Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Ilmupedia.web.id - Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)| Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri dari berbagai klasifikasi tumbuhan lumut. Ciri-ciri tumbuhan lumut pada kali ini adalah ciri-ciri tumbuhan lumut secara umum. Dimana kita tahu bahwa setiap jenis-jenis tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri yang berbeda, namun ada juga yang hampir sama.  Tumbuhan lumut atau Bryophytes yang berasal dari bahasa Yunani yaitu Bryon yang berarti "lumut" sedangkan "phyton" yang berarti tumbuhan. Tumbuhan lumut biasanya berwarna hijau karena tumbuhan lumut mempunyai sel-sel dengan plastida yang men3ghasilkan klorofil a dan b. Jadi, lumut bersifat autotrof. Tubuh lumut dapat dibedakan menjadi dua yaitu sporofit dan gametofit.

Berdasarkan strukturnya tubuh lumut dimana tumbuhan lumut masih berupa talus menurut anggapan ahli, tetapi ada pula yang menganggap bahwa lumut telah berkormus atau telah mempunyai akar, batang, dan daun). Namun lebih tepatnya, tumbuhan lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus.  Lumut dapat melakukan dua adaptasi yang memungkinkan tumbuh di tanah. Adaptasi pertama, tubuh lumut diselubungi oleh kutikula lilin sehingga dapat mengurangi penguapan dari tubuhnya. Kedua, gamet-gametnya berkembang didalam gametangium. sehingga zigot hasil fertilisasi berkembang dalam jaket pelindung.

Lumut belum memiliki jaringan pengangkut yaitu xilem dan floem, maka air masuk ke tubuh lumut secara imbibisi. Setelah itu didistribusikan ke bagian-bagian tumbuhan lumut secara defusi, daya kapilaritas, dan dengan aliran sitoplasma. Sistem pengangkut yang dimiliki tumbuhan lumut membuat habitat tumbuhan lumut hanya dapat hidup di rawa dan tempat teduh. Lumut memiliki tinggi kurang dari 20 cm dan lumut memiliki pergiliran keturunan (metagenesis).

Lumut berkembangbiak dengan reproduksi seksual dan aseksual. Reproduksi tumbuhan lumut secara seksual adalah dengan peleburan antara spermatozoit dengan ovum dalam perantaraan air. Zigot hasil dari fertilisasi akan berkembang menjadi embrio, kemudian itu sporofit diploid (2n) yang memiliki sporangium (kotak spora) dan menghasilkan sporahomosfor. Reproduksi tumbuhan lumut secara askesual adalah spora haploid yang menghasilkan dalam sporangium akan tumbuh dengan menjadi protonema dan kemudian menjadi gametofit.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Secara Umum

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta) - Berdasarkan berbagai penjelasan tersebut dapat disimpulkan ciri-ciri tumbuhan lumut. Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut Secara Umum adalah sebagai berikut...
  • Merupakan bentuk peralihan antara tumbuhan yang bertalus (talofita) dengan tumbuhan berkormus (kormofita)
  • Tumbuhan lumut berukuran tinggi rata-rata kurang lebih 1-2cm dan yang paling tinggi mencapai 20 cm. 
  • Mengalami pergiliran keturunan generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit adalah generasi penghasil spora sedangkan generasi gametofit adalah generasi penghasil gamet. 
  • Tumbuhan lumut berbentuk lembaran, tumbuhan kecil memiliki bagian yang merupai akar atau rizoid, batang dan daun. 
  • Dalam tubuh tumbuhan lumut mengandung sel-sel yang berkloroplas (klorofil untuk fotosintesis) dan tidak mempunyai jaringan pengangkut 
  • Tubuh gametofit bersifat haploid (n) yang sehari-hari kita kenal sebagai tumbuhan lumut. 
  • Pada tumbuhan lumut terdapat gametangia atau alat kelamin. Alat kelamin jantan disebut dengan anteridium yang menghasilkan spermatozoid sedangkan alat kelamin betina disebut arkegonoium yang menghasilkan ovum. 
  • Bersifat autotrof karna tumbuhan lumut sudah memiliki klorofil 
  • Tumbuhan lumut belum memiliki jaringan pengangkut xilem dan floem 
  • Memiliki lapisan pelindung, kutikula dan gametangium
  • Tumbuhan lumut hidup dirawa dan ditempat yang lembab 
  • Tumbuhan lumut menyerap air secara imbibisi 
  • Umumnya tumbuhan lumut berwarna hijau, karna sel-selnya memiliki kloroplas (plastida)
Ciri-Ciri Tubuh Lumut 
Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
"Tumbuhan Lumut"
1. Bentuk dan Ukuran Tubuh Lumut 
Tubuh lumut ada yang berbentuk lembaran, seperti lumut hati (hepaticopsida), ada pula tumbuhan lumut yang berbentuk kecil dan tegak, seperti tumbuhan lumut jenis lumut daun (Bryopsida). Lumut yang berukuran kecil umumnya memiliki sekitar 1-2 cm, sedangkan tumbuhan lumut yang berukuran besar memiliki tinggi sekitar 20 cm. Daun lumut sangat tipis ( hanya terdiri atas selapis sel) dan tulang daun juga terdiri atas beberapa lapis sel. Bagian ujung batang tumbuhan lumut terdapat titik tumbuh yang merupakan penyebab lumut tumbuh memanjang dan lumut tidak mengalami pertumbuhan membesar. Jaringan pengangkut tumbuhan lumut berupa empulur. 

2. Struktur dan Fungsi Tubuh Lumut Bentuk Gametofit 
Tumbuhan lumut bentuk gametofit adalah bentuk tumbuhan yang tampak berwarna hijau dengan bentuk lembaran seperti dengan tumbuhan kecil, dan mementuk alat kelamin (gametangium) yang menghasilkan gamet (sel kelamin). Alat kelamin jantan (anteridium) menghasilkan spermatozoid (sel kelamin jantan) dan alat kelamin betina (arkegonium) menghasilkan ovum (sel kelamin betina). Lumut yang memiliki arkegonium disebut dengan monoesis (berumah satu) atau homotalis. Lumut hanya memiliki salah satu jenis alat kelamin anteridium atau arkegonium saja yang disebut dengan diesis (berumah dua) atau heterotalus. Gametofit yang memiliki anteridium disebut dengan gametofit jantan, sedangkan dengan gametofit yang memiliki arkegonium disebut dengan gametofit betina. Gametofit betina tumbuh sporofit.


3. Struktur dan Fungsi Tubuh Lumut Bentuk Sporofit
Tumbuhan lumut bentuk sporofit adalah bentuk yang menghasilkan spora. Sporofit memiliki variasi warna seperti kecokelatan, kemerahan atau keunguan, dan kekuningan. Sporofit berada diatas gametofit. Sporofit bertangkai dan berbentuk seperti terompet atau kapsul. Sporofit mendapatkan makanannya dari gamefofit seperti mendapatkan air, garam mineral, dan zat makanan. Sporofit memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan gametofit dengan masa hidup lebih pendek. Sporofit membentuk sporangium yang memiliki bagian-bagian vaginula. Vaginula adalah selaput pangkal tangkai, seta (tangkai), dan sporangium (kotak spora). Sporangium yang berbentuk kapsul dilindungi oleh kaliptra. seperti jenis tumbuhan lumut daun. Sporangium tersusun dari bagian apofisi, teka (theca), dan operkulum (penutup. Jika operkulum terlepas maka yang terjadi gigi pristom berfungsi melemparkan spora pada saat udara kering sehingga spora tersebar. Spora dilindungi oleh sporopollenin. Spora lumut memiliki bentuk dan ukuran yang sama sehingga disebut dengan homospora atau isospora.




Demikianlah informasi seputar Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta). Semoga teman-teman dapat menerima dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Setelah melihat Ciri-ciri tumbuhan lumut mungkin ada baiknya teman-teman SHARE atau bagikan melalui sosial media seperti yang ada dibawah ini. Sekali lagi semoga bermanfaat. Amin. Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman".

Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Ilmupedia.web.id - Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)| Tumbuhan lumut memiliki dua jenis reproduksi. Reproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Reproduksi aseksual terjadi melalui dengan pembentukan spora dengan pembelahan meiosis sel induk spora yang ada didalam sporangium (kotak spora). Spora tersebut kemudian akan tumbuhan menjadi gametofit. Tumbuhan lumut terkhusus lumut hati memiliki reproduksi secara aseksual (vegetatif) yang dilakukan dengan pembentukan gemmae cup (piala tunas) dan Fragmentasi, fragmentasi adalah pemutusan sebagian tubuhnya. Sedangkan reproduksi secara seksual melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid yang kemudian menghasilkan zigot. Zigot akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit memiliki umur pendek yaitu sekitar 3-6 bulan. 

Dalam siklus hidup tumbuhan lumut, tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan atau metagenesis antara generasi gametofit yang berkromosom haploid (n) dengan generasi sporofit yang memiliki kromosom diploid 2n). Bentuk lumut gametofit sering kita temukan karena gametofit lebih dominan dan mempunyai waktu hidup yang lama dibandingkan dengan bentuk sporofit.

Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
"Tumbuhan Lumut"
Jenis-Jenis Gametangium 
  • Arkegonium adalah alat kelamin betina yang memiliki bentuk seperti botol dengan bagian yang lebar disebut perut sedangkan bagian yang sempit disebut dengan leher.  
  • Anteridium adalah alat kelamin jantan yang memiliki bentuk bulat yang menyerupai gada. Bagian anatomi anteridium yaitu dinding anteredium terdiri dari selapis sel dan bagian dalamnya terdapat sejumlah sel induk. 
Penjelasan Lebih Lengkap Pembagian Reproduksi Tumbuhan Lumut 
  • Reproduksi Aseksual  : Reproduksi aseksual atau secara vegetatif yang memiliki spora dengan kromosom haploid (n) yang dihasilkan dari dalam sporangium yang kemudian tumbuhan menjadi protonema, selanjutnya tumbuhan menjadi gametofit. 
  • Reproduksi Seksual : Reproduksi Seksual atau secara generatif, yang memiliki dimulai dari peleburan antara spermatozoid dengan ovum dengan menggunakan perantaraan air. Zigot hasil dari fertilisasi kemudian akan berkembang menjadi embrio, setelah itu sporofit berkromosom diploid (2n)  memiliki kotak spora (sporangium) dan akan menghasilkan spora homosfor. 
Proses Pergiliran Keturunan (Metagenesis)
Pergiliran Keturunan (metagenesis) pada siklus hidup lumut daun dapat kita gambarkan sebagai berikut....
  • Spora berkromosom haploid (n) yang jatuh di habitat yang cocok akan berkecambah, sel-selnya membelah secara mitosis, dan tumbuhan menjadi protonema yang haploid (n). 
  • Protonema akan tumbuhan menjadi gametofit (tumbuhan lumut) jantan dan betina yang haploid (n) 
  • Tumbuhan lumut yang sudah dewasa akan membentuk alat kelamin jantan yaitu anteridium dan alat kelamin betina yaitu arkegonium. 
  • Anteridium kemudian menghasilkan spermatozoid berflagel yang berkromosom haploid (n). Sedangkan arkegonoium menghasilkan ovum yang berkromosom haploid (n). Ovum memproduksi zat gula dan protein yang merangsang pergerakan spermatozoid menuju ovum. Pergerakan spermatazoid disebut dengan kemotaksis. 
  • Fertilisasi ovum oleh spermatozoid menghasilkan zigot yang memiliki kromosom diploid (2n). 
  • Zigot mengalami pembelahan secara mitosis dan akan tumbuh menjadi embrio dengan diploid (2n). 
  • Sporofit akan membentuk sporogonium (2n) yang memiliki kotak spora atau sporangium. 
  • Di bagian dalam kota spora terdapat sel induk spora yang diploid (2n) yang kemudian akan membelah secara meiosis dan akan menghasilkan spora-spora yang haploid (n). 
Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Pergiliran Keturunan


Demikianlah uraian seputar Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) . Semoga teman-teman menerima dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman".

Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Ilmupedia.web.id - Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)| Lumut (Bryophyta) memiliki klasifikasi, terdiri dari lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthocerotopsida), lumut daun (Bryopsida). Dari setiap jenis klasifikasi tumbuhan lumut cara membedakannya ialah dengan melihat bentuk morfologi dan anatomi tumbuhan lumut, yaitu bentuk fisik dan bentuk-bentuk dalam dari tumbuhan lumut, maka dari itu untuk mengetahui itu semua mari kita melangkah menuju Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryopsida). Agar kita lebih mudah dalam mengetahui dan dapat membedakan klasifikasi tumbuhan lumut baik itu lumut hati (hepaticopsida), lumut tanduk (Anthocerotopsida), lumut daun (Bryopsida). 

Dalam Klasifikasi Tumbuhan lumut memiliki ribuan spesies yang terdapat sekitar 16.000 jenis-jenis spesies tumbuhan lumut yang kini sudah dikenali dan diklasifikasikan. Dari 16.000 spesies tersebut diklasifikasikan dalam tiga kelas seperti yang ada diatas tadi yaitu lumut tanduk (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthocertopsida), dan lumut daun (Bryopsida). Berikut penjelasan dari Klasifikasi Tumbuhan Lumut beserta Ciri-Cirinya.

1. Lumut Hati (Hepaticopsida)

Lumut hati adalah tumbuhan betalus dengan tubuh yang memiliki bentuk lembaran, pipih dan berlobus dimana pada umumnya tumbuhan lumut hati tidak memiliki daun, seperti Marchantia dan Lununaria. Namun, ada juga tumbuhan lumut hati yang memiliki daun seperti Jungermannia. Dalam Cara Hidup dan Habitat tumbuhan lumut hati, lumut hati tumbuh mendatar dan melekat pada substrak dengan menggunakan rizoid. Lumut hati banyak ditemukan di tanah yang lembab, terutama di bagian hutan hujan tropis. Lumut hati juga ada yang tumbuh dipermukaan air, misalnya Ricciocarpus natans. 

Reproduksi Perkembangbiakan. Dari beberapa jenis tumbuhan lumut hati, misalnya Marchantia dan Lunularia, gametofit memiliki struktur yang khas karna berbentuk seperti mangkok yang disebut dengan gemmae cup. Gemmae cup adalah piala tunas yang berfungsi sebagai alat reproduksi secara vegetatif karena didalamnya terdapat gemmae atau tumbuhan lumut yang kecil yang jika terlepas dan terpelanting oleh air hujan maka tumbuhan lumut tersebut akan tumbuhan menjadi lumut baru. Selain dari gemmae cup, reproduksi vegetatif lumut hati juga dapat melakukan cara fragmentasi (pemutusan sebagian tubuhnya). Lumut hati berumah dua, misalnya Marchantia sp. Namun, ada juga yang berumah satu . Lumut hati yang berumah dua memiliki gametofit betina yang membentuk arkegoniofor pada bagian ujung tangkainya terdapat struktur yang berbentuk cakram atau payung dengan tepi yang berlekuk ke dalam seperti jejari. Pada bagian bawah cakram terdapat arkegonium. Arkegonium adalah membentuk sel kelamin betina (ovum). Sementara dari gametofit jantan membentuk anteridiofor yang dibagian ujung tangkainya terdapat struktur yang memiliki bentuk cawan dengan tepi yang berlekuk tidak dalam. Pada bagian atas cawan terdapat anteridium yang merupakan alat yang menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoi) yang berflagel dua. . Jika spermatozoid membuahi ovum maka terbentuk zigot yang akan tumbuhan menjadi sporofit. Sporofit terletak tersembunyi pada bagian bawah cakram arkegoniofar. Sporofit (2n) akan membentuk sporogonium yang akan menghasilkan spora.

Tumbuhan lumut hati (hepaticopsida) memiliki jumlah spesies sekitar 6.500 spesies. Contoh sebagian dari jenis-jenisnya adalah seperti Riccardia indica, Reboulia hermisphaerica, Marchantia polymorpha, Pellia calycina. 
Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Kesimpulan :

Ciri-Ciri Lumut Hati (Hepaticopsida) - Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut Hati (Hepaticopsida) adalah sebagai berikut... 
  • Hidup ditanah basah, dan lembab
  • Gamefotif berupa pita yang lebar sekitar 1-1,5 cm, bercabang menggarpu
  • Alat reproduksi memiliki bentuk payung 
  • Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan gemma (kuncup tunas)
  • Reproduksi seksual dengan cara fertilisasi 
  • Zigot akan tumbuh menjadi sporofit yang dapat menghasilkan spora.
  • Tubuhnya berupa talus dan rizoid
  • Lumut hati berbentuk lembaran, pipih, dan berlobus 
  • Tidak mempunyai jaringan meristematik
2. Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

Anthocertopsida atau hornwort memiliki bentuk seperti lumut hati, namun perbedaan lumut hati dan lumut tanduk, lumut tanduk memiliki sporofit yang berbentuk kapsul memanjang seperti tanduk dan mengandung kutikula. Sporofit tumbuh dari jaringan yang cawan arkegonium. Setelah sporofit tersebut masak, bagian ujungnya akan terbelah dua. Sporogonium memiliki benang-benang elater yang mengatur pengeluaran spora, dan pada kapsulnya terdapat stomata. Anteridium dan arkegonium ada yang teretak pada talus yang sama yaitu berumah satu, dan ada pula yang terletak talus yang berbeda yaitu berumah dua.

Cara hidup dan habitat. Tumbuhan lumut tanduk tumbuh di batu-batuan atau tanah yang lembab. Terdapat sekitar 100 spesies lumut tanduk. Contoh sebagian jenis-jenis lumut tanduk adalah seperti, Falioceros, Anthocerospunctatus, Leiosporoceros, dan Phaeoceros laevis. 

Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Kesimpulan :

Ciri-Ciri Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)  - Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan ciri-ciri lumut hati (anthocerotopsida). Ciri-Ciri Lumut Hati (Anthocerotopsida) adalah sebagai berikut... 
  • Lumut hati berupa talus, sporofit kapsulnya memanjang.
  • Rizoid berada pada bagian ventral 
  • Gametofit yang berupa talus yang berbentuk lebar dan tipis serta berlekuk
  • Habitat yang mempunyai tingkat kelembapan yang tinggi

3. Lumut Daun (Bryopsida)

Lumut daun (Bryopsida) adalah lumut sejati yang memiliki jumlah paling banyak dibandingkan degan spesies dari dua kelas yaitu lumut tanduk, dan lumut hati. Lumut daun adalah lumut yang menutupi sekitar 3% dari permukaan daratan bumi. Cara hidup dan habitat, lumut daun mudah ditemukan diberbagai tempat seperti di permukaan tanah, tembok, batu-batuan, atau menempel di kulit pohon. Diatas permukaan tanah yang lembab, lumut daun tumbuh rapat menyokong satu sama lain, dan memiliki sifat yang seperti dengan busa, berfungsi memungkinkan menyerap dan menahan air.

Struktur dan Bentuk lumut daun, tubuh lumut daun memiliki bentuk seperti tumbuhan kecil yang tumbuh tegak. Umumnya tinggi lumut sekitar kurang dari 10 cm, dan ada pula yang memiliki tinggi sekitar 40 cm seperti Polytrichum commune. Jika kita perhatikan dengan cermat, tubuh lumut daun merupakan kormus yang memiliki bagian yang menyerupai seperti akar (rizoid), batang dan daun. Rizoid disusun dari banyak sel atau multiseluler yang bercabang-cabang. Batang lumut daun bercabang-cabang, tetapi ada juga yang tidak bercabang. Daun yang berukuran kecil dan berkedudukan dengan tersebar di sekeliling batang.

Reproduksi Lumut Daun. Dalam pergiliran keturunan antara gametofit dengan sporofit. Gametofit yang telah dewasa akan membentuk alat kelamin jantan (anteridium) yang menghasilkan spermatozoid, sedangkan dari alat kelamin betina (arkegonium) yang menghasilkan ovum. Lumut daun ada yang berumah satu dan berumah dua. Fertilisasi dari ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi sporofit. Sporofit membentuk sporogonoium yang memiliki bentuk yang beragam seperti bulat, kapsul, horizontal, kerucut berparuh, dan kapsul tegak. Didalam sporogonium terdapat sporangium yang didalamnya terdapat banyak spora. Spora dapat tumbuh menjadi lumut daun yang baru, jika jatuh dihabitat yang cocok. Selain spora, lumut daun Spaghnum bereproduksi melalui fragmentasi.

Lumut daun (bryopsida) memiliki spesies sekitar 10.000 lumut daun. Contoh sebagian jenis-jenis lumut daun adalah seperti Campylopus, Sphagnum palustre, Polytrichum hyperboreum, Dichodontium, Polytrichum commune, Sphagnum squarrosum.

Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Kesimpulan :

Ciri-Ciri Lumut Daun (Bryopsida) - Dari penjelasan lumut daun dapat kita simpulkan ciri-ciri lumut daun (bryopsida). Ciri-Ciri Lumut Daun (Bryopsida) adalah sebagai berikut...
  • Merupakan lumut sejati
  • Memiliki bagian-bagian yang merupai seperti akar (rizoid), batang dan daun.
  • Lumut dapat ditemukan diberbagai tempat seperti dipermukaan tanah, tembok, batu-batuan dan menempel dikulit pohon
  • Habitat lumut daun berada dipermukaan yang mempunyai tanah yang lembab 
  • Memiliki sifat yang mirip dengan busa yang memungkinkannya menyerap dan menahan air. 
  • Lumut daun tumbuh dengan tegak 
  • Umumnya tinggi lumut daun kurang dari 10 cm, dan ada pula mencapai sekitar 40 cm. 
  • Rizoid terusun atas sejumlah sel yang bercabang-cabang
  • Hidup berkelompok dengan membentuk hamparan tebal seperti beludru. 
  • Generasi gametofit yang berupa talus dengan bentuk seperti tumbuhan kecil 


Demikianlah uraian seputar Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryopyta). Semoga teman-teman dapat menerima dan dapat bermanfaat dari setiap uraian ciri-ciri klasifikasi tumbuhan lumut (Bryophyta) seperti ciri-ciri lumut hati (hepaticopsida), ciri-ciri lumut tanduk (antocerotopsida), dan ciri-ciri lumut daun (bryopsida). Pesan Buat Teman-Teman, sebelum beranjak dari Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta) ada baiknya teman-teman SHARE atau Bagikan melalui sosmed yang anda gunakan untuk memudahkan kerabat atau teman-teman kita dapat dengan mudah menemukan ciri-ciri klasifikasi tumbuhan lumut. Jangan lupa yah. :) . Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman".

Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Ilmupedia.web.id - Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)| Tumbuhan paku terdiri dari 20 ribu jenis dengan klasifikasi yang ciri-ciri tertentu. Klasifikasi tumbuhan paku (pteridophyta) dibagi atas beberapa subdivisi dimana seluruh spesies tumbuhan paku adalah 20.000 ribu jenis, setiap spesies dikelompokkan (diklasifikasikan) dalam beberapa subdevisi tadi karna memiliki kesamaan ciri-ciri. Klasifikasi tumbuhan paku dapat dilakukan yang berdasarkan atas tiga point pertama : pada ada atau tidaknya daun, serta bentuk dan susunan daunnya. kedua : Susunanan sporangium, jenis, bentuk, dan ukuran sporanya sedangkan ketiga : bentuk, susunan, anatomi tubuh, dan lain-lain.   Tumbuhan paku (pteridophya) menjadi empat subdivisi, yaitu Psilopsida (paku purba), Lycopsida (paku kawat), Sphenopsida atau Equisetopsida (paku ekor kuda), dan Pteriopsida (paku sejati). Berikut penjelasan Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteriophyta)... 

1. Psilopsida (Paku Purba)
Psilopsida berasal dari kata yunani yaitu Psilos yang berarti telanjang. Paku Purba (Psilopsida) adalah tumbuhan paku purba (primitif) yang kebanyakan anggotanya sudah punah dan ditemukan sebagai fosil. Tumbuhan yang diduga hidup pada periode zaman Silurian dan Devonian. Dari sebagian spesies yang masih hidup seperti Psilotum nudum. 

Struktur dan Reproduksi Paku Purba (Psilopsida) - Paku purba (Psilopsida) mempunyai struktur tubuh yang sederhana, dengan ukuran tinggi sekitar 30 cm -1 m. Sporofit (2n), umumnya tidak memiliki daun dan akar sejati, namun memiliki rizom yang disekelilingnya terdapat rizoid. Daun paku purba (psilopsida) memiliki ukuran kecil (mikrofil) yang berbentuk sisik. Sedangkan batang paku purba (psilopsida) bercabang-cabang dikotomus, berkrolorofil, dan sudah memiliki sistem vaskuler (pembuluh) dalam mengangkut air dan garam mineral. Sporangium dibentuk di ketiak ruas batang. Sporangium menghasilkan satu dari jenis pora yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama (homospora). Dari gametofit (n) tersusun atas se-sel yang tidak memiliki klorofil sehingga pada zat organik didapatkan dari simbiosis dengan jamur.

Habitat dan Jenis Paku Purba (Psilopsida) - Jenis paku yang termasuk dengan paku purba (psilopsida) adalah Rhynia (paku tidak berdaun) yang telah memfosil. sedangkan yang masih ada dibumi adalah Tmesipteris ditemukan di kepulauan pasifik dan Psilotum tumbuh daerah tropus dan subtropis. 

Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta), Tmesipteris, psilotum
Kesimpulan :
Ciri-Ciri Paku Purba (Psilopsida) - Dari uraian seperti diatas dapat kita simpulkan ciri-ciri dari paku purba (psilopsida). Ciri-ciri paku purba (psilosida) adalah sebagai berikut...,
  • Pada umumnya memiliki daun yang kecil (mikrofil) dan batang berkrolorofil 
  • Merupakan tumbuhan yang sederhana
  • Tinggi paku purba sekitar 30 cm -1 m. 
  • Pada sporofit umumnya tidak memiliki daun dan akar sejati
  • Akar berupa rizom yang dikelilingi oleh rizoid. 
  • Batang paku purba bercabang-cabang dan memiliki sistem vaskuler 
  • Sporangium menghasilkan satu jenis bentuk dan ukuran yang sama. 
  • Hidup didaerah tropis dan subtropis 
2. Lycopsida (Paku Kawat)
Lycopsida (paku kawat/paku rambut) disebut juga dengan club moss (lumut ganda) atau ground pine (pinus tanah), namun yang sebernanya bukan merupakan lumut atau pinus. Lycopsida diperkirakan sudah ada pada masa Devonian, dan tumbuh melimpah pada masa karboniferus. Lycopsida pada masa tersebut telah menjadi fosil atau endapan batubara. Pada masa karboniferus lycopsida memiliki ukuran yang besar sekitar 3 m yang hidup dirawa-rawa selama jutaan tahun, namun punah ketika rawa-rawa mengering. Adapun lycopsida yang masih bertahan pada saat ini, namun memiliki ukuran kecil yang banyak tumbuh di daerah tropis, tanah, epifit di kulit pohon, tetapi tidak bersifat parasit.

Struktur dan Rekroduksi Paku Kawat (Lycopsida) - Bagian tubuh Lycopsida yang paling mudah kita lihat adalah generasi sporofit (2n) yang tersusun atas sel-sel yang memiliki kandungan klorofil dan memiliki daun yang seperti rambut atau sisik yang tersusun rapat pada batangnya. Batangnya memiliki bentuk seperti kawat, pada bagian ujung batang yang bercabang-cabang dan terdapat sporofil dengan struktur berbentuk gada (strobilus) yang mengandung sporangium. Sporangium yang menghasilkan spora. Lycopsida ada yang menghasilkan satu jenis spora (homospora) seperti Lycopodium sp. dan ada juga yang menghasilkan dua jenis spora (heterospora) seperti Selaginella sp. Gametofit (n) memiliki ukuran tubuh yang kecil dan tidak berkrolofil sehingga zat organik diperoleh dari cara bersimbiosis dengan jamur. Gameofit ada yang menghasilkan dua jenis alat kelamin (biseksual), seperti Lycopodium sp. dan ada juga yang menghasilkan satu jenis alat kelamin (uniseksual) seperti Selaginella sp.  


Kesimpulan :
Ciri-Ciri Paku Kawat (Lycopsida) - Berdasarkan dari penjelasan Paku kawat (Lycopsida), ciri-ciri paku kawat (lycopsida) adalah sebagai berikut...
  • Batang berbentuk seperti kawat dan struktur berbentuk gada 
  • Ujung batang tersusun sporofil 
  • Batang mengandung sporangium. 
  • Memiliki akar, batang dan daun sejati 
  • Tumbuh didaerah tropis, ditanah, dan epifit di kulit pohon yang tidak bersifat parasit 
  • Daun yang berbentuk seperti rambut atau sisik yang tersusun pada batang
  • Sporofit mengandung klorofil 
  • Menghasilkan satu jenis spora (homospora) dan dua jenis spora (heterospora). 
  • Gametofit berukuran kecil dan tidak berkrolofil. 
  • Gametofit menghasilkan dua jenis alat kelamin (biseksual), dan satu jenis alat kelamin (uniseksual). 
3. Sphenopsida atau Equiseptopsida (Paku Ekor Kuda)
Pada masa Karboniferus, Sphenopsida tumbuh melimpah yang berukuran besar dan tinggi yang mencapai sekitar 15 m. Spesies yang sphenopsida yang dapat bertahan sekarang ini hanya sekitar 25 spesies yang kebanyakan berasal dari genus equisetum (sekitar 15 spesies), yang memiliki tinggi rata-rata 1 m. namun ada juga yang mencapai 4,5 m. Sphenopsida tumbuh pada tepian sungai yang lembab dan ada didaerah subtropis dibelahan bumi utara.

Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
Equisetum
Struktur Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) - Sphenopsida yang disebut dengan paku ekor kuda (horsetail) disebut dengan paku ekor kuda karna memiliki percabangan batang yang khas yang berbentuk ulir atau lingkaran yang menyerupai ekor kuda. Paku ekor kuda biasanya sering tumbuh didaerah berpasir. Sporofitnya berdaun kecil (mikrofil) atau berbentuk sisik, dan warnanya aga transparan dan tersusun melingkar pada batang. Struktur batang sphenopsida yang berongga dan beruas-ruas. Dinding batang keras yang disusun atas sel-sel yang mengandung silika (sehingga dikenal dengan scouring rushes atau ampelas, yang digunakan sebagai bahan penggosok). Batang paku ekor kuda memiliki rhizoma yang pada ujungnya terdapat strobilus dimana struktur anatomi batang tersebut terdapat sporangia. Sporangium akan menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama, namun ada juga yang berjenis jantan maupun betina, sehingga paku ekor kuda disebut juga sebagai paku peralihan.

Reproduksi Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) - Gametofit paku ekor kuda berukuran kecil (hanya beberapa milimeter) dan mengandung klorofil sehingga dapat berfotosintesis. Gametofit ada yang menghasilkan alat kelamin jantan (anteridium), dan ada juga menghasilkan alat kelamin betina (arkegonium). Gametofit jantan akan tumbuh dari spora jantan, sedangkan betina akan tumbuh dari spora betina.

Kesimpulan :
Ciri-Ciri Paku Ekor Kuda (Sphenopsida atau Equiseptopsida) - Berdasarkan dari uraian diatas dapat kita simpulkan ciri-ciri dari Paku Ekor Kuda . Ciri-ciri paku ekor kuda (Sphenopsida) adalah sebagai berikut....
  • Kebanyakan tumbuh pada tepian sungai  dan daerah subtropis dibelahan bumi utara.  
  • Memiliki tinggi sekitar 1 m hingga tertinggi mencapai 4,5 m 
  • Memiliki percabangan batang yang berbentuk ulir atau lingkaran yang menyerupai ekor kuda
  • Sporofit berdaun kecil (mikrofil) dengan berbentuk sisik yang mengandung silika
  • Memiliki warna agak transparan dan terususun melingkar pada batang. 
  • Struktur batang yang berongga dan beruas-ruas 
  • Memiliki akar, batang dan daun sejati. 
  • Sporangium terdapat pada strobilus yang menghasilkan satu jenis spora. 
4. Pteropsida (Paku Sejati)
Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta), paku sejatiPteropsida (paku sejati) memiliki jumlah spesies sekitar 12.000. Pteropsida (paku sejati) atau pakis adalah kelompok yang sering kita temukan di berbagai habitat khususnya pada tempat yang lembap. Pteropsida hidup di tanah, air, dan epifit pada pohon. Pteropsida yang hidup dihutan tropis memiliki variasi jenis, namun ada juga yang dapat ditemukan di daerah beriklim sedang yaitu subtopis.


Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta), paku sejatiStruktur dan Reproduksi Paku Sejati (Pteropsida) - Sporofit Pteropsida memiliki akar,batang, dan daun. Ukuran batang pteropsida itu sendiri bervariasi ada yang kecil dan besar seperti pohon. Pada batang paku sejati ini berada dibawah permukaan tanah (rizom) sedangkan Daun pterospida memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan kelompok yang lainnya. Pada umumnya daun paku sejati memiliki bentuk seperti lembaran yang berukuran besar (makrofil) yang majemuk atau terbagi menjadi beberapa lembaran dengan tulang daun yang bercabang-cabang. Daun yang masih mudah akan menggulung (circinate). Pteropsida memiliki sporofil ( daun yang menghasilkan spora) dan tropofil (daun yang digunakan untuk fotosintesis dan tidak mengandung spora).  Pada sporofil terdapat sporangium yang terkumpul dalam sorus dibawah bawah permukaan daun. Pada Pteropsida yang hidup di air, sporangium berkumpul dalam sporokarp. Gametofit pterospsida memiliki klorofil yang berukuran bervariasi yang disebtu dengan protalium. Gametofit bersifat biseksual dan uniseksual. Contoh Jenis Paku Sejati (Pteropsida) adalah adiantum fimbriatum, marsilea crenata, Asplenium nidus,

Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta), fimbriatum, marsilea crenata, Asplenium nidus,

Kesimpulan :
Ciri-Ciri Pteropsida (Paku Sejati) - Berdasarkan dari hasil uraian diatas, maka dapat kami simpulkan bahwa ciri-ciri paku sejati (pteropsida) adalah sebagai berikut...
  • Memiliki akar, batang, dan daun sejati. 
  • Kebanyakan tumbuh di daerah tropis dan subtropis 
  • Dapat ditemukan di habitat yang lembab dan Hidup di tanah, di air, atau epifit di pohon. 
  • Memiliki ukuran batang yang bervariasi 
  • Batang berada dibawah permukaan tanah (rizom). 
  • Daun paku sejati memiliki ukuran yang besar dibanding dengan kelompok paku yang lainnya. 
  • Pada umumnya, daun paku sejati memiliki ukuran yang besar (makrofil) yang terbagi menjadi lembaran dengan tulang daun yang bercabang-cabang. 
  • Daun yang masih mudah akan menggulung (circinate)
  • Sporangium terkumpul dalam sorul yang berada dibawah permukaan daun. 
  • Gametofit bersifat biseksual dan uniseksual. 
  • Gametofit memiliki klorofil dengan ukuran yang bervariasi. 

Demikianlah uraian seputar Ciri-Ciri Klasifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta). Semoga teman-teman dapat menerima dan dapat bermanfaat bagi kita semua, baik dari keseluruhan uraian diatas seperti :penjelasan dari paku purba (psilopsida), ciri-ciri paku purba (psilopsida), penjelasan lycopsida (paku kawat), ciri-ciri paku kawat (lycopsida), penjelasan paku ekor kuda (Sphenopsida), ciri-ciri paku ekor kuda (sphenopsida), penjelasan paku sejati (pteropsida), ciri-ciri paku sejati (pteropsida). Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman".

Manfaat Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Bagi Kehidupan Manusia

Ilmupedia.web.id - Manfaat Tumbuhan Lumut (Bryophyta)| Tumbuhan lumut memiliki manfaat atau peranan bagi manusia yang sangat luar biasa. Manfaat tumbuhan lumut (Bryophyta) mungkin hanya sebagian besar dari kita yang mengetahuinya. Beberapa dari jenis-jenis tumbuhan lumut memiliki manfaat dan khasiat bagi keseharian kita baik itu segi kesehatan, ekonomi, dan berbagai kebutuhan-kebutuhan kita. Seperti yang kita ketahui tumbuhan lumut memiliki 4000 spesies dimana 3000 spesies ada di indonesia.

Dari berbagai spesies-spesies tumbuhan lumut yang diantaranya memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Sedangkan dari penelitian sejak dulu masyarakat cina telah menggunakan tumbuhan lumut sebagai bahan pengobatan, 40 jenis lumut digunakan sebagai bahan obat-obatan. 

Manfaat Tumbuhan Lumut (Bryophyta) - Tumbuhan lumut sangat mudah kita dapatkan khususnya pada daerah yang lembab  yang berada di tanah, tembok, bebatuan lapuk dan menempel pada kulit pohon. Biasanya tumbuhan lumut sering kita lihat atau dapatkan menempel pada tembok, atau pada batu-batuan. Teman-teman pasti berfikir bahwa tumbuhan lumut adalah tumbuhan pengganggu atau parasit, padahal tumbuhan lumut berbeda dengan tumbuhan parasit. Tumbuhan lumut (bryophyta) dapat memiliki manfaat karna terlihat dari kandungan lumut yang kaya akan zat-zat penting yang dibutuhkan manusia. Manfaat tumbuhan lumut (Bryophyta) adalah sebagai berikut...

Manfaat Tumbuhan Lumut bagi Manusia
  • Bermanfaat sebagai obat antiseptik pada Tumbuhan Lumut Frullania Tamanisci (lumut hati)
  • Mengandung senyawa berguna dalam mengobati penyakit jantung pada tumbuhan lumut Crateneuron filicinum (lumut daun) 
  • Digunakan untuk obat dalam pertumbuhan rambut pada tumbuhan lumut Fissidens japonicum (lumut daun)
  • Berguna sebagai obat hepatitis, dan menghilangkan toksin akibat dari gigitan ular pada tumbuhan lumut Marchantia Polymorpha (lumut daun)
  • Memiliki manfaat yang berguna untuk mengobati tekanan darah tinggi dan juga sebagai obat bius pada tumbuhan lumut Rhodobryum giganteum (lumut daun)
  • memiliki manfaat yang berguna dan berfungsi sebagai antibakteri, antifungi, mengobati luka bakar, dan luka luar pada tumbuhan lumut Conocephalum conicum (lumut hati)
  • Berguna dalam mengobati penyakit pneumonia pada tumbuhan lumut Haplocladium catillatum (lumut daun)
  • Memiliki manfaat yang digunakan sebagai pembalut atau pengganti kapas dan membantu penyerapan air dan menjaga kelembapan tanah pada tumbuhan lumut Sphagnum 
  • Berfungsi sebagai penyedia oksigen 
  • Dapat mengobati penyakit kulit dan mata


Demikianlah uraian seputar Manfaat Tumbuhan Lumut Bagi Kehidupan Manusia (Bryophyta). Semoga teman-teman menerima dan dapat bermanfaat bagi kita semua. serta jangan lupa yah teman-teman untuk SHARE atau bagikan melalui sosmed yang teman-teman pergunakan, agar setiap orang dapat dengan mudah menemukan manfaat tumbuhan lumut (bryophyta). Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman".

Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Bagi Manusia

Ilmupedia.web.id - Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta)| Tumbuhan paku memiliki banyak manfaat yang berperan dalam kehidupan manusia. Manfaat tumbuhan paku (pteridophyta) dimana kita ketahui bahwa tumbuhan paku adalah organisme fotoautotrof, yang artinya adalah dapat membuat makanan sendiri dengan cara berfotosintesis. Tumbuhan paku hidup di berbagai tempat seperti ditempat lembab (higrofit), di air (hidrofit), permukaan batu, tanah dan menempel (epifit) dikulit pohon.

Tumbuhan paku yang hidupnya di tanah adalah Adiantum cuneatum (splir) dan Alsophila Glauca (paku tiang). Tumbuhan paku yang hidupnya di tanah yang berair adalah Marsilea sp. Tumbuhan paku yang hidup di air adalah Azolla pinnata dan Salvinia natans. Sedangkan tumbuhan paku yang hidupnya menempel di pohon adalah Platycerium bifurcatum (paku tanduk rusa) dan Asplenium nidus (paku sarang burung). Tumbuhan paku akan hidup melimbah dan subur dihabitat yang sesuai yaitu di hutan hujan tropis.  

Tumbuhan paku memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun ada pula yang merugikan. Terlepas dari hal tersebut dimana seperti tema diatas yaitu manfaat tumbuhan paku (pteridophyta). Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) adalah sebagai berikut..... 

Manfaat Tumbuhan Paku bagi Manusia
  • Sebagai tanaman hias, contohnya Adiantum (suplir), Platycerium sp (paku tanduk rusa), Asplenium nidus (paku sarang burung), Nepholepism dan Alsophila glauca (paku tiang). 
  • Bermanfaat sebagai bahan obat-obatan seperti Equisetum (paku ekor kuda) yang mempunyai fungsi diuretik. Diuretik adalah melancarkan pengeluaran urine dan Selaginella (obat luka). 
  • Sebagai bahan-bahan makanan seperti sayuran, misalnya Marsilea crenata (semanggi) dan Pteridium aquilinum (paku garuda).  
  • Sebagai pupuk hijau, seperti Azolla pinnata bersimbiosis dengan ganggang biru Anabaena azollae yang mampu mengikat gas nitrogen (N2) bebas. 
  • Sebagai bahan pembuatan petasan seperti pyrotechnics, dengan menggunakan spora Lycopodium sp. 
  • Sebagai tiang bangunan, seperti Alsophila glauca
  • Bermanfaat sebagai penggosok atau ampelas, seperti tumbuhan paku Equisetum sp 
  • Sebagai salah satu bahan dalam membuat karangan bunga, seperti Lycopodium cernum


Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Bagi Manusia
"Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Bagi Manusia "
Demikianlah uraian seputar Manfaat Tumbuhan Paku (Pteridophyta) bagi Manusia. Semoga teman-teman dapat menerima dan dapat bermanfaat bagi kita semua serta teman-teman "Jangan Lupa untuk SHARE atau Bagikan melalui Sosmed teman-teman yang digunakan atau anda bagikan melalui sosmed yang ada dibawah ini..Agar teman-teman dapat dengan mudah menemukan manfaat tumbuhan paku (pteridophyta), kan baik saling berbagai :) " . Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman".

Macam Teori-Teori Evolusi

Ilmupedia.web.id - Macam Teori-Teori Evolusi| Ada banyak teori-teori evolusi yang dikemukakan para ahli seperti Charles darwin, Jean Baptise Lamarck, Erasmus Darwin, Aristoteles dan masih banyak lagi teori-teori yang dikemukakan para ahli mengenai evolusi. Sebelum membahas Teori-teori evolusi, tahukah anda dengan Pengertian Evolusi ?.... Pengertian evolusi adalah perubahan suatu makhluk hidup secara bertahap-tahap dengan jangka waktu yang lama. Dalam evolusi diperlukan jutaan tahun dalam mencapai bentuk yang seperti sekarang ini.

Dapat juga dikatakan bahwa Pengertian Evolusi adalah proses pewarisan kompleks sifat suatu organisme yang mengalami perubahan dari generasi ke generasi dalam jangka waktu jutaan tahun. Tiap-tiap berasal dari makhluk hidup sebelumnya yang dapat muncul dengan variasi-variasi baru yang membuat keanekaragaman makhluk hidup dengan berbagai spesies-spesies baru. Evolusi dibedakan menjadi dua macam yaitu Evolusi progresif dan Evolusi regresif. Pengertian evolusi progresif sendiri adalah evolusi yang memungkinkan dapat bertahan hidup. Sedangkan pengertian evolusi regresif adalah evolusi yang memungkinkan terjadinya kepunahan. 

Macam Teori-Teori Evolusi - Dalam mengemukakan pendapat yang menjadikannya sebuah teori evolusi itu tidaklah sembarang dan semudah itu mengeluarkan teori-teorinya karna teori evolusi adalah sebuah fakta yang dikaji dan memiliki bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan, maka dari itu para ahli pengemuka tentang teori-teori evolusi memiliki kajian-kajian yang dapat dipertanggung jawabkan. Teori-Teori Evolusi adalah sebagai berikut... 
Teori-Teori Evolusi

1. Charles Darwin (1809-1882)
Charles darwin yang berpendapat bahwa evolusi dapat terjadi karena seleksi alam. Seleksi alam Charles Darwin merupakan didasarkan pada hasil observasi yang dibuatnya yaitu...
  • Lebih baik keturunan yang dihasilkan dari pada benar-benar mampu bertahan hidup 
  • Dalam suatu spesies tidak ada individu yang identik (sama) karna selalu terjadi variasi dan beberapa individu yang memiliki sifat-sifat yang cocok dengan kondisi lingkungan yang ada dibandingkan individu yang lainnya. 
  • Setiap populasi umumnya akan bertambah terus karna bereproduksi 
  • Pertambahan populasi dibatasi faktor-faktor pembatas yang membuat kenaikan populasi tidak berjalan mulus
  • Adanya seleksi alam yang membuat setiap individu harus beradaptasi terhadap lingkungannya, dan yang berhasil hdup akan mewariskan sifat-sifat keturunannya. 
Dalam buku "The Origins of Spesies", Charles Darwin menulis 4 pokok pikiran mengenai evolusi. Isi 4 pikiran Charles Darwin adalah sebagai berikut... 
  • Bentuk-bentuk tidaklah bersikap tetap tetapi mengalami perubahan secara bertahap dan terus menerus. 
  • Spesies-spesies yang ada sekarang merupakan hasil evolusi dari spesies-spesies yang terdahulu 
  • Spesies yang berkerabat dekat berevolusi dari keturunan yang sama 
  • Seleksi salam merupakan mekanisme untuk terjadinya evolusi
2. Jean Baptise Lamarck (1744-1829)
Menurut Lamarck, Evolusi adalah perubahan yang terjadi pada suatu individu yang disebabkan oleh faktor lingkungan yang dapat diturunkan. Teori tersebut dikenal dengan Teori Lamarckisme. Contoh Teori Lamarck, Lamarck berpendapat bahwa jerapah dulunya memiliki leher pendek, namun akibat dari menggapai makanan yang ada diatas pohon yang menyebabkan leher jerapah tertarik atau teregang selama bertahun-tahun yang membuat leher jerapah menjadi panjang.

Dalam bukunya "Philosophic Zoologique" yang berisi bahwa organisme mikroskopis muncul spontan dari bahan tidak hidup yang kemudian berevolusi menjadi bentuk-bentk yang lebih kompleks. Lamarck mempercayai bahwa evolusi terjadi saat suatu organisme bagian tubuh itu berubah sepanjang hidupnya dan perubahan dapat diwariskan kepada keturunannya.

3. Erasmus Darwin (1731-1802)
Dalam bukunya yang berjudul "Zoonomia or The Laws of Organic Life, Evolusi terjadi pada sebuah makhluk hidup (Evolusi organic) termasuk manusia dan juga percaya bahwa karekteristik yang diperolah orang tua kepada keturunannya. 

4. Aristoteles (384-322 SM) 
Menurut Aristoteles, evolusi dapat terjadi yang didasarkan pada metafisika alam. Metafisika alam adalah mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. 

5. William Paley (1743-1805)
Dalam bukunya "Natural Thurology" yang berpendapat bahwa kekomplex makhluk hidup merupakan bukti kerja sama sang pencipta.
Macam Teori-Teori Evolusi
"Evolusi"


Demikianlah uraian seputar Macam Teori-Teori Evolusi. Semoga teman-teman dapat menerima dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman"

Ciri-Ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru)

Ilmupedia.web.id - Ciri-Ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru)| Alga atau ganggang Hijau-Biru atau Cyanobacteria adalah kelompok Eubacteria (bakteri). Anggota Cyanobacteri tersebar dalam berbagai tempat, seperti di perairan, tanah, batu-batuan, serta bongkahan batu. Pada umumnya, Alga Hijau-Biru melimpah di perairan yang memiliki pH Netral atau perairan yang memiliki sedikit sifat basa, Sangat jarang dijumpai perairan yang memiliki pH kurang dari 4-5. Selain dari itu ada juga Cyanobacteria yang mampu bersimbiosis dengan organisme yang lain seperti Gloeocapsa dan Nostoc yang bersimbiosis dengan alga yang membentuk lumut kerak (lichen): Anabaena bersimbiosis dengan lumut hati, paku air, dan palem-paleman untuk memfiksasi nitrogen. 

Cyanobacteria mengandung sejenis klorofil a. Selain dari itu juga mempunyai klorofil dan berbagai karotenoid. Ganggang Hijau-Biru (Alga Hijau Biru) memiliki fikosianin dan terkadang fikoeritrin. Dengan adanya fikosianin penyebab Cyanobacteria dengan sifat khas yaitu berwarna hijau kebiru-biruan. Namun tidak semua juga memiliki warna hijau biru, melainkan juga warna hijam, cokelat, kuning, hijau rumput, merah dan campuran. Contohnya laut yang memiliki warna merah yang disebabkan oleh blooming Cyanobacteria yang memiliki kandungan yang besar akan fikoeritrin. Kebanyakan dari Cyanobacteria mampu mengikat nitrogen dari atmosfer dengan proses fiksasi nitrogen yang terjadi di heterosista.

Ciri-Ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru)
"Ciri-Ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru)"
Sedangkan akar tanaman yang dapat bersimbiosis dengan Cyanobacteria yang menyediakan bahan berenergi tinggi yang digunakan oleh Cyanobacteria sebagai energi untuk mengubah N2 menjadi amonia dan memasok bahan-bahan kimia yang mampu mengikat oksigen. Jenis Cyanobacteria yang lain dimana dapat memfermentasi selulosa sebagai sumber energi. Cyanobacteria berperan sebagai tumbuhan perintis yang dilakukan dengan cara membentuk permukaan tanah yang gundul dan berperan penting dalam menambah materi organik ke dalam tanah. 

Kesimpulan :
Ciri-Ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru) - Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan Ciri-ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau Biru). Ciri-ciri Cyanobacteria adalah sebagai berikut.... 
  • Inti tidak diselubungi dengan membran 
  • Umumnya Alga hijau biru Habitat di perairan dengan pH Netral dan juga sedikit basa 
  • Cyanobacteria hidup berbagai tempat seperti tanah, perairan, batu-batuan, serta bongkahan batu 
  • Memiliki klorofil dan karatenoid, fikosianinm, dan terkadang fikoeritrin. 
  • Dinding sel yang terletak antara plasmalema dan selubung lendir 
  • Sebagian dari Cyanobacteria yang dapat berkoloni dengan bentuk filamen memiliki heterosista dengan spora yang istirahat atau disebut dengan resting spore. Heterosista adalah sel yang lebih tebal dan tidak memiliki inti. Spora istirahat adalah spora yang dindingnya sangat tebal dan didalamnya berisi sel. 
  • Bentuk organisme bisa uniseluler seperti Chroococcus, Analytis, sedangkan yang berkoloni seperti Merismopedia, Nostoc, Microcystis atau filamen seperti Oscillatoria, Mircocoleus, Anabaena. Sel yang membentuk koloni adalah serupa; sedangkan bentuk filamen tersusun dari sekumpulan sel yang membentuk rantai, trikoma (seperti tabung), atau selubung. 
  • Dapat bergerak dengan pergerakan meluncur
  • Tidak berflagel
Contoh Jenis Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru) - Macam-macam spesies dari Cyanobacteria adalah sebagai berikut.... 
  • Gloeocapsa
  • Nostoc 
  • Chroococcus
  • Analytis
  • Oscillatoria,
  •  Mircocoleus
  • Anabaena
  • Merismopedia
  • Microcystis 
  • Tolypothrix
  • Gloetricha
Contoh Gambar Jenis Cyanobacteria (Alga HIjau Biru)



Demikianlah Ciri-Ciri Cyanobacteria (Bakteri Hijau-Biru). Semoga teman-teman dapat menerima dan bermanfaat bagi kita semua. Pesan Teman-Teman "Sebelum meninggalkan informasi tentang ciri-ciri cyanobacteria, ada baiknya teman-teman SHARE atau bagikan melalui sosmed yang teman-teman punyai atau dapat membagikannya dengan klik dibawah ini.... Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman".

Ciri-Ciri Jamur (Fungi)

Ilmupedia.web.id - Ciri-Ciri Jamur (Fungi)| Jamur atau fungi memiliki ciri-ciri yang umumnya banyak kita temukan di lingkungan sekitar kita. Jamur tumbuh subur terutama di musim hujan karena jamur menyukai habitat ditempat yang lembap. Tapi jamur juga dapat ditemukan diberbagai tempat yang memiliki materi organik. Jamur akan menjalani tahapan istirahat disaat lingkungan sekitarnya mengering, tahapan istirahat adalah tahapan dimana jamur akan menghasilkan spora.

Cabang ilmu yang mempelajari tentang jamur disebut dengan mikologi.  Jamur berupa talus (tubuh sederhana yang tidak memiliki akar, batang, dan daun), dan jamur juga tidak berklorofil yang membuatnya tidak membutuhkan cahaya matari dalam menghasilkan makanan. Jamur bersifat heterotrof saprofit atau dapat juga disebut heterotrof parasit.

Dalam kehidupan sehari-hari, Beberapa dari jenis-jenis jamur yang dimanfaatkan dalam pembuatan bahan makanan, seperti tempe dan oncom. Jamur dapat tumbuh dikulit dan menyebabkan noda-noda putih serta menimbulkan rasa gatal. jamur juga dapat ditemukan di pembuatan sampah, dibagian-bagian kayu mati/lapuk atau di tumbukan jerami padi. Jamur memiliki istilah kapan (mold), khamir (yeast), ragi atau cendawan (mushroom). Istilah kapang (mold) pada jamur yang disebut pada tahap reproduksi secara aseksual (vegetatif). Pada tahap ini, miselium tumbuh dengan pesat  dan juga menghasilkan banyak spora seksual. Contoh kapang toti Rhizopus. Istilah ragi dan khamir disebut pada jamur bersel satu (uniseluler), seperti ragi pengembang adonan roti Saccharomyces cerevisiae. Istilah cendawan digunakan dalam penyebutan jamu yang membentuk tubuh buah seperti jamur merang (Volvariella volvacea) yang terbentuk seperti payung

Kesimpulan : 
Ciri-Ciri Jamur (Fungi) - Berdasarkan uraian diatas seputar jamur, maka dapat ditentukan ciri-ciri jamur (fungi). Ciri-ciri jamur adalah sebagai berikut....

  • Tubuhnya bersel banyak, inti bersifat eukariotik, berdinding sel dari kritin dan tak berklorofil 
  • Tubuhnya terdiri dari benang-benang hifa. Hifa membentuk anyaman yang bercabang-cabang dan berkumpul dalam massa yang disebut miselium
  • Habitat pada tempat yang lembab, mengandung banyak zat organik, sedikit asam, dan kurang cahaya
  • Reproduksi secara seksual dengan spora dan tunas, sedangkan secara seksual dengan konjugasi
  • Beberapa spesies ada yang hidup secara parasit, saprofit, maupun simbiotik
  • Tidak memiliki flagela dalam daur hidupnya   
  • Memiliki bentuk yang beragam seperti oval, pipih, bercak-bercak embun tepung (mildew), dan untaing benang
  • Jamur berukuran mikroskopis dan ada juga yang berukuran makroskopis


Ciri-Ciri Jamur (Fungi)
"Fungi"
Demikianlah informasi seputar Ciri-Ciri Jamur (Fungi). Semoga teman-teman dapat menerima dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Pesan kami buat teman-teman, jangan lupa SHARE atau bagikan melalui sosmed yang anda gunakan atau anda dapat klik gambar sosmed-sosmed yang ada dibawah ini. guna dalam memberikan kemudahan kepada teman-teman yang belum mendapatkan ciri-ciri jamur (fungi) Jangan Lupa yah . Sekian dan Terima Kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman".

Ciri-Ciri Bakteri Artikel Lengkap

Ilmupedia.web.id - Ciri-Ciri Bakteri| Bakteri juga disebut dengan Eubacteria. Dalam ciri-ciri bakteri sebenarnya memiliki perbedaan diantara jenis-jenis bakteri yang ada, namun kali ini kita akan membahas Ciri-Ciri Umum Bakteri. Bakteri adalah organisme prokariota uniseluler yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. Bakteri ada di sekitar kita dan dalam tubuh kita. Bakteri berasal dari istilah kata Bakterion. Bakterion adalah batang kecil. Dimana pada umumnya bakteri mempunyai dinding sel namun tidak berklorofil.

Dalam Sejarah penemuan bakteri, bakteri ditemukan oleh Antony van Leeuwenhoek yang pertama kali pada tahun 1674. Antony van Leeuwehoek adalah seorang ilmuwan yang berasal dari negera Belanda. Antony van leeuwehoek tidak hanya penemu bakteri namun juga penemu mikroskop lensa tunggal. Dalam pemberian nama bakteri adalah Ehrenberg dengan istilah bakteri yang diperkenalkan pada tahun 1828.  Ilmu yang mempelajari tentang bakteri adalah Bakteriologi. 

Ciri-Ciri Bakteri 

Ciri-Ciri Bakteri - Setelah membahas sedikit asal usul bakteri, mari kita menuju pembahasan kita yaitu Ciri-Ciri Bakteri Secara Umum. Ciri-ciri bakteri adalah sebagai berikut.... 
  • Organisme prokariota (tidak memiliki membran inti sel) dan uniseluler (bersel satu) 
  • Pada umumnya bakteri berukuran sekitar 0,5 um. dan ada juga yang dapat berukuran lebih yaitu sekitar 10-100 um. Contoh bakteri berukuran besar adalah Epulopiscium fishelsoni (kurang lebih 0,5 mm), dan Thiomargarita (kurang lebih 0.75 mm),  sedangkan bakteri yang berukuran kecil adalah Mycoplasma (kurang lebih 0.12 um). 
  • Pada umumnya tidak berklorofil 
  • Bentuk-bentuk sel bervariasi seperti basil (batang), kokus (bola), spirilum (spiral), kokobasil (bulat dan batang), dan Vibrio (tanda baca koma)
  • Pada dinding sel bakteri tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan. Peptodoglikan terdiri dari polimer besar yang tersusun atas N-asetil glukosamin dan N-asetil muramat yang saling berikatan kovalen.
  • Sel bakteri memiliki kemampuan dengan dapat mensekresikan lendir ke permukaan dinding sel dalam membentuk kapsul yang berfungsi sebagai perlindungan.
  • Bakteri hidup dengan bebas atau parasit
  • Membran sitoplasma terdiri atas 8-10% fospolipid dan protein. 
  • Dalam kondisi yang tidak menguntungkan, bakteri akan membentuk endospora dengan fungsi perlindungan bakteri terhadap panas dan ganguan alam 
  • Bakteri ada yang bergerak dengan flagela dan ada juga yang bergerak dengan berguling (tanpa flagela). 
  • Dalam dinding sel bakteri tidak mengandung peptidoglikan yang hidup pada lingkungan buruk (ektrim) seperti air panas, kawah, gambut. Sedangkan bakteri yang mengandung peptidoglikan adalah bakteri yang hidupnya kosmolipit. 

Ciri-Ciri Bakteri
"Ciri-Ciri Bakteri"
Demikianlah informasi seputar Ciri-Ciri Bakteri Secara Umum. Semoga teman-teman dapat menerima dan dapat bermanfaat. Pesan buat teman-teman "Jangan lupa untuk SHARE atau bagikan melalui sosmed yang ada punya teman-teman, atau teman-teman dapat juga klik sosmed yang ada dibawah ini... agar dapat memudahkan teman-teman dalam menemukan ciri-ciri bakteri". Sekian dan terima kasih. "Salam Berbagi Teman-Teman". Sumber : Biologi. Jilid 1 SMA Kelas X, Penulis D.R. Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, Suhartono. Erlangga. Hal : 40-41 dan 43-44. 2006 ; Biologi. Jilid 1 SMA Kelas X kelompok peminatan dan matematika ilmu alam. Penulis Irnaningtyas, Erlangga. Hal : 122-125. 2013 ; biologipedia.blogspot.com 2010/10/ciri-ciri-bakteri;gurungeblog.com/bakteri-ciri-ciri-struktur-perkembangbiakan-bentuk-dan manfaatnya ; educorolla2.blogspot.com/ciri-ciri-bakteri