Trik Untuk Belajar Membuat Bonsai Bagi Pemula

Bonsai adalah teknik memperindah tanaman hias. Tanaman untuk bonsai ialah semua jenis tanaman yang mempunyai umur hidup lama dan berkayu.Tanaman yang akan dipakai menjadi bonsai disebut bakalan bonsai. Umumnya, tanaman yang dibonsai harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :
  • Tanaman dikotil karena berpohon keras dan berkambium. Tanaman jenis monokotil bisa juga dikerdilkan, tetapi disebut dengan bonsai sejati.
  • Berumur panjang karena bonsai adalah seni yang terus tumbuh sehingga perlu tanaman yang dapat bertahan hidup lama.
  • Tahan hidup di konsisi ekstrim, wadah sempit, dan jumlah makanan sedikit dengan perkembangan akar dan seadanya.
  • Harus memiliki daya tarik baik daun, batang, akar, bunga, mau pun buahnya.
  • Pohon perlu diberlakukan dengan teknik tertentu seperti diiris, dipangkas, dan dililit dengan kawat agar hasil maksimal.

Baca Juga:

Pengertian dan Peranan Bioteknologi Tehadap Kehidupan Manusia



Pembuatan bibit bonsai dimulai dari pemilihan jenis pohon yang bercabang banyak lalu diberikan perlakuan tertentu. Teknik pembuatan bibit tanaman bonsai diperoleh dari:

SEMAI BAKAL BONSAI.
Penyemaian sendiri kurang efisien karena memakan waktu cukup lama.

STEK, CANGKOK DAN OKULASI
Membuat bibit tanaman bonsai dengan menyetek dan mencangkok menghasilkan tanaman baru dalam waktu singkat. Membuat okulasi membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun. Bibit okulasi terdiri dari 2 bagian yakni batang bawah dan batang atas
Bonsai ditanam dalam pot yang tipis, karena media tanamnya sangat terbatas sehingga memiliki nutrisi tanaman yang terbatas dan sangat sensitif terhadap air siraman. Bahan yang dipakai untuk campuran media tanam bonsai meliputi:
  • Pasir bersifat porus sehingga mudah meneruskan air, mencegah air menggenangi media, dan memudahkan udara masuk ke dalam media tanam.
  • Tanah yang umum dipakai yakni tanah gunung yang hitam dan tanah merah.
  • Humus berasal dari dedaunan yang sudah mengalami proses pelapukan alami. Humus mengandung banyak zat hara dan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman.
  • Kompos banyak mengandung unsur hara dan ditambahkan pada tumbuhan supaya berkembang dengan baik sesuai genetis dan potensi produksinya.
  • Pupuk kandang yang biasa dipakai dari kotoran kambing. Pupuk kandang yang boleh dipakai yaitu sudah matang, berwarna cokelat tua, dan tidak bau.
Penanaman tanaman bonsai dimulai dengan pemilihan tanaman dengan batang utama yang cukup kuat kemudian dipindahkan ke pot. Lalu bentuk alur tanaman sesuai dengan yang disuka dengan memakai kawat.
Periksa ranting dan cabang yang tumbuh secara rutin untuk membentuk bonsai sesuai dengan apa yang diingini. Pemilihan tanah penting untuk pembentukan batang, ranting dan dahan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman tanaman bonsai:

  • POT DAN ISINYA.
Pot adalah sarana kreasi bonsai. Semua pot bonsai diperlengkapi dengan 1/lebih lubang pembuangan air yang ditutup dengan gas plastik. Resep umum media untuk tanaman yang berdaun lebar adalah: 50 % tanah liat sedang, 20 % pasir dan 30 % kompos

  • MENGISI POT.
Mengisi pot untuk tanaman bonsai adalah duplikasi dari keadaan yang sebenarnya di alam bebas.
Lapisan paling atas tebalnya tidak lebih dari 35 cm bersifat cerul, penuh dengan humus dan subur.
Lapisan kedua lunak untuk menyalurkan air ke bawah menjadi air tanah. Lapisan ketiga banyak batu-batuan berukuran beraneka ragam dan lapisan paling bawah merupakan lapisan induk batu yang kedap air.

  • PENGAMANAN ISI POT.
Batu kerikil, pasir dan tanah mengandung serangga tanah yang membahayakan tanaman bonsai.
Untuk itu diperlukan filter isi pot agar terbebas dari cacing tanah, serangga, jenis-jenis penyakit, dan biji-biji rerumputan agar tanaman tidak terganggu pertumbuhannya.

  • PEMELIHARAAN SETELAH TANAM.
Siram bakal bonsai dan tanahnya mempergunakan spayer yang halus. Air penyiraman harus bersih, tidak berlumpur, dan nentral. Hentikan penyiraman bila air sudah berlebihan dan mengalir ke luar melalui lubang air.
Lalu tempatkan bakal bonsai di tempat teduh, tidak banyak angin, dan bebas dari gangguan anak-anak atau hewan kesayangan.Untuk mempercepat tumbuhnya kembali bakal bonsai bisa diusahakan dengan menutup seluruh tanaman dengan kantung plastik transparan.Penentuan gaya bonsai yang diinginkan mengacu pada ukuran bonsai. Berdasarkan ukurannya, bonsai dikelompokkan menjadi 5 kategori yakni, kecil sekali dengan tinggi s/d 15 cm, kecil dengan tinggi 15-30 cm, sedang dengan tinggi 30-60 cm, besar dengan tinggi 60-100 cm, dan besar sekali dengan tinggi 100-150 cm.

Mulanya, bonsai hanya dibuat menurut 5 gaya yakni gaya tegak lurus, tegak berliku, miring, setengah menggantung, dan menggantung.Seiring dengan perkembangan waktu, kelima gaya dasar tersebut berkembang menjadi berumpun, akar terjalin, tampil akar, tumbuh di batu, terpelintir, merunduk, keringan.
Tahap pembentukan bonsai yaitu:

  • MEMBENTUK KERANGKA DASAR
Bakal bonsai yang siap untuk diberi kerangka dasar ialah yang sudah benar-benar sehat kembali setelah mengalami pemindahan. Batang pokoknya sudah tidak tergoyahkan lagi dan sudah cukup mencapai ketinggian yang diperlukan untuk dibentuk.

  • MERUBAH ARAH DAN BENTUK.
Adalah suatu paksaan dan memakan waktu sampai bentuk dan arah yang dikehendaki tercapai.Untuk itu diperlukan sarana untuk memudahkan pelaksanaannya seperti kawat kuningan dari beberapa ukuran diameternya, tali raffia, tang, gunting pemangkas, gunting biasa, pisau kecil, tang yang runcing ujungnya, dan cellotape.Penyempurnaan bonsai kini adalah untuk menyusun ranting-ranting dengan daunnya yang cukup lebat, namun seimbang dengan bentuk dan ukuran bonsai keseluruhannya.

Baca Juga:

Tujuan dan Fungsi Kegiatan Pengawetan Tanah ( Artikel Lengkap)


Pengendalian pertumbuhan tanaman bonsai dilakukan melalui pemangkasan dan pengetipan titik tumbuhBeberapa teknik yang sering dipakai untuk memperbanyak bonsai ialah dengan pemotongan bagian vegetatif dan layering.Kedua cara relatif cepat dan mudah. Memotong percabangan bonsai, lau menanamnya di media tumbuh yang sesuai untuk menghasilkan bonsai baru.Ranting bonsai yang dipotong harus cukup tebal dan kokoh supaya bisa menjadi anakan baru yang cantik.Bila ranting yang dipotong berasal dari bonsai yang telah cukup tua maka anakannya pun akan mempunyai kesan setua induknya dan menjadi nilai tambah bagi bonsai anda. 

Pemunculan akar dari ranting yang sudah tua lebih lama dibandingkan dengan ranting yang masih muda.Teknik perbanyakan bonsai yang kedua adalah dengan layering. Teknik ini mirip dengan cangkok. Prosedurnya seperti cangkok biasa. Umumnya bagian yang dicangkok adalah cabang yang cukup tebal agar anakan bonsai tumbuh seindah bonsai induknya dengan kokoh.Teknik lainnya adalah menyambung beberapa jenis bonsai untuk menghasilkan varian baru.

 Penelusuran yang terkait dengan Cara Membuat Bonsai Dengan Mudah Untuk Para Pemula
  • membuat bonsai serut
  • cara menanam bonsai di atas batu
  • cara menanam bonsai beringin
  • membuat bonsai bambu
  • cara menanam bonsai kamboja
  • cara buat bonsai bunga kertas
  • pohon yang cocok untuk bonsai
  • membuat bonsai dari akar


EmoticonEmoticon