Penjelasan Tanaman Tumpangsari (Polyculture) Lengkap

Pengertian Pola tanam tumpangsari - Tumpang sari adalah bentuk pertamanan campuran atau dikenal sebagai polyculture yang berupa pelibatan dua jenis atau lebih dari dua jenis tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu bersamaan maupun dalam waktu agak bersamaan.Namun, kebanyakan pola tanam tumpang sari dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan untuk dua jenis tanaman yang sama, misalnya adalah jagung dengan kedelai, jagung dengan kacang tanah, cabai dengan tomat, cabai dengan bawang merah, tembakau dengan kubis dan papaya dengan kacang tanah.Sistem tanam dengan tumpang sari biasanya akan membentuk deretan-deretan lurus untuk tanaman yang ditanam pada satu bidang tanah dan berselingan satu sama lain. 

Baca Juga:

Pengertian Biopestisida dan Biofertilizer Terlengkap


Selain itu, tumpang sari dapat dilakukan juga dengan cara monokultur atau disebut dengan penanaman tunggal yang dapat dilakukan di perkebunan yang luas atau tanaman kehutanan sewaktu tanaman pokok masih berukuran kecil.Ada beberapa keuntungan dari pola tanam tumpang sari yaitu sebagai berikut ini:
  1. Pola tanam Tumpang sari lebih efisien dalam penggunaan waktu dan ruang
Dengan pola tanaman tumpang sari maka akan menghasilkan lebih dari satu jenis hasil panen dalam waktu yang bersamaan dan bisa juga dapat waktu yang hampir bersamaan dan hal ini merupakan efisiensi dalam pengunaan waktu. Sedangkan keterkaitannya dengan keefisiensian penggunaan ruang, pada pola tanam tumpang sari adalah masih tersedianya ruang yang kosong pada jarak tanam tanaman dengan habitus yang tinggi misalnya adala jagung.

Ruang kosong tersebut bisa di manfaatkan untuk menanam tanaman lainnya sehingga pemanfaatan ruang lebih efisien dengan menggunakan pola tanam tumpang sari.
  1. Pola tanam tumpang sari dapat mencegah dan mengurangi pengangguran musiman
Untuk jenis tanaman tertentu, tenaga kerja hanya dibutuhkan pada musim tanam dan musim panen saja oleh karena itu banyak tenaga kerja yang menanggur di sela musim tanam dengan musim panen.Pada pola tanam tumpang sari, tanaman yang ditanam diusahakan lebih beragam sehingga perawatan yang dilakukan untuk setiap jenis tanaman tidak dalam waktu yang sama. Dengan demikian, tenaga kerja akan selalu dibutuhkan selama siklus hidup tanaman tersebut.
  1. Dengan metode tumpang sari maka metode pembangunan hutan tanaman dapat dilakukan dengan biaya yang rendah
  2. Pertumbuhan gulma atau hama pertanian dan tumbuhan memanjat bisa dihilangkan dengan menerapkan tumpang sari
  3. Dengan tumpang sari, keberhasilan tanaman hutan lebih dapat dipertanggungjawabkan
  4. Pola tanam tumpang sari dapat meragamkan gizi masyarakat

Baca Juga:

Klasifikasi Tanaman Hias Bunga Lily Beserta Penjelasannya



Hasil tanaman dari pola tanam tumpang sari memberikan nilai gizi yang beragam karena setiap tanaman pastinya memiliki kandungan gizi yang beda-beda.Oleh karena itu, keanekaragaman jenis tanamanan dari pola tanam tumpang sari akan memberikan keanekaragaman jenis gizi kepada masyarakat.Namun, selain memiliki banyak keuntungan, ada beberapa kekurangan dari pola tanam tumpang sari yaitu sebagai berikut ini:
  1. Perawatan tanaman dengan pola tanam tumpang sari lebih sulit ketimbang system tanam lainnya.
  2. Perebutan unsur hara dalam tanah oleh karena itu nutrisi unsur hara yang dibutuhkan lebih banyak.
  3. Pertumbuhan tanaman akan semakin melambat
Jika anda memiliki lahan pertanian yang cukup luas, pola tanam tumpang sari akan sangat menguntungkan anda jika anda ingin membudidayakan tanaman jenis tertentu.

Penelusuran yang terkait dengan Pengertian dan Definisi Pola Tanaman Tumpang Sari
  • contoh tanaman tumpang sari
  • tanaman tumpangsari yang menguntungkan
  • manfaat tumpang sari
  • makalah tumpang sari
  • tujuan tumpang sari
  • tanaman tumpang sari jagung
  • tujuan penanaman tumpang sari adalah untuk
  • tanaman tumpang sari cabe dan tomat


EmoticonEmoticon