Cara Menanam atau Budidaya Tanaman Akar Wangi Agar Cepat Tumbuh

Cara Budidaya Akar Wangi Secara Benar dan Mudah - Tanaman akar wangi atau sering juga disebut dengan nama rumput vetiter adalah salah satu tanaman yang masuk ke dalam family Poaceae.Tanaman ini memiliki nama yang berbeda-beda di setiap daerah, seperti masyarakat Batak yang menyebutnya hapias, di Minangkabau disebut urekusa, dan di Sunda tanaman ini dikenal dengan nama janur.Dewasa ini, tanaman yang bisa tumbuh di daerah tropis maupun sub tropis ini mulai banyak dibudidayakan karena memiliki nilai jual dan memiliki banyak fungsi.Jika Anda memiliki ketertarikan untuk membudidayakan tanaman akar wangi juga, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Baca Juga:

Faktor-faktor yang mempengaruhi Vertikultur; Teknik Bertanam di Lahan Sempit


Cara budidaya akar wangi

  1. Faktor yang menentukan pertumbuhan
Seperti tanaman-tanaman lain, pertumbuhan tanaman akar wangi juga dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain iklim dan kondisi tanah.Untuk iklim sendiri, sebenarnya tanaman akar wangi bisa tumbuh di jenis iklim apa saja, baik daerah yang beriklim tropis maupun sub tropis.Akan tetapi, kondisi iklim yang baik untuk membuat akar wangi tumbuh dengan maksimal adalah di daerah dengan curah hujan kurang lebih 140 harisetiap tahunnya, sedangkan suhu yang cocok untuk tanaman akar wangi yaitu 16-27 derajat celcius.Akar wangi juga dapat ditanam di segala jenis tanah, baik tanah vulkanik, tanah berpasir, maupun tanah liat.Hanya saja, pertumbuhan akar wangi akan terhambat jika ditanam di tanah yang mengandung banyak air.
  1. Proses Penanaman
Langkah kedua yang harus dilakukan setelah mengetahui faktor pertumbuhan akar wangi adalah mempersiapkan lahan untuk menanam tanaman ini.Anda harus memastikan bahwa lahan tersebut sudah bebas dari hama atau gulma sebelum mulai menanam.Jika sudah, mulailah dengan membuat lubang tanam dengan luas sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm.Isi lubang tanam tersebut dengan pupuk kompos 2 minggu sebelum proses penanaman benih dilakukan.Tanam bibit akar wangi di tempat tersebut dengan jarak yang disesuaikan, usahakan kedalaman benih yang ditanam tidak lebih dari 5 cm.
  1. Proses perawatan
Proses perawatan atau pemeliharaan tanaman akar wangi tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya.Anda hanya perlu menyiramnya setiap hari, khususnya di musim kemarau.Setelah 2 minggu terhitung dari proses penanaman, Anda bisa mulai melakukan penyulaman bibit-bibit yang tidak bisa tumbuh.Jangan lupa untuk rutin memberikan pupuk kandang atau kompos agar tanaman akar wangi tersebut tetap dalam pertumbuhan yang baik.Meskipun biasanya tidak terjadi, namun Anda juga harus memperhatikan hama maupun penyakit yang bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan dari akar wangi yang Anda tanam.Lakukan perawatan tersebut secara rutin hingga tanaman akar wangi siap untuk dipanen.
  1. Waktu panen dan setelah panen
Tanaman akar wangi sudah bisa dipanen jika ukurannya sudah cukup besar.Setelah dipanen, Anda harus memotong bonggol tanaman ini dan membersihkan akarnya dari sisa-sisa tanah yang menempel.Setelah dibersihkan, akar wangi sudah bisa dikeringkan dan dimanfaatkan akarnya agar memiliki nilai ekonomis.Kunci utama yang harus dimiliki oleh orang yang ingin melakukan budidaya tanaman adalah sabar dan perhatian, termasuk untuk membudidayakan tanaman akar wangi.Anda harus sabar menunggu waktu panen tanaman ini tiba, dan selalu memperhatikan apa-apa saja yang dibutuhkan untuk membuat tanaman akar wangi yang Anda tanam tumbuh dengan baik.Langkah-langkah di atas hanya sedikit saran untuk membantu Anda, para pemula yang tertarik dengan usaha budidaya tanaman akar wangi.

Cara Budidaya Akar Wangi

1. Persyaratan Tumbuh

Faktor yang menentukan kualitas dari minyak akar wangi ini ialah keadaan tanah dan iklim. Dimana untuk keadaan tanah, akar wangi ini cocok tumbuh di tanah yang berpasir ataupun tanah abu vulkanik yang ada dilereng - lereng bukit. Bisa juga akar wangi tumbuh ditanah liat yang mengandung banyak air, tapi minyak yang terkandung kurang bagus dan tidak maksimal. akar wangi ini memerlukan keasaman tanah (pH) 6-7 derajat. Sedangkan untuk iklim, akar wangi ini tumbuh dengan sangat baik 600-1.500 mpdl dengan curah hujan yang cukup sekitar 140 hari per tahunnya, dan suhu 17-27 derajat celsius dan juga akar wangi senang dengan mengenai sinar matahari secara langsung.

2. Penyiapan Lahan dan Penanaman

Lahan yang akan digunakan sebagai pertanaman akar wangi ini harus bersih dari gulma. Dan kemudian dibuat lubang tanam 20x20x20 cm. Jarak antar tanaman tergantung kesuburan serta kemiringan dari tanah. 2 minggu sebelum melakukan penanaman, lubang diisi dengan pupuk kandang / kompos 2 kg/lubangnya dengan kedalaman tanam tidak lebih dari 4 cm, karena akan dapat mengurangi persentase tumbuh tanaman.

3. Pemeliharaan atau Penyulaman

Penyulaman dilakukan setelah 2 minggu tanam. Tanaman yang tidak tumbuh bisa terlihat diumur 1-2 minggu saat setelah tanam, apalagi jika ditanam berupa bibit sobekan  yang berasal dari bonggol yang ditanam secara langsung ataupun anakan tanpa akar.

4. Penyiraman

Di musim kemarau khususnya, penyiraman diperlukan setiap hari dalam kurun waktu 2 minggu, hingga akar - akar baru tumbuh serta menempel pada tanah.

5. Pemupukan

Pemupukan dilakukan jika akar wangi ditumpangsarikan dengan sayuran.

6. Pemangkasan

Seperti tahapan pemupukan, akan dilakukan jika akar wangi ditumpangsarikan dengan tanaman sayuran.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Hama serta penyakit di akar wangi ini tidak terlalu menjadi masalah yang penting, karena itu pengendalian biasanya jarang dilakukan.

8. Penanganan Pasca Panen

Waktu pemanenan tiba itu tergantung pada musim. Jika area yang akan ditanami kembali sama, maka pemanenan dilakukan harus pada musim hujan supaya bisa tumbuh dengan baik.

9. Pemotongan Bonggol

Bonggol bisa dipotong dengan menggunakan alat pemotong secara manual seperti golok atau dapat juga menggunakan mesin pemotong / perajang.

10. Pencucian Akar

Akar yang tanpa bonggol dicuci didalam air mengalir sambil dikibaskan hingga semua tanah yang menempel terlepas dari akar. Keringkan akar wangi hingga benar - benar siap untuk dijemur.

11. Penjemuran Akar

Penjemuran dilakukan dari jam 9 pagi hingga jam 2 sore serta dibolak balik sebanyak 2-3 kali selama sekitar 2 hari diatas lantai penjemur yang diberikan alas tikar ataupun bambu anyam ketebalan 20-20 cm.

12. Penyimpanan

Jika akar wangi tidak disuling, akar wangi dikemas kedalam karung plastik serta ditutup dengan rapat, lalu disimpan dengan cara menumpuk didalam gudang yang tidak tembus cahaya, tidak lembab, serta suhu 20-30 derajat celsisu dan letakkan jauh dari ketel suling supaya mengurangi penguapan minyak selama masa penyimpanan.

13. Perajangan Akar

Tujuan dari perajangan akar ialah untuk mengurangi sifat kamba akar, mempermudah dalam keluarnya minyak dari akar melalui tahapan hidrodifusi. Merajang bisa dilakukan dengan menggunakan golok ataupun mesin khusus perajang akar dengan panjang 10-15 cm. akar wangi yang telah dirajang, harus dimasukkan ke dalam ketel suling agar terhindar dari penguapan minyak dari bagian akar yang telah dipotong.

Baca Juga:

Pengertian, Tujuan dan Manfaat Mulsa Organik Bagi Tanaman dan Tanah



Penelusuran yang terkait dengan Cara Budidaya Tanaman Akar Wangi
  • waktu panen akar wangi
  • jual bibit akar wangi
  • harga akar wangi
  • harga minyak akar wangi 2018
  • jual akar wangi
  • nama lain akar wangi
  • syarat tumbuh akar wangi
  • makalah akar wangi


EmoticonEmoticon