setalah rebah. Jenis padi surung diantaranya adalah nagara, tapus, dan alabio. 

Sistem tanam padi pada lahan rawa lebak sangat tergantung pada keadaan musim dan ketinggian genangan di lahan. Sistem tanam padi dapat berupa sistem sawah, gogo rancah, rancah gogo, atau gogo tergantung pada musim dan ketersediaan air. Jika menggunakan sistem sawah, maka tanam dilakukan pada musim hujan atau pada awal akhir musim hujan. Sistem gogo dilakukan pada musim kemarau dan air masih tersedia. Sistem gogo rancah penanaman dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan. Rancah gogo dilakukan pada akhir musim hujan menjelang musim kemarau. 

Keberhasilan budidaya padi pada lahan rawa lebak sangat tergantug pada keramahan alam karena seringkali lahan rawa lebak mengalami kebanjiran. Banjir di lahan rawa lebak khususnya di Indonesia biasanya bersifat mendadak, berbeda dengan yang ada di Thailand dan Bangladesh yang datang secara bertahap sehingga dapat diikuto oleh pertumbuhan panjang batang padi. Hal yang perlu diperhatikan adalah penentuan waktu tanam. Keterlambatan waktu tanam menyebabkan tanah dapat menjadi sangat tergengang atau sangat kering sebelum tanam dilakukan. Selain itu, juga ada peluang akan terjadi genangan yang tinggi ketika panen berlangsung. Oleh karena itu, apabila waktu yang tersedia sedikit, diperlukan varietas yang memiliki umur pendek sehingga dapat panen sebelum air datang. 

Rawa lebak tergolong lahan yang subur karena adanya luapan banjir sehingga terjadi pengkayaan unsure hara. Pengkayaan unsure hara membuat ameliorant dan beberapa pupuk relative dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Namun demikian, pemberian pupuk dan bahan ameliorant memberikan respon kepada padi dan menghasilkan panen yang lebih tinggi. Selain pupuk kimia, dapat pula diberikan pupuk hijau seperti azolla, anabaena, kiambing, dan lain sebagainya. Pemberian pupuk dengan cara dibenamkan atau dalam bentuk briket lebih baik karena memberikan hasil padi yang lebih tinggi. 

Gangguan yang sering mncul pada padi lahan rawa lebak adalah adanya hama dan penyakit yang menyerang. Hama utama yang menyerang adalah tikus, ulat grayak, penggerek batang padi, wereng coklat, hama putih palsu, dan walang sangit. Penyakit yang sering ditemukan pada padi lahan rawa lebak adalah blas, bercak coklat, hawa pelepah daun, dan bakanae. 

Sumber: 

Noor, Muhammad. 2007. Rawa Lebak: Teknologi, Pemanfaatan, dan Pengembangannya. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Peran Hutan dan Vegetasi dalam Menghambat Erosi

Ilmupedia.web.id - Erosi tanah seringkali menjadikan lahan pertanian kehilangan lapisan olehnya sehingga berkurang kesuburannya. Bahan organik yang berada di top soil akan mudah terkikis dan terangkut ketika tidak ada vegetasi yang melindunginya. Terbawanya bahan organik dan lapisan tanah atas ini menjadikan tanah menjadi kurang subur disamping kekurangan/kehilangan kemampuan dalam menahan air yang akan berguna pada musim kemarau. 

Keberadaan hutan dan vegetasi yang menutup tanah selain dapat mencegah terjadinya pengikisan-pengikisan tanah juga dapat menjaga ketersediaan air di musim kemarau. Rapatnya dedaunan hutan dapat menahan kekuatan dan kecepatan jatuhnya butir-butir hujan sehingga butir hujan akan jatuh ke permukaan tanah secara lambat melalui ranting dan batang pohon. Humus yang berada di permukaan tanah meningkatkan porositas tanah dan daya infiltrasi yang mana dapat mengurangi laju keceatan air di permukaan tanah. Air akan meresap ke dalam tanah dalam kecepatan yang lambat dan bergerak ke kaki bukit dengan kecepatan yang lambat pula. Pergerakan lambat air tanah ke kaki bukit ini akan membentuk mata air sehingga potensi kekeringan pada musim kemarau dapat ditekan. 

Beberapa peranan hutan dalam menjaga tanah dan menghambat berlangsungnya pegikisan tanah adalah sebagai berikut:

1. Peran tajuk vegetasi hutan

Tajuk vegetasi dapat menahan air hujan yang jatuh dan terdapat pula kemungkinan untuk menguapkannya sebelum sampai ke tanah. Ini memugkinkan untuk mereduksi air permukaan sehingga pengikisan tanah menjadi minimal. Energi kinetik air huja juga tereduksi sehingga gaya merusak partikel tanah menjadi kecil. Gaya merusak yang kecil semakin didukung oleh kekuatan mengangkut material yang kecil sehingga partikel yang terangkut minimal atau hanya dalam jarak yang dekat. 

2. Penghambatan aliran permukaan

Air hujan akan tertahan oleh bagian atas/tajuk vegetasi yang rapat. Air yang sampai ke tanah akan semakin sedikit dan dengan aliran yang lebih lambat. Aliran yang lebih lambat ini yang membuat gaya angkut air menjadi semakin lemah. Dengan demikian pengikisan atau erosi dapat diminimalisir.

3. Peranan akar-akar vegetasi

Akar-akar tanaman hutan dapat mengikat partikel tanah sehingga daya tahan tanah terhadap pengikisan dan erosi semakin tinggi. Akar-akar yang menembus tanah membuat tanah semain porus. Porositas tanah yang meningkat dapat meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah sehingga mengurangi air yang bergerak di permukaan. Gerakan air di permukaan yang semakin lemah akan mereduksi pengikisan terhadap permukaan tanah.

4. Peranan mikroorganisme

Mikroorganisme menjadikan bahan-bahan organik sisa makhluk hidup menjadi matang. Kematangan bahan organik membuat tanah menjadi porus dan memiliki kapasitas infiltrasi yang semakin besar. Tanah yang porus dan memiliki kapasitas infiltrasi yang besar meningaktkan kecepatan perembesan air ke dalam tanah. Ini menyebabkan terhambatnya pengikisan tanah akibat run off.

5. Dalam kemampuannya untuk bertranspirasi

Sama seperti peran yang lain, kemampuan tanaman dalam bertranspirasi meminimalisir gerakan air di permukaan tanah. Gerakan air permukaan yang minimal tentu saja juga meminimalisir pengangutan partikel tanah oleh gerakan air permukaan/run off.

Dengan banyaknya peran hutan atau tanaman dalam menjaga kelestarian lingkungan khususnya tanah, sudah seharusnya keberadaan hutan dipertahankan. Tidak perlu adanya pembukaan hutan secara besar-besaran untuk melakukan kegiatan pertanian. Pertanian dan kehutanan perlu disinergikan untuk menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan pertanian dan kehutanan itu sendiri. Agroforestry merupakan salah satu sistem pertanian yang mensinergikan dan menggabungkan antara tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian dalam satu lokasi lahan.

Penjelasan Tanah Laterit

Tanah Laterit

Ilmupedia.web.id - Laterit hampir sama dengan podzolik meah kuning. Hanya saja jenis tanah ini terbentuk pada suhu yang lebih tinggi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah laterit memiliki kandungan hara yang rendah sehingga kurang cocok untuk berbagai jenis tanaman. Laterit banyak dijumpai pada pegunungan yang hutannya sudah gundul seperti pada Jawa Tengah, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara. Laterit bayak digunakan untuk pertanaman jambu mete dan kelapa.