Biografi Lengkap Gatot Subroto Tentara Tiga Zaman

 
  Profil Gatot Subroto    

Nama : Gatot Subroto
Tempat Lahir : Banyumas,  Jawa Tengah
Tanggal Lahir : Minggu, 10 Oktober 1909
Zodiac : Balance
Meninggal : Jakarta, 11 Juni 1962 (umur 54)
Makam: Ungaran, kabupaten Semarang
Warga Negara : Indonesia


    Biografi Gatot Subroto    

Nama Gatot Subroto diabadikan dalam sebuah nama jalan di daerah Jakarta. Pengabdiannya dalam sebuah nama jalan mengartikan bahwa Gatot Subroto ialah seseorang yang patut dikenang jasanya. Dikenal sebagai seorang yang pemberani, tegas, dan pantang akan kesewenang-wenangan. Hal ini tertanam mulai dari sejak ia kecil dan terbukti dengan keberaniannya ketika berkelahi dengan anak kompeni yang menganggap dirinya memiliki derajat tinggi lantas menindas orang, membuat Gatot Subroto tidak tinggal diam. Agar tahu lebih jelas, mari kita ulas bersama biografi Gatot Subroto.
Biografi Gatot Subroto berawal dari keberaniannya di masa kecil. Putra kelahiran Banyumas pada tanggal 10 Oktober 1909 ini sempat mengenyam pendidikan di Europesche Lagere School (ELS) namun tak sampai tamat. Dikeluarkan dari ELS karena ulah keberaniannya, Gatot Subroto kemudian beralih sekolah di Holands Inlandse School (HIS). Ia menyelesaikan pendidikan formalnya di sana, namun  tidak melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang lebih tinggi. Ia memilih bekerja sebagai pegawai. Pilihan bekerja sebagai pegawai kemudian ia alihkan ke militer karena tidak memuaskan jiwanya. Pada tahun 1923 beliau memutuskan untuk masuk sekolah militer di magelang. 

Biogafi Gatot Subroto berkesan karena ia adalah seorang tentara pada tiga zaman. Selepas ia lulus dari sekolah militer di Magelang, Gatot Subroto menjadi anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda) hingga akhir kependudukan Belanda di Indonesia. Setelah itu Ia diangkat anggota PETA (Pembela Tanah Air) pada masa penjajahan Jepang dan menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) setelah kemerdekaan Indonesia. Ia ikut serta dalam penumpasan PKI tahun 1948. Ia pula menjadi pioneer pembentukan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Watak seorang tentara yang membela keadilan memang terlahir dalam darahnya. Bersifat berani, tegas, bersolidaritas tinggi dan anti akan kesewenang-wenangan menjadi ciri khasnya. 

Biografi Gatot Subroto tak hanya mengesankan keberanian seorang prajurit militer, namun juga orang yang memiliki jiwa empati yang tinggi. Meskipun ia adalah tentara baik pada masa penjajahan, namun ia menaruh perhatian terhadap orang kecil tertindas. Tak ayal, ia pernah menyumbangkan gajinya untuk membantu keluarga orang hukuman yang berada di bawah pengawasannya. Pada tahun 1945-1950 Ia dipercaya untuk mengemban jabatan penting, yakni menjadi Panglima Corps Polisi Militer, Panglima Divisi II dan juga menjabat sebagai Gubernur Militer dari daerah Surakarta. Semasa ia menjadi Gubernur ia menumpas pemberontakan PKI dengan gemilang dan akhirnya ia dipercaya menjabat sebagai Panglima Tentara dan Teritorium (T & T)  IV Diponogoro. 

Puncak karir Gatot Subroto yakni ketika diangkat menjadi Wakasad (Wakil Kepala Staff Angkatan Darat pada tahun 1956. Ia dikenal sebagai pemimpin yang memiliki perhatian besar  terhadap pembinaan perwira muda. Menurutnya pembinaan perwira dapat berjalan maksimal jika akademi militer setiap angkatan menyatu yakni Angkatan Darat, Laut dan Udara. Berkat gagasannya, akhirnya terbentuklah AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Demikian biografi Gatot Subroto dengan perjalanan militernya. Ia wafat di Jakarta pada tanggal 11 Juni 1962 pada usia 55 tahun. Seminggu setelah kematiannya, beliau dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional dan dikuatkan dengan SK Presiden RI No. 222 Tahun 1962.

    Pendidikan Gatot Subroto    

  • Europeesche Lagere School (ELS)
  • Holands Inlandse School (HIS)
  • Sekolah Militer, Magelang, 1923
  • Pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (Peta)
  • Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

Baca Juga: 

5 cara mengencangkan pori-pori wajah Dijamin Ampuh Cuma 7 Hari


    Karir Gatot Subroto    

  • Wakil Kepala Staff Angkatan Darat, 1953
  • Panglima Tentara & Teritorium (T & T) IV Diponegoro
  • Gubernur Militer Daerah Surakarata dan sekitarnya, 1945-1950
  • Panglima Corps. Polisi Militer, 1945-1950
  • Panglima divisi II, 1945-1950 
  • Komandan Batalyon
  • Komandan kompi, Sumpyuh, Banyumas
  • Anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda)
  • Pegawai pemerintah

    Penghargaan Gatot Subroto    

  • Gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional menurut SK Presiden RI No.222 tanggal 18 Juni 1962


EmoticonEmoticon