Kandungan Gizi dan Khasiat Biji Ketumbar (Coriandrum sativum L.)

Ilmupedia.web.id - Kandungan Gizi dan Khasiat Biji Ketumbar (Coriandrum sativum L.)

Biji ketumbar mengandung berbagai macam mineral. Mineral utama yang terkandung pada biji ketumbar adalah kalsium, phospor, magnesium, dan besi. Kalsium selain berperan sebagai mineral tulang, juga berperan menjaga tekanan darah agar tetap normal. Mineral phospor berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan tulang. Selain itu, phospor juga berperan dalam menjaga keseimbangan asam dan basa tubuh. Magnesium merupakan mineral yang berperan dalam metabolisme kalsium dan potasium, serta membantu kerja enzim dalam metabolisme energi. Potasium membantu keseimbangan cairan elektrolit dalam tubuh. Besi merupakan mineral yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah, hemoglobin, dan mioglobin otot (Fauci et al., 2008; Astawan, 2009).

Biji ketumbar juga banyak mengandung vitamin. Vitamin yang terkandung dalam biji ketumbar adalah vitamin C yang dapat berberan sebagai antioksidan. Antioksidan berperan dalam mencegah dan mengurangi bahaya yang ditimbulkan radikal bebas. Radikal bebas adalah suatu senyawa yang dapat mengganggu metabolisme tubuh yang berbahaya bagi kesehatan (Wangensteen et al., 2004). Niasin adalah salah satu jenis vitamin B yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh, terutama metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentuk energi yang dapat digunakan oleh tubuh. Kandungan vitamin dan mineral yang dimiliki biji ketumbar ini sangat berkhasiat sebagai stimulan atau membantu meningkatkan kesegaran tubuh (Astawan, 2009). 

Kandungan Gizi Ketumbar
Kadar minyak esensial yang terkandung pada biji ketumbar sebanyak 0,5-1% mampu menjadi antimikroba atau antibakteri, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit (Isao et al., 2004). Minyak esensial (atsiri) yang dikandungnya berkhasiat sebagai stimulan, penguat organ pencernaan, merangsang enzim pencernaan, dan peningkatan fungsi hati, sehingga dapat meningkatkan nafsu makan (Hernandez et al., 2004). 

Chithra dan Leelamma (1997) memaparkan, bahwa penambahan biji ketumbar pada makanan dapat menurunkan produk peroksida lipid dan kolesterol darah. Komponen aktif pada ketumbar adalah linalool yang berjumlah sekitar 60-70% total minyak esensial dengan komponen pendukung yang lainnya adalah geraniol (1,6-2,6%), geranil asetat (2-3%), kamfor (2-4%), dan mengandung senyawa golongan hidrokarbon berjumlah sekitar 20% (a-pinen, b-pinen, dipenten, p-simen, a-terpinen, g-terpinen, terpinolen dan fellandren) (Lawrence dan Reynolds, 1988; Guenther, 1990). Komponen-komponen tersebutlah yang menyebabkan biji ketumbar memiliki reputasi sebagai bumbu atau rempah biji tanaman yang bernilai medis (Chithra dan Leelamma, 1997; Isao et al., 2004; Hadipoentyani dan Wahyuni, 2004; Astawan, 2009).

Memulai Usaha Pertanian Organik

Ilmupedia.web.id - Secara substansi pertanian organik bukanlah barang baru. Sebelum ditemukan pupuk dan obat-obatan kimia sintetis, bisa dikatakan semua kegiatan produksi pertanian merupakan pertanian organik.

Adalah Sir Albert Howard, seorang ahli botani asal Inggris, yang mengagas pertanian organik secara lebih sistemastis. Bukunya yang terbit pada tahun 1940, berjudul “An Agricultural Testament”, telah menginspirasi gerakan pertanian organik diberbagai belahan bumi. Atas alasan itu, dia disebut-sebut sebagai bapak pertanian organik.

Di Indonesia pertanian organik mulai populer di era 80-an. Dimana gerakan revolusi hijau yang digagas pemerintah pada akhir tahun 70-an mulai menunjukkan dampak negatifnya. Penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dituduh sebagai pemicu kerusakan lingkungan pertanian dan kesehatan manusia.

Ada banyak dasar pemikiran yang memotivasi seorang petani mempraktekkan pertanian organik. Praktek yang paling ekstrim bahkan sangat meminimalkan intervensi manusia. Petani hanya bertugas sebagai penebar benih dan pemetik hasil saja. Ada juga yang sangat longgar, masih mentoleransi penggunaan bahan-bahan kimia sintetis tertentu apabila diperlukan.

Berdasarkan penulusuran tim alamtani terhadap praktek-praktek pertanian organik, setidaknya terdapat kaidah-kaidah utama yang harus dipatuhi. Berikut uraian singkatnya:

Penyiapan lahan

Lahan untuk pertanian organik harus terbebas dari residu pupuk dan obat-obatan kimia sintetis. Proses konversi lahan dari pertanian konvensional ke pertanian organik membutuhkan waktu setidaknya 1-3 tahun. Selama masa transisi, produk pertanian yang dihasilkan belum bisa dikatakan organik karena biasanya masih mengandung residu-residu kimia.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah lingkungan disekitar lahan. Pencemaran zat kimia dari kebun tetangga bisa merusak sistem pertanian organik yang telah dibangun. Zat-zat pencemar bisa berpindah ke lahan organik kita karena dibawa oleh air dan udara.

Selain zat pencemar, pemakaian obat-obatan dari kebun tetangga bisa menyebabkan hama dan penyakit lari ke lahan pertanian organik. Tentunya hama akan mencari lahan-lahan yang bebas racun, dan sialnya kebun organik akan menjadi sasaran empuk.

Untuk menyiasati hal tersebut, bisa menggunakan tanaman pagar. Beberapa jenis tanaman pagar memiliki kemampuan sebagai penyerap bau, bahan kimia, dan pengusir hama. Selain itu, hijauan dari tanaman pagar bisa digunakan sebagai bahan pupuk organik.

Kondisi pengairan

Kondisi pengairan atau irigasi menjadi penentu juga dalam pertanian organik. Akan menjadi sia-sia apabila kita menerapkan pertanian organik sementara air yang mengaliri lahan kita banyak mengandung residu bahan kimia. Tentunya lahan kita beresiko tercemar zat-zat tersebut. Pada akhirnya produk pertanian organik kita tidak steril dari racun-racun kimia.

Untuk mengakali hal ini, pilih lahan yang mempunyai pengairan langsung dari mata air terdekat. Kalau sulit kita bisa mengambil air dari saluran irigasi yang agak besar. Kadar residu kimia dalam saluran air yang besar biasanya sangat rendah, dan airnya masih bisa digunakan untuk pertanian organik. Hindari mengambil air dari limpahan kebun atau sawah konvensional.

Selain itu, bisa juga dibuat unit pemurnian air sendiri. Air dari saluran irigasi ditampung dalam sebuah kolam yang telah direkayasa. Kemudian air keluaran kolam dipakai untuk mengairi kebun organik.

Penyiapan benih tanaman

Benih yang digunakan dalam pertanian organik harus berasal dari benih organik. Apabila benih organik sulit didapatkan, untuk tahap awal bisa dibuat dengan memperbanyak benih sendiri. Perbanyakan bisa diambil dari benih konvensional.

Caranya dengan membersihkan benih-benih tersebut dari residu pestisida. Untuk menjadikannya organik, tanam benih tersebut lalu seleksi hasil panen untuk dijadikan benih kembali. Gunakan kaidah-kaidah pemuliaan dan penangkaran benih pada umumnya.

Jangan mengawetkan benih dengan pestisida, fungisida atau hormon-hormon sintetis. Gunakan metode tradisional untuk mengawetkannya. Benih yang dihasilkan dari proses ini sudah bisa dikatakan benih organik.

Hal yang perlu dicatat, benih hasil rekayasa genetika tidak bisa digunakan untuk sistem pertanian organik.

Pupuk dan penyubur tanah

Pemupukan dalam pertanian organik wajib menggunakan pupuk organik. Jenis pupuk organik yang diperbolehkan adalah pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos dan variannya, serta pupuk hayati. 

Pertanian organik juga bisa menggunakan penyubur tanah atau disebut juga pupuk hayati. Penyubur tanah ini merupakan isolat bakteri-bakteri yang bisa memperbaiki kesuburan tanah. Saat ini pupuk hayati banyak dijual dipasaran seperti EM4, Biokulktur, dll. Pupuk hayati juga bisa dibuat sendiri dengan mengisolasi mikroba dari bahan-bahan organik.

Dalam permentan bahan-bahan tambang mineral alami seperti kapur dan belerang masih ditoleransi untuk digunakan pada pertanian organik. Berikut daftar bahan mineral yang bisa digunakan dalam pertanian organik:
  • Dolomit
  • Gipsum
  • Kapur khlorida
  • Batuan fosfat
  • Natrium klorida
Pengendalihan hama dan penyakit

Pengendalian hama dalam pertanian organik sebaiknya menerapkan konsep pengendalian hama terpadu. Hal-hal yang terlarang adalah menggunakan obat-obatan seperti pestisida, fungisida, herbisida dan sejenisnya untuk membasmi hama.

Pengendalian organisme penganggu tanaman bisa memanfaatkan:
  • Pemilihan varietas yang cocok
  • Rotasi tanaman
  • Menerapkan kultur teknis yang baik, seperti pengolah tanah, pemupukan, sanitasi lahan, dll.
  • Memanfaatkan musuh alami atau predator hama
  • Menerapkan eksosistem pertanian yang beragam, tidak monokultur
Apabila terpaksa, misalnya terjadi ledakan hama atau penyakit, bisa digunakan juga pemberantasan hama dengan pestisida alami atau pestisida organik.

Penanganan pasca panen

Proses pencucian atau pembersihan produk hendaknya menggunakan air yang memenuhi standar baku mutu organik. Hindari air yang sudah tercemar zat-zat kimia sintetsis. Gunakan juga peralatan yang tidak terkontaminasi zat-zat kimia.

Dalam penyimpanan dan pengangkutan produk organik sebaiknya tidak dicampur dengan produk non organik. Untuk memberikan nilai tambah, sebaiknya kemas produk-produk organik dengan bahan yang ramah lingkungan dan bisa di daur ulang.

Sertifikasi pertanian organik

Untuk kepentingan pemasaran dan meningkatkan kepercayaan konsumen, ada baiknya produk organik disertifikasi. Dewasa ini banyak lembaga yang bisa memberikan sertifikasi organik. Mulai dari yang berbayar hingga gratis.

Kedepannya, Permentan Sistem Pertanian Organik akan mengatur lembaga-lembaga sertifikasi organik. Tujuannya untuk memudahkan kontrol dan melindungi konsumen pangan organik. Sebagai petani produsen, kita harus pandai-pandai dalam memilih sertifikasi organik. Kita harus bijak dalam mengeluarkan biaya sertifikasi. Jangan sampai biaya sertifikasi menjadi beban.

Selain sertifikasi, bisa dikembangkan alternatif lain untuk meyakinkan konsumen dengan kampanye. Misalnya gerakan untuk membeli pangan lokal, semakin lokal semakin baik. Jalinlah komunikasi dengan konsumen secara langsung. Undanglah sesekali konsumen untuk melihat kebun produksi. Know your farm is know your food!

Pemasaran pertanian organik

Pola pemasaran produk pertanian organik bisa menggunakan pola lama ataupun pola-pola baru. Hasil pertanian organik masih bisa bersaing dipasar konvensional, karena meski biaya operasionalnya lebih besar tapi inpu-input produksinya lebih murah. Namun apabila ingin mendapatkan insentif harga sebaiknya dijual ke pasar moderen atau penjualan langsung.

a. Pasar tradisional

Pasar ini merupakan pasar pertanian tertua. Untuk memasok pasar jenis ini biasanya melalui rantai para pedagang pengepul dan tengkulak yang ada sampai hingga ke pelosok desa. Kelebihan sistem ini adalah mudah. Petani tidak harus jemput bola tinggal nunggu di lahan, bahkan biasanya proses panen pun dilakukan pedagang pengepul.

Banyak petani yang lebih nyaman dengan sistem ini karena kemudahan tersebut. Bahkan beberapa tengkulang dan pengepul mau meminjamkan modal untuk produksi musim tanam berikutnya. Walaupun seringkali hal ini menjadi jeratan bagi petani.

Kelemahan dari sistem ini adalah harganya yang rendah. Apalagi bila produk pertanian dibeli dengan sistem ijon atau dibeli sebelum panen.

b. Pasar moderen

Ada dua pola untuk memasuki pasar moderen, yaitu dengan memasoknya langsung dan melalui perusahaan pemasok. Untuk memasok langsung, produsen harus memiliki modal dan relasi yang cukup. Karena biasanya barang yang masuk tidak dibayar secara langsung. Hal ini bisa disiasati dengan membentuk koperasi petani organik.

Sebagian petani organik, ada juga yang menjual hasil panennya ke perusahaan pemasok pasar moderen. Dalam hal ini yang mempunyai kontrak dengan pasar moderen adalah perusahaan pemasok. Petani menjual kepada perusahaan pemasok.

c. Penjualan langsung

Alternatif dari sistem-sistem pemasaran diatas adalah dengan melakukan penjualan langsung. Petani memasarkan hasil panen secara langsung ke konsumen. Biasanya dalam bentuk paket-paket yang disesuaikan dengan hasil panen.

Paket dikirimkan langsung ke konsumen yang berlangganan. Jenis dan maca sayuran disesuaikan antara kebutuhan konsumen dan musim tanam. Untuk menjalankan sistem seperti ini, petani wajib menerapkan sistem multiklutur agar produk yang dihasilkan tidak monoton. Kalau sulit dipenuhi sendiri, petani produsen bisa membentuk kelompok.

Manfaat Tumbuhan Bakau ini untuk Manusia

Ilmupedia.web.id - Pohon Bakau merupakan Tumbuhan dari marga Rhizophora, suku Rhizophoraceae, ini banyak sekali bisa di temui di Daerah tempat kami tinggal, tumbuhan ini kadang di Sebut juga dengan pohon Mangrove dan di sebut juga dengan Hutan Mangrove, Memiliki Ciri-ciri yang mudah di kenali yakni akar tunjang yang besar dan berkayu, pucuk yang tertutup daun penumpu yang meruncing, serta buah yang berkecambah serta berakar ketika masih di pohon (vivipar), Tumbuhan ini sangat berguna untuk Kelangsungan Hidup hewan dan tumbuhan di Muka bumi ini, tidak terkecuali Manfaat Tumbuhan Bakau ini untuk Manusia.



Tumbuhan Bakau merupakan Tumbuhan yang hidup di Antara Daratan dan juga lautan, sehingga sangat di pengaruhi oleh pasang surut, tentu saja dapat dengan mudah kita jumpai di Pertemuan antara Muara sungai dan Air laut, Nah anda mau tau lebih dalam lagi mengenai Tumbuhan bakau ini silahkan lihat di bawah ini.

Manfaat Tumbuhan Bakau

  • Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai
  • Menjernihkan air
  • Mengawali rantai makanan
  • Melindungi dan memberi nutrisi
  • Tempat Menambat Kapal
  • Bahan Pembuat Obat-obatan

Cara budidaya Jamur Kancing Lengkap




Cara budidaya Jamur Kancing

Persiapan bibit

Ilmupedia.web.id - Jika anda berniat menjalankan bisnis budidaya jamur ukuran skala kecil, maka sebaiknya pilih bibit jamur F3 yang dapat langsung ditebar pada media tanam dan dibudidayakan hingga masa panen tiba.

Teknik Budidaya Jamur

Pada umumnya teknik budidaya jamur kancing memiliki tahapan yang hampir sama dengan carabudidaya jamur merang. Tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut :

Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan media tanam. Untuk pembudidayaan jamur kancing, media tanam yang digunakan terbuat dari campuran jerami padi (100%), kapur pertanian (2,5%), bekatul (3%), dan ditambahkan urea (9%), ZA (1%), dan TSP (1,2%).

Tahapan kedua yaitu proses pengomposan. Caranya dengan memotong jerami padi dengan ukuran 10-15 cm, dicuci hingga bersih dan ditiriskan sampai kelembapannya 65%. Selanjutnya tumpuk jerami dengan ukuran 10-15 cm dan tambahkan media lain berupa bekatul dan kapur diatasnya. Susun lapisan media tersebut berselang-seling antara jerami padi dengan campuran bekatul dan kapur. Pada hari berikutnya lakukan pembalikan, agar campuran media merata dan tambahkan urea sebanyak 0,9% (bila kurang lembab bisa ditambahkan air). Pada hari ke enam media ditambahkan dengan ZA 1%, dan diaduk-aduk agar semuanya merata. Sedangkan pada hari ke sepuluh, tambahkan TSP sebanyak 1,2% lalu aduk-aduk dan diamkan selama 12-17 hari.

Selanjutnya adalah tahapan sterilisasi media tanam. Proses sterilisasi dilakukan dengan cara meletakan media tanam (yang telah dikompos) secara merata di atas rak-rak tanam yang disiapkan di ruang kumbung jamur ( baca selengkapnya : cara membuat kumbung jamur ), dengan ketebalan media tanam sekitar 15-20 cm. Kemudian alirkan uap panas dari perebusan air di pembangkit uap hingga suhu ruang kumbung mencapai 60°-65°C, pertahankan suhu tersebut selama 12 jam. Apabila suhunya telah mencapai 65°-75°C maka bukalah ventilasi ruangan agar suhunya kembali turun menjadi 40°-45°C. Usahakan untuk menjaga kestabilan suhu di ruang kumbung pada kisaran 40°-45°C selama kurang lebih 70 jam.

Tahapan berikutnya yakni penanaman bibit jamur. Setelah suhu ruangan turun menjadi 32°C, maka bibit jamur kancing sudah bisa ditanam. Untuk rak budidaya jamur dengan ukuran 3 m x 1 m, biasanya dibutuhkan sekitar 10-14 botol bibit jamur dengan isi 220 cc. Untuk tahapan ini dibutuhkan suhu ruangan ideal berkisar 28,8°-30° C pada daerah dataran tinggi, dan suhu 24,4°-26,6° C pada dataran rendah. Dengan tingkat kelembapan mencapai 90-100% maka bibit jamur kancing akan menunjukan pertumbuhan miseliumnya pada usia 12-14 hari.

Proses selanjutnya yaitu casing atau pelapisan tanah setebal 3-5 cm di atas media tanam yang telah ditumbuhi miselium. Tanah yang digunakan sebagai casing harus tanah cokelat serta berpori, selain itu pH tanah sekitar 6,2-8, dan yang paling penting terbebas dari hama ataupun penyakit. Sebelum tanah digunakan, sterilisasikan terlebih dahulu dengan uap panas pada suhu 70°C selama 2-4 jam dengan ditambahkan 2 liter formalin sebanyak 40% per m3 tanah.

Setelah 9-14 hari setelah masa casing dilakukan, biasanya tubuh buah mulai muncul. Untuk itu, bukalah ventilasi pada rumah kumbung jamur agar proses pertumbuhan jamur kancing bisa lebih cepat (biasanya tiga hari kemudian jamur sudah bisa dipanen).

Panduan Dasar Menanam Buah Tomat



Ilmupedia.web.id - Merawat tanaman yang satu ini memang tidaklah sulit. Oleh karena itu, banyak orang yang menjadikan tomat sebagai salah satu tanaman di rumah. Karena pohonnya yang tidak terlalu besar dan tidak memerlukan banyak tempat tomat bisa ditanam dimana saja, termasuk di dalam pot. Jika kerap menanam berbagai jenis tanaman, tak ada salahnya untuk mencoba menanam tanaman yang satu ini.


Jadi Anda tertarik untuk menanam tomat? 
Tomat menyukai tanah yang sedikit berpasir. Jadi jika Anda berencana menanam tomat pada pot, campurkanlah sedikit pasir pada tanah. Selain itu, tomat juga merupakan tanaman yang tidak tahan dengan hujan. Oleh karena itu, hindari menanam tomat pada musim penghujan.

Untuk penyiraman, tanaman tomat ini memerlukan penyiraman yang intens. Siramlah tomat sebanyak dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore hari. Laman caramenanam.com menyarankan agar tidak terlalu berlebihan ketika menyiram tanaman tomat karena akan mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut.

Seperti halnya manusia, tanaman juga dapat terkena penyakit, begitu pun tomat. Tomat kerap terserang penyakit yang disebabkan oleh hama seperti bakteri atau virus. Jika sudah begitu, tanaman tomat yang terjangkit penyakit harus sesegera mungkin dicabut karena dapat menulari tanaman-tanaman yang lainnya
sumber:vemale.com

Panduan Lengkap Menanam Tomat



1. Syarat Tumbuh
Ilmupedia.web.id - Budidaya tomat dapat dilakukan dari ketinggian 0‐1.250 mdpl, dan tumbuh optimal di dataran tinggi >750 mdpl, sesuai dengan jenis/varietas yang diusahakan dg suhu siang hari 24°C dan malam hari antara 15°C‐20°C. Pada temperatur tinggi (diatas 32°C) warna buah tomat cenderung kuning, sedangkan pada temperatur yang tidak tetap (tidak stabil) warna buah tidak merata. Temperatur ideal antara 24 °C ‐ 28°C. Curah hujan antara 750‐125 mm/tahun, dengan irigasi yang baik.
Kemasaman tanah sekitar 5.5 ‐ 6.5, penyerapan unsur hara terutama fosfat, kalium dan besi oleh tanaman tomat.


2. Penyiapan Lahan
Lahan yang akan ditanami tanaman tomat diusahakan bukan bekas tanaman sefamili seperti kentang, bedengan dengan lebar 110 ‐120 cm, tinggi 50 ‐ 60 cm, dan j arak antar bedengan 50 ‐ 60 cm, pupuk kandang matang sebanyak 10 ton/ha yang dicampur dengan tanah secara merata.
Kemudian semprotkan merata pada permukaan bedengan dengan larutan pupuk hayati MiG‐6PLUS dengan dosis 2 liter pupuk hayati MiG‐6PLUS perhektar, biarkan selama 3 hari Kemudian bibit siap untuk di tanam.

3. Pemeliharaan

a. Pemupukan
1)Pemupukan dengan pupuk hayati MiG‐6PLUS
  • Pengulangan pemberian pupuk hayati MiG‐6PLUS pada masa pemeliharaan adalah setiap 3 minggu sekali dengan dosis yang di anjurkan adalah 2 liter MiG‐6PLUS per hektar.
2)Pupuk kimia
  • Pupuk Makro yang terdiri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP dan KCl), diberikan 2 kali, yaitu pada 7‐10 hari Setelah tanam dan pada usia 35 hari. Dosis pupuk pada masing2 daerah berlainan, tergantung dari jenis tanah dan tekstur tanah.
  • Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)
    • Beberapa keuntungan penggunaan mulsa plastik yaitu :
    • Mengurangi fluktuasi suhu tanah.
    • Mengurangi evaporasi tanah, sehingga kelembaban tanah dapat dipertahankan.
    • Mengurangi kerusakan (erosi) tanah karena air hujan.
    • Menekan pertumbuhan gulma, mengurangi pencucian hara terutama Nitrogen dan meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah.
    • Mengurangi serangan hama pengisap (Thrips, tungau dan kutu daun) dan penyakit tular tanah (rebah kecambah dan akar bengkak).
    • Pemasangan Turus
      • Pemasangan turus dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh tegak, mengurangi kerusakan fisik tanaman, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas serta mempermudah penyemprotan pestisida dan pemupukan.
    • Pemangkasan
      • Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil buah tomat adalah dengan cara pemangkasan. Pemangkasan cabang dengan meninggalkan satu cabang utama per tanaman akan menghasilkan buah tomat dengan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan . tanpa pemangkasan. Jumlah cabang yang hanis dipertahankan per tanaman tergantung pada kultivar yang ditanam.

4.  Panen
  • Panen pertama dilakukan saat berumur 3 bulan.
  • Dipilih yang sudah tua dan jangan memetik yang masih basah, karena tidak tahan lama.
  • Buah jangan jatuh.
  • Buah jangan terluka.
HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama
  • UlatTanah (AgrotisipsilonHufn.) Ordo : Lepidoptera, Famili : Noctuidae
    • Gejala :Terpotongnya pangkal batang tanaman muda yang baru ditanam di lapangan, menyebabkan tanaman roboh terpotong sering terjadi awal musim kemarau. Ulat tanah ini bersifat polifag, sehingga mempunyai banyak tanaman inang seperti tomat, kentang, cabe, kubis, jagung dll yang masih muda.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
      • Penanaman bibit tanaman yang toleran atau resisten terhadap serangan ulat tanah.
    • Cara fisik dan mekanis dengan sanitasi disekitar tanaman,mengumpulkan dan membunuh ulat langsung,
    • Cara biologis\
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, seperti Apanteles ruficrus dan Tritaxys braueri.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
    • Cara kimiawi
      • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan populasi serangan ulat tanah, aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
2. Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.)
  • Gejala
    • Ulat melubangi buah, buah yang terserang menjadi busuk dan jatuh ke tanah.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
    • Cara fisik dan mekanis
    • Cara biologis
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, predator dan patogen.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif
  • Cara kimiawi
    • aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
3.Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Ordo : Homoptera Famili : Aphididae
  • Gejala
    • Berupa bercak nekrotik pada daun yang disebabkan oleh rusaknya sel‐sel dan jaringan daun dihisap nimfa dan serangga dewasa,merupakan vektor TLCV ( Tomato Leaf Curl Virus)
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
    • Cara fisik dan mekanis
    • Cara biologis
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid seperti Encarsia sp., dan predator seperti Scymnus, sp., Menochillus sp., dan Amblyseius sp.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
    • Cara kimiawi
      • Aplikasikan insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
4. Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)
  • Gejala
    • ulat grayak menyerang epidermis dengan meninggalkan bagian atas daun hingga barupa bercak‐bercak putih menerawang. Serangan larva dewasa menyebabkan daun sampai berlubang, bahkan sampai tulang daun.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
  • Cara fisik dan mekanis
  • Cara biologis
    • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, seperti Telenomus spodopterae Dodd (Sceliomidae), Micropitis similes (Eulopidae) dan Peribaea sp. (Tachinidae).
    • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
  • Cara kimiawi
    • Aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
2. Penyakit
  • Layu Bakteri
    • Penyebab : Bakteri (Ralstonia solanacearum)
    • Gejala
      • Daun layu disertai dengan warna menguning, diawali dari salah satu pucuk daun atau cabang tanaman, umumnya terjadi pada tanaman berumur sekitar 6 minggu.
      • Gejala lanjut daun layu secara menyeluruh dan berwarna coklat diikuti dengan matinya tanaman.
      • Bila batang tanaman terserang dipotong akan tampak garis vaskuler berwarna gelap, bila potongan batang tersebut dimasukkan ke dalam air bening akan mengeluarkan eksudat berupa lendir berwarna putih keabu‐abuan. Pada fase serangan ringan keadaan tersebut tidak tampak. Eksudat dapat ditemukan pada akar ditandai dengan menempelnya tanah pada bagian akar tersebut. Kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan patogen adalah suhu 27°C, cuaca kering dan curah hujan yang banyak.
    • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 5 % populasi tanaman, jika di pertanaman terdapat gejala serangan.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, seperti Pseudomonas flurescens (terdapat dalam kandungan pupuk hayati MiG‐6PLUS) yang diaplikasikan pada permukaan bedengan secara merata saat tanaman berumur 15 hst.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Memberi perlakuan benih sebelum ditanam dengan bakterisida selektif dan efektif.
        • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan serangan layu bakteri sampai mencapai 5 %, aplikasi bakterisida selektif dan efektif sesuai dosis/konsentrasi yang direkomendasi.
  • Layu Fusarium
    • Penyebab : Cendawan (Fusarium solani)
    • Gejala
      • Daun tampak layu dimulai dari daun bawah berkembang ke daun atas. kemudian menguning dan akhirnya mengering kecuali pucuk tetap berwarna hijau dan pertumbuhan tanaman tidak normal.
      • Batang tanaman yang terserang, bila dipotong akan tampak kambiumnya berwarna coklat. Warna coklat serupa kadang dijumpai juga pada pembuluh tangkai daun.
      • Pada tanah basah atau dingin, batang di bawah permukaan tanah menjadi busuk, tanaman layu dan mati.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, seperti Trichoderma sp.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Memberi perlakuan benih sebelum ditanam dengan fungisida selektif dan efektif.
        • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan serangan layu fusarium sampai mencapai 5 %, aplikasi fungisida selektif dan efektif sesuai dosis/konsentrasi yang direkomendasi.
  • Virus Daun Menggulung
    • Penyebab : Virus (Potato Leaf Roll VirusIPLRV)
    • Gejala
      • Daun yang terserang menggulung ke bagian atas mulai dari tepi ke arah ibu tulang daun dan batang menyerupai tabung, warna daun menguning atau mengalami klorosis, Daun dan batang tanaman yang sakit menjadi pucat dan kurus serta batang mengecil.
    • Pengamatan
      • Pengamatan dilakukan pada 5 % populasi tanaman, jika di pertanaman terdapat gejala serangan.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis dengan selektif dan efektif.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Aplikasi pestisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi

Cara Mengganti Pot Tanaman Bunga Anggrek



Ilmupedia.web.id - Anggrek adalah salah satu bunga yang paling eksotis dan elegan. Ada lebih dari 25.000 spesies anggrek di dunia.

Beberapa jenis anggrek sulit tumbuh, sehingga harus diberikan perhatian ekstra dalam merawatnya.

Salah satu cara merawat anggrek adalah dengan rutin mengganti pot setiap 2-3 tahun sekali.

Mengganti pot anggrek menjadi bagian yang sangat penting untuk menjaga kualitas bunga anggrek Anda.

Berikut tips mengganti pot tanaman anggrek:

1. Lakukan penggantian pot setelah tanaman anggrek berbunga dan sebelum akar yang baru muncul memiliki ukuran lebih panjang dari 2,5 cm.

2. Rendam tanaman anggrek di pot asalnya hingga tanahnya menjadi lembab.


3. Letakkan pot anggrek miring pada salah satu sisinya, kemudian tarik keluar tanaman anggrek secara perlahan dari potnya. Bila perlu, gunakan pisau untuk melonggarkan akar dari tanah.

4. Cuci dan bersihkan tanah yang masih menempel pada akar. Potonglah akar yang berwarna gelap atau membusuk.

5. Tambahkan 1,5 cm kulit kayu cemara dan perlite ke dalam pot yang baru. Rendam terlebih dahulu kulit tersebut dengan baik sebelum pot diganti.

6. Letakkan tanaman anggrek dalam pot baru. Jauhkan tanaman anggrek dari matahari langsung selama 6 minggu.

7. Setelah pot diganti, jangan melakukan penyiraman selama 2 minggu. Setelah 2 minggu, lakukan penyiraman cukup dengan memercikkan air saja untuk beberapa bulan pertama.

Anda bisa melakukan tranplantasi setiap 2 tahun sekali untuk anggrek paphiopedilum dan phalaenopsis. Sedangkan untuk anggrek cattleyas setiap 3 tahun sekali

Cara Menanam dengan Cara Hidroponik

Ilmupedia.web.id - Hidroponik merupakan cara atau teknik bercocok tanam dengan menggunakan media tanam non tanah atau selain tanah. Media tanaman hidroponik dapat berupa sekam bakar, cocopeat, pasir kerikil rockwool dan lan-lain. Cara menanam hidroponik dapat dilakukan dimana saja contohnya di halaman rumah anda, wadahnya pun bisa menggunakan apa saja pot, drum bekas, kaleng bekas cat atau bahkan botol mineral bekas. 


Cara menanam hidroponik sebenarnya sangat cocok untuk diterapkan di daerah perkotaan atau daerah urban, karena banyak manfaatnya diantaranya hemat tempat dan ramah lingkungan. Contoh tanaman hidroponik yang sangat mudah untuk di tanam dengan cara menanam hidroponik adalah jenis tanaman sayuran daun seperti sawi, kangkung, pakcoy, kailan, seledri, kemangi dan lain sebangainya. 


Hal yang harus diperhatikan dalam cara menanam hidroponik adalah media tanam dan nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik. Pastikan media tanam cukup poros sehingga air dan nutrisi dapat di serap oleh akar tanaman tapi juga cukup kokoh untuk menopang tanaman hidroponik.

Tahapan Cara menanam hidroponik

1. Penyemaian Benih
Semai benih pada tray atau wadah semai, gunakan benih yang tingkat germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam
Media Semai Rockwool


2. Penyiapan media tanam
Gunakan media tanam yang poros bisa campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil. Tempatkan media tanam pada wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas.



3. Pemberian Nutrisi
Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat, pemberian nutrisi dalam cara menanam hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Anda bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas) akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.
Teknik Wick Hidroponik Sederhana

4. Perawatan
Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma dll.

Manfaat Bercocok Tanam Sistem Hidroponik

Ilmupedia.web.id - Pada gambar dibawah ini jelas terlihat tanaman sawi yang tumbuh subur di atas akuarium ikan. Inilah keuntungan hidroponik mudah di terapkan dan di aplikasikan terutama di daerah perkotaan, halaman yang sempit tidak jadi masalah.



Keuntungan Hidroponik - Ramah Lingkungan

Keuntungan hidroponik lainnya adalah tidak tergantung dengan tanah dan wadah media (pot) bahkan dengan menggunakan botol mineral bekas pun kita bisa bertanam hidroponik. Beberapa keuntungan hidroponik lain yaitu, tanaman dapat tumbuh lebih subur karena kondisi media tanam dan nutrisi hidroponik terjaga dan di atur sedemikian rupa sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman.



Keuntungan Hidroponik Sederhana
Dari sisi psikologis keuntungan hidroponik dan manfaat hidroponik juga memberikan kesenangan dan kepuasan tersendiri melihat tanaman yang kita tanam tumbuh subur, apalagi jika tanaman sayuran tentu bisa bermanfaat karena bisa di konsumsi dan tentunya menghemat pengeluaran dapur.

Kelebihan Menanam anggrek secara hidroponik


Ilmupedia.web.id - Hidroponik (hydroponic) adalah metode bertanam tanpa tanah. Ada beberapa sistem yang dapat digunakan, tetapi secara umum semuanya memiliki kesamaan.Hidroponik dilakukan dengan menuangkan air yang telah dicampur nutrisi pada substansi yang disebut agregat. Di agregat itulah akar tanaman menempel.

Berikut adalah beberapa kelebihan bertanam anggrek secara hidroponik:

- Mudah dilakukan

- Tidak memerlukan penyiraman secara rutin

- Bebas dari penyakit

- Anggrek tumbuh lebih cepat

- Tidak memerlukan banyak perawatan

Mananam anggrek secara hidroponik, berarti tanaman ditempatkan dalam pot khusus yang diisi agregat. Agregat berfungsi menahan air kaya nutrisi.Selain itu, agregat yang berpori menyebabkan sirkulasi udara berlangsung lebih lancar.Setelah anggrek ditanam dalam agregat, hal yang perlu dilakukan pemilik hanya menambahkan larutan air yang telah dicampur dengan nutrisi tanaman. Anggrek akan mendapatkan manakan dari larutan air tersebut.Dengan metode hidroponik, tidak diperlukan menyiram secara rutin tanaman anggrek Anda. Larutan nutrisi hanya perlu ditambahkan sesekali saja. Bandingkan dengan bertanam secara konvensional yang mengharuskan Anda menyiram setiap hari.



Anggrek hidroponik akan tumbuh lebih sehat. Mengapa? Karena anggrek hidroponik tidak memerlukan tanah, maka kemungkinan untuk mendapatkan penyakit dari tanah menjadi bisa dihilangkan. Anda tidak perlu khawatir tentang pembusukan akar dan penyakit lainnya.Larutan nutrisi yang digunakan pada anggrek hidroponik dapat dibeli secara mudah dan biasanya disediakan satu paket dengan agregat (media tanam). Nutrisi ini tersedia dalam bentuk organik atau kimia (anorganik).Ada beberapa media tanam yang dapat digunakan untuk menumbuhkan anggrek hidroponik. Diantaranya adalah LECA, Lava Rock, dan Aliflour.

1. LECA – (lecation) – merupakan agregat tanah liat yang dibuat menjadi pelet. Pelet tanah liat dipanaskan hingga 2000 derajat sehingga mengeras dengan pori-pori kecil di dalamnya.

Pori-pori ini berfungsi sebagai penyimpan larutan nutrisi sekaligus tempat sirkulasi udara.

2. Lava Rock – merupakan produk alami yang digali dari tanah dan digunakan sebagaimana adanya. Sesuai namanya, Lava Rock banyak ditemukan di dekat gunung berapi.

3. Aliflour – mirip dengan lecation namun tidak dipanaskan dengan suhu tinggi. Hal ini membuat aliflour lebih lunak dan mudah hancur.

Menggunakan sistem hidroponik, anggrek tumbuh 30%-50% lebih cepat dibanding menanamnya di tanah.

Selain itu, anggrek hidroponik juga memerlukan perawatan lebih sedikit dibanding bertanam secara konvensional.[]