Arti dan Makna Sila ke 5 Pancasila dan Contoh Sikap Sila Ke-5 Pancasila dalam Kehidupan

Via :kampoengartikel.web.id
Keadilan Sosial Mempuyai istilah bermasyarakat adil , makmur berbahagia kehidupan individu maupun dalam bermasyarakat untuk semua orang, tidak mengedepankan kepentingan peribadi Apalagi Penghinaan dalam bermasyarakat.
Istilah adil Bahwa menunjukkan orang harus memberi kepada orang lain apa yang menjadi haknya dan tahu mana haknya sendiri serta tahu apa kewajibannya kepada orang lain dan dirinya.


Aspek Sila Kelima

  1. Keadilan : Adapun Pemaknaan Harus baik dalam dasar – Dasar Pancasila pada kelima ini Adalah merupakan proses Dari keadilan untuk mendapatkan sesuatu, Yang Ingin menjadi hak masyarakat Misalnya yang berlandaskan Undang-Undang dasar 1945, Setiap masyarakat berhak Mempunyaisetarayang sama di dalam proses hukum.
  2. Yang Adil : Maka Makna yang selanjutnya yang berlandaskan dasar – Dasar negara Pancasila kelima ini Merupakan proses pengembangan sikap yang Seadil – Adilnya terhadap Kepada sesama manusia. Yang menjadikan salah satu unsur naluriah dalam suatu pembentukan kedamaian masyarakat.
  3. Hak Dan Kewajiban : Dalam makna sila kelima ini Merupakan Uraian Dari Kehidupan agar saling melakukan beragam bentuk asfek kerjasama yang Adil dalam kehidupan bermasyarakat, Maupun di bidang ekonomi, politik, ataupun sosial budaya kehidupan Sehari – Hari guna dilakukan agar mendapatkan keadilan.
  4. Kedermawanan : Untuk Pelaksanaan sebagai terwujud impelemnetasi nilai – nilai keadilan Yang Gabungan dari kedermawanan kepada sesama mahluk hidup, Agar saling berbagai Atau tolong menolong Maka Tujuan hal Semacam ini dilakukan Supaya kehidupan semakin tertata dengam baik dan Benar.
  5. Dalam Kerja Keras : Harus bisa Melaksanakan diri dengan Dalam Kehidupan untuk selalu berhemat, sederhana, dan kerja keras Merupan salah satu pemaknaan dalam bentuk-bentuk pengamalan sila kelima Pancasila. Maksud dan tujuan Semacam ini dilakukan supaya masyarakat Bisa menjalankan peranan sebagai perubahan sosial.
  6. Tolong Menolong : Adapun makna dari proses tolong-menolong Terhadap orang lain menjadi salah satu bagian penting untuk pengamalam Pancasila, khususnya dalam Sila Kelima akan Bisa memberikan pengarahan pada kebahagiaan yang dilakukan dalam kehidupan individu.



11 Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Sila Ke-5 (Kelima) Pancasila
Ada 11 butir pedoman pengamalan sila ke-5 yang terdapat dalam 45 butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.
  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

 

Contoh Sila 5 Pancasila


Berikut ini dalam serangkaian daftar contoh-contoh sikap pengamalan dalam Pancasila yang mudah ditemukan untuk kehidupan sehari-hari, antara lain;

Contoh Sila Ke 5 di Pemerintahan

Adapun dalam sistem pemerintahan untuk contoh pengamalannya adalah sebagai berikut;
  • Membuat peraturan mengenai sumber daya yang ada di Indonesia -Pemerintah sudah membuat peraturan baik melalui Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, kemudian undang-undang yang khusus mengatur tentang sumber daya air, minyak bumi, batu bara, tentang tanah atau agraria, dan lain sebaganya.Hal ini dilakukan dasar yang berguna sebagai aturan hukum yang sah mengenai pengambilan sumber daya yang ada di Indonesia dan menjamin hak-hak rakyat agar dapat memanfaatkan sumber daya dengan baik, serta untuk memberi sanksi kepada orang-orang yang akan mengeksploitasi sumber daya.
  • Pemerintah memberi bantuan untuk rakyat yang kurang mampu - Bantuan yang diberikan kepada rakyat yang kurang mampu ada dalam berbagai bentuk seperti contohnya  PKH (Program Keluarga Harapan) yang memberikan jaminan uang bagi yang membutuhkan sesuai tingkat kebutuhannya biasanya dilihat dari tingkat sekolah anak, ibu hamil, balita dan lansia.
  • Pemerintah memberi sanksi terhadap pelanggaran eksploitasi alam - Dengan adanya peraturan yang mengatur tentang pemanfaatan sumber daya dan potensi y ang ada di Indonesia, hal tersebut akan mempersempit orang-orang atau perusahaan yang akan mengeksploitasi sumber daya yang ada di Indonesia.
  • Tidak menggunakan mobil dinas atau kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi - Seperti yang kita lihat saat ini, pemerintah baik di tingkat desa sampai tingkat pusat diberi kendaraan dinas berupa sepeda motor maupun mobil. Kendaraan dinas seharusnya dipergunakan untuk kepentingan pekerjaan pemerintahan bukan untuk kepentingan pribadi.
  • Tidak Korupsi - Kalimat yang mudah dijanjikan oleh pemerintah namun sulit untuk dilaksanakan. Pasalnya ketika sudah mendapatkan jabatan, wakil rakyat lupa dengan janji-janjinya. Arti korupsi merupakan tindakan yang tak hanya melanggar hukum melainkan juga melanggar nilai-nilai Pancasila.
  • Mengadakan pelatihan-pelatihan untuk masyarakat yang dirasa mempunyai usia siap kerja - Pelatihan-pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan yang mampu melatih mereka agar mandiri dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya dan tidak mengandalkan pinjaman atau bantuan dari pemerintah.
  • Meratakan program pendidikan di seluru pelosok negeri - Dengan adanya pendidikan yang rata maka para generasi akan dilatih kemampuan berpikirnya untuk merencanakan masa depannya. Sehingga mereka memiliki gambaran cita-cita dan tujuan hidup untuk mandiri dan tau apa yang harus dilakukan.

Contoh Sila Ke 5 di Masyarakat

Sedangkan untuk beragam bentuk pengamalan Pancasila dalam contoh di lingkungan masyarakat, lingkungan keluarga, atau di lingkungan sekolah. Antara lain;
  • Bersikap adil terhadap semua orang - Tidak peduli dengan status, jumlah kekayaan dan jabatan kita harus tetap bersikap adil terhadap semua orang. Memperlakukan orang lain sama dengan orang pada umumnya terlepas ada perbedaan suku, agama, ras dan golongan dan yang paling penting pada sila ke lima adalah tidak memandang orang dari kekayaan, status dan jabatan.
  • Menghormati hak orang lain didasari atas keadilan - Apabila hak-hak kita ingin dihormati oleh orang lain, kita juga harus menghormati hak orang lain. Apabila kita ingin diperlakukan adil, maka kita juga harus memperlakukan orang lain dengan adil. Masing-masing orang punya makna hak dan arti kewajiban yang harus dihormati dan dilaksanakan, dengan begitu keadilan akan bisa diwujudkan.
  • Memiliki prinsip suka bekerja keras - Sebenarnya arti dari keadilan pada sila ke lima lebih merujuk kepada keadilan secara ekonomi. Oleh karena itu, untuk mewujudkannya kita tidak boleh hanya bersikap pangku tangan atau mengandalkan orang ain untuk mewujudkan keadilan dalam bidang ekonomi, melainkan kia harus giat dalam bekerja atau membuka lapangan pekerjaan baru agar keadilan ekonomi dapat diwujudkan.
  • Berhemat atau tidak berperilaku boros - Boros merupakan perilaku yang menyimpang dari Pancasila. Mengapa ? Hal tersebut jelas bertentangan dengan sila ke 5.ika kita berperilaku boros, menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan maka keadilan ekonomi tidak akan terwujud, karena di luar sana masih banyak yang susuah untuk makan, susah mencari uang sedangkan kita membuang uang dengan percuma untuk hal-hal yang tidak berguna.
  • Menggunakan fasilitas umum dengan bijak - Kita tidak boleh seenaknya sendiri terhadap fasilitas umum yang telah diberikan. Kita juga harus menghormati hak orang lain untuk menggunakan fasilitas umum tersebut.
  • Menjaga fasilitas umum agar tidak rusak - Fasilitas umum diberikan untuk kepentingan bersama dan untuk dimanfaatkan bersama bagi orang yang membutuhkan. Jika dirusak sama saja kita tidak bersikap adil terhadap orang lain.
  • Melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama - Kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama seperti contohnya melakukan aktifitas sosial membantu fakir miskin, membantu korban bencana alam dan lain-lain yang dapat bermanfaat untuk banyak orang.
  • Membantu ekonomi masyarakat dengan memberikan pelatihan usaha - Tidak ada salahnya ketika kita bisa melakukan sesuatu, kita juga mengajarkannya kepada orang lain. Seperti misalnya membuat kerajinan untuk dijual, mengajari orang untuk menggunakan komputer dan lain-lain.
  • Memberdayakan dan mengembangkan potensi wisata desa - Pembangunan ekonomi yang merata sebenarnya dilakukan dari tingkat desa. Masing-masing desa memiliki potensi tersendiri, mulai dari sumber daya alamnya, wisatanya, UMKM dan lain sebagainya. Hal tersebut apabila dikembangkan dan dikelola dengan baik dan konsisten dapat membantu meratakan pembangunan ekonoi di Indonesia.
  • Tidak bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat - Dalam bergaul kita tidak boleh memandang dari segi materi, jabatan maupun status. Seharusnya yang kita nilai adalah kebaikannya.
  • Berpartisipasi untuk membangun desa - Dengan kita berpartisipasi pembangunan akan cepat tercapai dan terlaksana sehingga pemerataan pembangunan di negara ini dapat terlaksana.

Contoh Sila Ke 5 di Sekolah

Sedangkan untuk contoh pengamalan sila ke lima dalam Pancasila, antara lain adalah sebagai berikut;
  1. Suka berbagi dengan teman
  2. Menolong teman yang kesusahan
  3. Tidak berbuat curang dalam melakukan apapun
  4. Tidak boros dalam jajan
  5. Tidak mengambil yang bukan haknya.
  6. Jujur dalam membeli sesuatu, membayar sesuai dengan jumlah barang yang dibeli,
  7. Mau berteman dengan siapapun tanpa memandang miskin atau kaya.
  8. Membawa uang saku seperlunya
  9. Tertib dalam membayar biaya administrasi sekolah

Contoh Sikap Sila kelima dalam Kehidupan Sehari hari

Beberapa sikap keadilan sosial bagi seluruh rakyat inonesi, Yang saling berhubungan dengan perilaku kita dalam kehiupan sehari – hari atau kepada semua Orang Adalah :
  1. Berlaku adil terhadap sesama
  2. Menghormati hak orang lain atas dasar keadilan
  3. Suka bekerja keras
  4. Tidak berperilaku boros
  5. Tidak bergaya hidup mewah
  6. Suka berhemat
  7. Tidak melanggar peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum
  8. Tidak menyalahgunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi
  9. Tidak merusak fasilitas umum
  10. Tidak malas dalam bekerja
  11. Menghargai hasil karya orang lain
  12. Tidak menggunakan mobil pribadi untuk kebut-kebutan di jalan raya
  13. Tidak merusak lingkungan yang dapat membahayakan masyarakat
  14. Melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama
  15. Gotong royong membangun jalan
  16. Gotong royong membersihkan sungai
  17. Membantu perekonomian masyarakat dengan memberikan pelatihan usaha
  18. Memberdayakan potensi wisata desa
  19. Menjaga suasana kekeluargaan di lingkungan masyarakat
  20. Tidak bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat
  21. Menolong orang lain untuk mandiri
  22. Berpartisipasi untuk membangun desa
  23. Tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat sekitar
  24. Memelihara fasilitas umum
  25. Gotong royong membangun jembatan
  26. Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban secara seimbang
  27. Melindungi hak-hak orang lain
  28. Melakukan kegiatan untuk kesejahteraan bersama
  29. Tidak melakukan pemerasan terhadap orang lain
  30. Tidak menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu tetangga


Penelusuran yang terkait dengan Sila Ke-5 Pancasila

Belum ada Komentar untuk "Arti dan Makna Sila ke 5 Pancasila dan Contoh Sikap Sila Ke-5 Pancasila dalam Kehidupan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel