Cara Menanam Tanaman Dengan Cara Hidroponik Yang Baik Lengkap

Ilmupedia.web.id - Cara menanam hidroponik telah dikenal sejak lama, bahkan semakin populer selama beberapa tahun terakhir. Salah satu kelebihan bercocok tanam dengan teknik hidroponik adalah pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat sekitar 30 hingga 50 persen dibandingkan menanam dengan media tanah. Hasil yang didapatkan juga relatif lebih banyak. 

Ada beberapa hal yang menyebabkan menanam hidroponik lebih unggul daripada teknik penanaman lain, salah satunya adalah oksigen ekstra yang terdapat di dalam media pertumbuhan membantu akar tanaman tumbuh lebih cepat. Semakin banyak kadar oksigen di dalam akar, semakin cepat pula penyerapan nutrisinya. Oleh sebab itu pertumbuhan tanaman juga menjadi lebih cepat. Nutrisi yang diberikan akan langsung menyatu dengan air dan diserap oleh tumbuhan. Tumbuhan tidak perlu lagi mencari-cari nutrisi seperti jika menanam dengan tanah. Kelebihan lain dari teknik menanam hidroponik adalah tumbuhan lebih kuat terhadap serangan berbagai jenis penyakit, seperti hama dan jamur.


Media Tanaman

Anda harus memilih media tanam yang tepat agar akar tanaman mendapatkan udara yang cukup. Ada berbagai media tanam yang bisa diterapkan untuk sistem hidroponik. Salah satu contohnya adalah media yang cepat mengalirkan air dan air seperti hidrocorn atau serpihan-serpihan sangat baik untuk tipe sistem aliran. Karena bentuknya yang berongga memungkinkan oksigen untuk mengalir lebih banyak di dalam media. Ini akan membuat akar tanaman penuh dengan oksigen dan membantu penyerapan nutrisi. Kedua media ini bisa dipakai berulang-ulang, namun hydrocorn biasanya lebih awet.

Media lain yang bisa anda coba adalah rockwool, ini adalah media tanam yng dibuat dari bebatuan vulkanis dan batu kapur. Pembuatan media ini adalah dengan melelehkan bahan pada suhu tinggi, kemudian lelehan tersebut dipintal menggunakan alat khusus, seperti proses pembuatan kapas. Setelah itu bahan dibentuk menjadi kotak atau lembaran-lembaran. Kelebihan dari media tanam ini adalah mampu menahan air 10-14 kali lebih banyak dan 20% udara. Namun kelemahannya adalah bahan ini memiliki pH sekitar 7.8 sehingga bisa menaikkan PH dari nutrisi yang kita berikan pada tanaman. Saat menanam dengan media ini, anda harus memberikan perhatian lebih terutama masalah pH. Bahan lain yang juga dipakai untuk menanam hidroponik adalah perlit, vermikulit, dan beberapa macam pasir.

Nutrisi Untuk Tanaman

Setelah memilih media tanam yang tepat, selanjutnya anda harus memilih nutrisi untuk tumbuh kembang tanaman anda. Nutrisi yang diberikan pada tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik sama saja dengan nutrisi untuk budidaya dengan tanah. Anda bisa mendapatkan nutrisi ini di toko-toko khusus hidroponik. Kebanyakan nutrisi ini dijual dalam bentuk konsentrat, jadi anda perlu menambahkan 1 galon air untuk setiap 2-4 sendok teh nutrisi. Produk ini biasanya memiliki bentuk cair dan terbagi atas 2 macam, nutrisi untuk pertumbuhan, dan nutrisi untuk pembungaan. Nutrisi dalam bentuk cair biasanya lebih mahal, namun lebih mudah dipergunakan. Selain itu nutrisi ini lebih mudah larut dalam air dan beberapa sudah ditambahkan dengan penjaga PH.

Pengaturan pH

Kebanyakan tanaman hidroponik tumbuh dengan baik dalam pH 5.8 hingga 6.8. Sedangkan pH terbaik adalah 6.3. Saat menanam tumbuhan dengan hidroponik, kita jadi lebih mudah mengecek pH air dibandingkan dengan jika kita menanam tumbuhan dengan media tanah. Anda bisa mengukur pH dengan kertas indikator pH yang banyak dijual di toko-toko. Mengukur pH sangat mudah namun juga merupakan proses terpenting dalam budidaya hidroponik. Jika pH di bawah rata-rata, silakan tambahkan larutan potas untuk menaikkannya. Sedangkan untuk menurunkan pH, anda bisa memakai asam fosfat.

Nah, jika semua sudah siap, sekarang bisa anda mulai menanam dengan teknik hidroponik. Mulai dari penyiapan wadah (botol bekas, pipa, dll), memasukkan media tanam (rockwool, hydrocorn, dll), penyemaian benih, pemberian nutrisi, dan perawatan. Selamat mencoba…

Budidaya Tanaman Bawang Daun Yang Baik Lengkap

Ilmupedia.web.id - Mayoritas masyarakat Indonesia sangat menyukai aroma yang sangat sedap dari bawang daun atau daun bawang, dalam beberapa jenis masyakat ada yang wajib menggunakan penyedap aroma bawang daun ini, selain itu rasanya juga gurih dan akan menjadikan selera makan kita semakin bertambah jika masakan ditambahkan dengan bawang daun. Untuk itu sepertinya kebutuhan akan bawang daun tidak akan ada habisnya, maka dari itu budidaya bawang daun masih sangat berpeluang baik untuk dilakukan oleh para petani Indonesia.

Jadi mau tunggu apa lagi mari kita manfaatkan peluang yang sangat bagus ini. Potensi pasar bawang daun masih cukup bagus, termasuk untuk pasar ekspor.

Beberapa jenis masakan yang menurut saya wajib menggunakan bawang daun diantaranya: sop, martabak telur, soto, opor, rendang,

Sebelum saya bahas teknis dan cara budidaya bawang daun akan saya bahas terlebih dahulu tentang bawang daun itu sendiri.

Bawang daun atau biasa juga disebut daun bawang merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan.


Daun bawang sebenarnya istilah umum yang dapat terdiri dari spesies yang berbeda. Jenis yang paling umum dijumpai adalah bawang daun (Allium fistulosum). Jenis lainnya adalah A. ascalonicum, yang masih sejenis dengan bawang merah. Kadang-kadang bawang prei juga disebut sebagai daun bawang.

Berikut akan kami bahas artikel tentang budidaya bawang daun, gampang-gampang susah memang untuk budidaya bawang jenis yang satu ini, namun bagi kalangan petani yang berpengalaman saya yakin sudah tak asing lagi dengan teknis dan cara budidaya bawang daun.

Teknis dan Cara Budidaya Bawang Daun

Pembibitan

Ada dua cara melakukan pembibitan bawang daun. Pertama, menggunakan pembibitan benih dan kedua menggunakan pembibitan anakan. Tahap pertama budidaya bawang daun adalah pembibitan. Berikut ini merupakan tahap pembibitan bawang daun.

Pembibitan Benih 

  • Benih disemai di sebuah bedengan selebar 100-120 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
  • Tanah digemburkan dan diolah dengan ukuran kedalaman sekitar 30cm. Kemudian, pupuk kandang sebanyak 2 kilogram dicampurkan ke dalamnya.
  • Bedengan diberi semacam atap berbahan plastik transparan dengan ketinggian 100-150cm di sebelah timur, sementara tinggi di sisi barat cukup 60-80cm.
  • Benih pun ditaburkan pada sebuah garis atau larik-larik melintang dengan kedalaman sekitar 1cm dan jarak tiap-tiap larikan tidak lebih dari 10cm.
  • Sambil menunggu kecambah muncul, tutuplah benih tersebut dengan karung goni yang basah atau bisa juga menggunakan daun pisang.
  • Untuk merawatnya, disarankan agar penyiraman dilakukan setiap hari.
  • Pada usia 1 bulan, saatnya bibit diberikan pupuk daun dengandosis anjuran 1/3 hingga ½ dengan cara disemprot.
  • Nah, jika sudah berusia 2 bulan dan ketinggian bibit sudah mencapai 10cm hingga 15 cm, bibit bawang daun sudah siap dipindahkan.
Pembibitan Anakan

Berikut ini adalah bagaimana daun bawang dibudidayakan menggunakan pembibitan anakan.
  • Memilih rumpun yang hendak dibuat menjadi bibit haruslah berumur 2,5 bulan dan dalam kondisi sehat tidak terseranghama.
  • Pembongkarannya, rumpun piliahan tadi diangkat bersama dengan akar-akarnya.
  • Selanjutnya, tanah yang menempel dan akar atau daun tua ikut dibuang.
  • Pisahkanlah rumpun tersebut hingga kita mempunyai rumpun baru yang terdiri dari 1-3 anakan daun bawang.
  • Cara penanamannya adalah membuang sebagian daun dan bibit pun disimpan pada lokasi lembap serta teduh dengan durasi sekitar 5 hingga 7 hari.
  • Bibit pun siap ditanam.
Persiapan Lahan

Lahan yang sesuai untuk penanaman bawang daun adalah tanah hitam yang gembur dan banyak humus. Selanjutnya tanah diolah dan sebaiknya pengolahan tanah dilakukan 15-30 hari sebelum tanam, tanah diolah dengan dicampur Pupuk Organik. Buatlah persemaian. Caranya, olah tanah, lalu tanam biji atau anak tunas sebagai bibit. Untuk 1 ha lahan, dibutuhkan bibit (tunas) sebanyak 200.000 anakan atau 1,5-2 kg biji. Siapkan lahan untuk penanaman. Caranya, cangkul tanah sedalam 30-40 cm, kemudian berikan pupuk kandang sebanyak 10-15 ton/ha. Buat bedengan selebar 0,6-1 m. Buat parit dengan lebar 20-30 cm di antara bedengan. Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm.

Penanaman
  • Pindahkan bibit ke lahan penanaman setelah berumur 2 bulan (tingginya 10-15 cm).
  • Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
  • Sebelum ditanam, bibit dicabut dengan hati-hati, lalu potong sebagian akar dan daun.
  • Rendam bibit dalam fungisida dengan konsentrasi rendah (30%-50% dari dosis yang dianjurkan) selama 10-15 menit.
  • Tanam bibit dalam lubang yang telah disediakan, lalu padatkan tanah disekitar pangkal bibit atau pada bagian akar.
Pemeliharaan
  • Setelah bawang daun berumur 15 hari setelah tanam lakukan penyulaman, bila ada bibit bawang daun yang mati atau yang pertumbuhannya kurang baik.
  • Lakukan penyiangan gulma setiap 3-4 minggu, atau setiap kali tumbuh gulma di sekitar tanaman bawang daun.
  • Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu sebelum panen.
  • Potong batang bunga dan daun tua untuk merangsang tunas.
  • Siram 2 kali sehari, usahakan untuk tidak terlalu becek/basah.
  • Lakukan penyemprotan pestisida jika diperlukan bila muncul tanda-tanda hama dan penyakit, usahakan dengan pestisida nabati/organik.
Pemupukan

Berikan pupuk pertama pada saat bawang daun berumur 25-30 hari setelah tanam. Selanjutnya lakukan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dengan memperhatikan laju pertumbuhan tanaman. Untuk hasil yang maksimal, menjaga kermahan lingkungan, dan hasil panen bawang daun yang sehat untuk dikonsumsi, gunakan Pupuk Organik.

Hama dan Penyakit
  1. Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.). Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae atau dengan perangkap ngengat.
  2. Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanamandengan tanaman bukan Liliaceae. 
  3. Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.). Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae; menanam secara serempak; memasangperangkap serangga berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP.
  4. Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.). Pengendalian: cara perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan menggunakan bibit sehat.
  5. Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp).Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae. 
  6. Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.). Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk.Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea, penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan kebersihan kebun dan tanaman.
  7. Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.). Gejala: daun bawah rebah, pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak. Pengendalian: menggunakan bibit/benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanamanyang sakit.
Panen
  • Umur Panen 2,5 bulan setelah tanam.
  • Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning.
  • Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari.
  • Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.
Pasca Panen
  • Bawang daun yang telah dipanen disimpan di tempat teduh, lalu cuci sampai bersih dengan air mengalir/disemprot, lalu tiriskan.
  • Ikat dengan tali rafia pada bagian batang dan daun.
  • Berat setiap ikatan sekitar 25 kg.
  • Bawang daun disortir sesuai ukuran diameter batang dan panjang daun.
  • Simpan pada temperatur 0,8-1,4 °C sehari semalam untuk menekan penguapan dan kehilangan bobot, dan agar bawang daun tetap segar saat akan dipasarkan.
  • Bawang daun siap untuk dipasarkan.
Selain di budidayakan di lahan yang luas bawang daun juga sangat cocok jika dibudidayakan dalam pot atau polybag, untuk budidaya bawang daun dalam pot atau polybag pada prinsipnya sama, hanya berbeda media tanamnya saja. Jadi tidak ada salahnya bagi Anda yang tidak memiliki pekarangan yang luas bisa mencoba budidaya bawang daun dalam pot atau polybag.

Padangsidimpuan Kembangkan Tanaman Hortikultura

Ilmupedia.web.id - Pemerintah Kota Padangsidimpuan mulai mengembangkan tanaman holtikultura di sejumlah kecamatan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. 

Rencananya, daerah yang akan menjadi pengembangan tanaman holtikultura tersebut, adalah Kecamatan Hutaimbaru dan Angkola Julu. ”Kedua kecamatan ini lebih difokuskan untuk mengembangkan budidaya cabai, tomat, kol, dan brokoli,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan, Soleh Nasution, kemarin.


Dia mengatakan, program ini juga telah mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Berdasarkan rencana tata ruang dan wilayah Kota Padangsidimpuan 2014, luas baku sawah ditetapkan sekitar 1.600 hektare dari luas baku sekarang 4.045 hektare. Berkurangnya lahan sawah lahan tersebut akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang memicu penyempitan lahan dan alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan kawasan usaha. 

“Untuk mengantisipasi alih fungsi lahan, pemerintah mulai menggiatkan intensifikasi dan diversifikasi. Bertanam holtikultura sangat membantu dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan mengurangi konsumsi beras beralih ke non-beras,” tandasnya. 

Sementara itu anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Marataman Siregar mengungkapkan, wacana untuk pengembangan budidaya tanaman itu sudah ada sejak dahulu. “Kami tunggu realisasi dari program tersebut. Rencana itu sudah ada sejak dahulu, namun implementasinya masih dipertanyakan,”ujarnya.

Tanaman yang Cocok Ditanaman di Halaman Rumah

Ilmupedia.web.id - Tidak semua jenis tumbuhan cocok untuk ditanam di sekitar halaman rumah kita Sebelum melakukan penanaman kita wajib mempertimbangkan fungsi dan estetika terlebih dahulu supaya nantinya tidak hanya sedap dipandang tapi juga dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Berikut beberapa jenis tumbuhan yang dapat kita pertimbangkan untuk ditanam di sekitar halaman rumah, di antaranya adalah:


1). Pohon mangga

Jika Anda tidak memiliki halaman yang luas, maka menanam pohon mangga bisa menjadi solusinya. Hampir di banyak perumahan yang baru dibangun saat ini, para pengembang rata-rata menanam pohon mangga sebagai cara mengurangi panasnya sinar matahari. Pohon mangga termasuk jenis tanaman yang sangat mudah dibudidayakan dan perawatannya pun tidak sulit, cepat besar dan cepat berbuah. Oleh karena itu, jika Anda berniat menanam pohon mangga di halaman Anda – Anda bisa memulainya mulai saat ini, ada berbagai jenis varian mangga silakan memilih yang paling Anda sukai.

2). Pohon palem

Tanaman yang menyerupai pohon kelapa ini tapi memiliki buah yang kecil sangat cocok bila ditanam di sekitar halaman rumah. Ada banyak jenis pohon palem, di antaranya adalah: Enau atau aren (Arenga pinata), Gebang (Corypha utan), Kelapa (Cocos nucifer), Sawit (Elaeis guineensis), Nibung (Oncosperma tigillarium), Nipah (Nypa fruticans), dan Rotan (Calamus rottan). Silakan pilih mana yang Anda sukai dan pastikan untuk terlebih dahulu menyesuaikan dengan kontur tanah serta lingkungan sekitarnya.

3). Beluntas atau luntas

Beluntas merupakan tumbuhan semak yang memiliki banyak cabang, memiliki usuk halus dan berbulu lembut. Umumnya beluntas ditanam sebagai pagar hidup di pekarangan atau halaman rumah, bila tidak dipangkas beluntas dapat tumbuh hingga mencapai lebih dari 3 meter. Khasiat lain dari beluntas yaitu sebagai minuman kesehatan dan penyegar pada beberapa jenis olahan makanan.

4). Bunga melati

Bunga melati merupakan jenis tanaman perdu dan memiliki batang tegak, banyak orang suka menanamnya karena terpikat dengan bau harum bunganya yang sering keluar pada malam hari. Di Indonesia, kebanyakan melati yang ditanam di halaman rumah adalah jenis melati putih (Jasminum sambac), salah satu jenis melati yang dijadikan sebagai "Puspa Bangsa" atau simbol nasional.

5). Pohon pepaya

Setiap orang pasti sudah mengenal pohon yang satu ini, pohon yang sangat terkenal karena buahnya yang manis dan segar. Pohon pepaya (Carica papaya), merupakan tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan. Fungsi pepaya selain dari buah dan daunnya yang bisa dimakan adalah sebagai kanopi alami, dan karena daunnya yang lebar pepaya dapat dimanfaatkan untuk melindungi halaman rumah Anda dari teriknya sinar matahari.

6). Pohon pinus

Pohon pinus sering kita jumpai ketika bepergian ke daerah dataran tinggi, keindahan serta keunikan batang serta daunnya menjadikan pinus memiliki daya tarik tersendiri sehingga saat ini tidak jarang orang yang telah menanamnya untuk dijadikan hiasan di halaman rumah agar menimbulkan kesan sedang berada di pegunungan. Pinus memiliki beberapa jenis, namun yang umum ditanam di Indonesia adalah jenis pinus merkusii.

7). Pohon beringin

Pohon beringin memiliki daun kecil tapi berjumlah banyak sehingga membuatnya nampak rimbun. Jika Anda memiliki halaman yang cukup luas Anda dapat menanam pohon beringin untuk dijadikan pohon peneduh. Pohon beringin mudah ditanam, tahan terhadap penyakit sehingga tidak banyak membutuhkan perawatan ekstra dan berumur panjang.

8). Kembang sepatu

Kembang sepatu termasuk dalam tanaman semak yang berasal dari Asia Timur. Kecantikan bunga sepatu yang memiliki bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau inilah yang menjadikannya disukai oleh banyak orang untuk ditanam di halaman rumah mereka. Menurut situs Wikipedia, kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik. Bunga digunakan untuk menyemir sepatu di India dan sebagai bunga persembahan. Di Tiongkok, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Indonesia, daun dan bunga digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga dapat diminum sebagai teh. Di Okinawa, Jepang kembang sepatu digunakan sebagai tanaman pagar. Di bagian selatan Okinawa, tanaman ini disebut Gushōnu hana (bunga kehidupan sesudah mati) sehingga banyak ditanam di makam.

9). Bambu

Di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih 160 jenis bambu, dan 88 diantarnya adalah jenis bambu endemik. Keunikan bambu dan manfaat yang dihasilkan membuatnya disukai untuk ditanam di halaman atau pekarangan rumah. Jika Anda tertarik untuk menanam bambu khususnya bila akan ditanam di halaman rumah yang tidak terlalu luas pilihlan jenis bambu hias.

10). Pohon kamboja

Jika Anda berkunjung ke Pulau Dewata Bali, maka mata Anda akan dimanjakan dengan banyaknya pohon kamboja berbagai macam jenis yang tumbuh hampir di setiap sudut kota. Warna-warni bunga pohon kamboja sangat cocok untuk ditanam di depan halaman rumah untuk semakin menambah keindahan rumah Anda.

Media Tanaman Untuk Budidaya Di Dalam Pot Yang Baik Lengkap

Ilmupedia.web.id - Apabila membudidayakan tanaman dalam pot kita memerlukan media tanam yang baik sebagai menunjang pertumbuhan tanaman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk media tanam dalam pot, yaitu :


1. Media tanam mampu menopang tanaman secara kokoh, sehingga tanaman berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Dengan demikian, kita harus memilih media tanam yang tidak mudah lapuk dan bisa tahan lama.

2. Media tanam harus memiliki sifat porous, sehingga mampu mengalirkan kelebihan air yang tidak dibutuhkan, jadi tanaman dapat terhindar dari rendaman air dan kelembaban yang tinggi. Dengan demikian kita harus dapat membuat media tanam yang tidak padat dan memiliki rongga atau pori pori, sehingga drainase dan aerasi pada media berjalan baik.

3. Media tanam harus memiliki unsur hara yang dibutuhkan tanaman, baik itu unsur hara makro maupun mikro, sehingga kebutuhan tanaman akan nutrisi dapat terpenuhi. Maka perlu menambahkan pupuk organik atau pupuk kimia pada media tanam.

4. Tanaman membutuhkan media yang bersih, sehat dan tidak terkontaminasi jamur, virus atau tercemar bahan kimia yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Dengan demikian untuk mendapatkan media tanam yang sehat bisa dilakukan dengan cara menjemur media tanam pada terik matahari selama kurang lebih dua hari atau cara lain yang sering digunakan yaitu dengan mengaplikasikan pestisida dan fungisida pada media tanam.

Umunya campuran yang digunakan untuk media tanam dalam pot adalah tanah (bahan utama), pasir (agar dapat menopang tanaman dengan kokoh), sekam (agar mudah mengalirkan kelebihan air) dan pupuk kandang (sebagai penunjang sumber hara tanaman) dengan takaran 3 : 1 : 1 : 1. Akan tetapi media tanam sebaikanya disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan dan lingkungan setempat.

Pupuk Hijau Dari Tanaman Orok-orok

Ilmupedia.web.id - Penggunaan pupuk kimia atau anorganik memang telah menambah daya hasil tanaman budidaya, namun terbukti dengan pemakaian dalam periode waktu yang lama bisa mengakibatkan kerusakan sifat-sifat tanah, baik karakter kimia, fisika, maupun biologi tanah.

Perubahan pola pertanian menjadi organik dan munculnya kesadaran akan pentingnya melindungi lingkungan serta keberlanjutan dalam sistem pertanian, pupuk anorganik mulai sedikit dikurangi serta berpindah pada pupuk yang memanglah dari awal telah di kenal petani.


Satu diantara pupuk organik yang telah di kenal lama yaitu pupuk hijau. yang dimaksud pupuk hijau lantaran yang digunakan untuk pupuk yaitu hijauan tanaman seperti daun, tangkai, serta batang tanaman yang tetap muda.

Orok-orok merupakan salah satu tanaman untuk pupuk hijau. Orok-orok termasuk dalam keluarga polong-polongan (Fabaceae). yang disebut orok-orok bisa banyak jenis antara lain :Crotalaria juncea, C. lanceolata, C. ochraleuca, dan C. retusa.

Tanaman Orok-orok termasuk tanaman liat dan mudah hidup di berbagai kondisi iklim. Tanaman orok-orok bisa tumbuh sampai meraih ketinggian 3 m, berbatang tegak, pertumbuhannya cepat, batang bercabang-cabang, berdaun tunggal berupa lonjong meruncing dengan panjang 4-10 cm, berbunga kuning dengan panjang 2, 5 cm, berbuah dalam wujud polong ukuran 3 cm serta banyak memiliki kandungan N. Tanaman orok-orok seluas 1 ha dapat menghasilkan biomassa 15-25 ton yang dapat menaikkan nitrogen 113 N, atau setara 250 kg urea keluaran pabrik.

Pemanfaatan orok-orok sebagai pupuk hija dapat dilakukan dengan cara:
  • Tanaman orok-orok langsung direbahkan dan dibenamkan dalam tanah, utamanya pada tanah sawah yang pengolahan tanah menggunakan traktor.
  • Tanaman Orok-Orok dicabut dan diletakkan pada alur-alur yang sudah disiapkan, kemudian ditimbun dengan tanah, utamanya pada tanah kering.
  • Tanaman orok-orok dicabut, dipotong kecil-kecil, ditebarkan di seluruh lahan dan diinjak-injak.
  • Tanaman orok-orok dicabut, dihamparkan disekeliling tanaman pokok hingga membusuk, dijadikan sebagai mulsa. 
Perbanyakan orok-orok umumnya di ambil bijinya untuk di tanam. Biji orok-orok yang diambil harus dari biji yang telah tua. Biji dijemur, dipisahkan dari kotoran, serta dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Hama Penyakit Tanaman Buncis Sekaligus Pemberantasannya

Ilmupedia.web.id - Berikut ini adalah hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman buncis

A. HAMA PADA TANAMAN BUNCIS.

1. Kumbang Daun.

Gejalanya daun kelihatanberlubang-lubang bahkan kadang-kadang tinggal kerangka atau tulang-tulangdaunnya saja. Tanaman menjadi kerdil dan polongnya kecil-kecil.

Pengendaliannya : Bila sudah terlihat adanya telur, larva, maupun kumbangnyamaka dapat langsung dibunuh dengan tangan. Atau dapat juga diberantas denganinsektisida Lannate 25 WP, dengan konsentrasi 1,5-3 cc/l air atau 300-6001larutan setiaphektar.


2. Penggerek polong

Gejalanya : polongyang masih muda mengalami kerusakan, bijinya banyak yang keropos. Akan tetapi,kerusakan ini tidak sampai mematikan tanaman buncis.

Pengendalian : Dilakukan dengan tanam serentak, usahakan pula tidak ada tanamaninang disekitar tanaman buncis, misalnya tanman orok-orok perlu juga dilakukanpenyemprotan dengan insektisida.

3. Lalat kacang

Gejalanya : Daunberlubang-lubang dengan arah tertentu, yaitu dari tepi daun menuju tangkai atautulang daun, gejala lebih lanjut berupa pangkal batang yang membengkok/pecahkemudian tanaman menjadi layu,berubah kuning, dan akhirnya mati yang masihmuda. Apabila tidak mati maka tumbuhnya kerdil sehingga produksinya sedikit.Pengendalian : Setelah biji buncis ditanam sebaiknya segera diberi penutupjerami daun pisang, penanaman dilakukan secara serentak. Bila tanaman sudah terserangsecara berat maka segeralah dicabut dan dibakar atau dipendam dalam tanah,apabila erangan belum terlalu berat maka segeralah diberi insektisida.

4. Kutu daun

Gejala akan lebihjelas terlihat pada tanaman-tanaman yang masih muda. Bila serangannya hebat,maka pertumbuhannya. Menjadi kerdil dan batang memutar (mimilin). Daunnyamenjadi keriting dan kadang berwarna kuning.

Pengendaliannya dengan cara memasukkan musuh alaminya yaitu lembing, lalat danjenis dari Coccoinellidae, atau dengan menggunakan insektisida Orthene 75 Sp.

5. Ulat jengkal semu.

Gejalanya dibawah daunterdapat telur yang bergerombol. Setelah menetas ulatnya akan memakan daun-daunbaik yang muda maupun yang tua. Daun menjadi berlubang bahkan dapat habis samasekali. Akibatnya, tanaman menjadi kerdil karena tidak sempurna melakukanfotosintetis. Pengendaliannya : dapat dibunuh satu persatu atau dengansanitasi, yaitu membersihkan gulma-gulma yang dapat dijadikan sebagai tempatpersembunyian hama tersebut. Bisa juga dengan menggunakan insektisida Hotathion40Ec.

6.Ulat penggulung daun

Gejalanya daunkelihatan seperti menggulung dan terdapat ulat yang dilindungi oleh benangsutera dan kotoran. Polongnya sering pula ikut direkatkan bersama-sama dengandaunnya. Daun juga nampak berlubang-lubang bekas gigitan dari tepi sampaiketulang utama, hingga habis hanya tinggal urat-uratnya saja. Pengendaliannya :sebaiknya daun yang terkena segera dibuang atau dibakar, apabila masih adaserangan maka dilakukan penyemperotan dengan insektisida. Insektisidanya yaituAzodrin 15 WSC.


B. PENYAKIT PADA TANAMAN BUNCIS.

1 Penyakit Antraknosa.

Gejala : Polong Buncismuda terdapat bercak-bercak kecil dengan bagian tepi warna coklat karat denganwarna kenerah-merahan. Bentuknya tidak beraturan antara yang satu dengan yanglain, bila udara lembab akan terdapat spora yang berwarna kemerah-merahan. Pengendaliannya: Sebaiknya dipilih bibit yang benar-benar bebas dari penyakit atau dapat jugadengan merendam benih dalam fungisida Agrosid 50SD sebelum ditanam. Denganpenyemperotan fungisida Delsene Mx200, konsentrasi 1-2 gr/lt air. Juga bisadengan fingisida Velimek 80WP dengan konsentrasi 2-2,5gr/lt air.

2. Penyakit Embun Tepung.

Gejala : Daun, batang,bunga dan buah berwarna putih keabuan (kelihatan seperti kain beludru).Pengendaliannya : Bagian yang sudah terserang sebaiknya dipotong atau dibakar.Dapat juga disemprot dengan fungisida Morestan 25WP, konsentrasinya 0,5 – 1gr/lt air dan volume larutan 1.000 lt/ha.

3. Penyakit Layu.

Gejala : Tanaman akanterlihat layu, kuning dan kerdil. Bila batang tanaman yang diserang dipotongmelintang, maka akan terlihat warna coklat atau dipijat akan keluarlah lendiryang berwarna putih. Pengendaliannya : Dilakukan dengan cara menyiram tanaman denganair yang bebas dari penyakit, bila hendak membuat persemaian lebih baik tanahdisterilisasi dulu dengan air panas 100o C. Dilakukan dengan penyemprotanfungisida Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,5 – 1/lt air.

4. Penyakit Bercak daun.

Gejala : Daun bercakkecil berwarna coklat kekuningan lama kelamaan bercak akan melebar dan bagiantepinya terdapat pita berwarna kuning. Akibat lebih parah, dau akan menjadilayu dan berguguran. Bila sampai menyerang polong, maka polong akan bercakkelabu dan biji yang terbentuk kurang padat dan ringan. Pengendaliannya :

Benih buncis direndam dulu dalam air panas dengan suhu 48 C selama 30menit. Bilas dengan air dingin dan keringkan. Dengan penyemprotan menggunakanBaycor 300EC, konsentrasi 0,5 – 1 lt/ha. Bisa juga menggunakan Bayleton 250EC,konsentrasi 0,25-0,5 lt/ha.

5. Penyakit HawarDaun.

Gejala : Pertama-tamaterlihat bercak kuning dibagian tepi daun, kemudian meluas menuju tulang bagiantengah. Daunnya terlihat layu, kering dan coklat kekuningan. Bila serangannyahebat, daun terlihat berwarna kuning, seluruhnya dan akhirnya rontok, gejalatersebut dapat meluas kebatang, sehingga lama kelamaan tanaman akan mati.Pengendaliannya : Dengan cara memilih benih yang berkwalitas baik. Perendamanbenih dalam Sublimat dengan dosis 1gr /Lt air selama 30 menit.

6. Penyakit Busuk Lunak.

Gejala : Daunbebercak, berair warnanya menjadi kecoklatan. Gejala ini cepat menjalar keseluruh bagian tanaman. Sehingga tanaman menjadi lunak, berlendir dan berbaubusuk. Pengendaliannya : Tanaman yang sudah terserang berat sebaiknya dibuangdan di bakar, dapat dilakukan dengan menyemprotkan Cupravit OB-21, dengankonsentrasi 4gr/lt air, Delsene Mx200, konsentrasi 2-4 gr/lt air.

7. Penyakit Karat.

Gejala : Pada jaringandaun terdapat bintik-bintik kecil berwarna coklat, baik dibagian daun sebelahatas maupun sebelah bawah. Biasanya dikelilingi dengan jaringan khlorosis.Pengendaliannya : Dapat ditanam varitas buncis yang tahan dengan penyakit karatyaitu ; Manoa Wonder. Tanaman yang terserang berat sebaiknya dicabut dandibakar.

8. Penyakit Damping Of.

Gejala : Bagian batangbawah yang terletak dibagian keping biji terlihat berwarna putih pucat karenamengalami kerusakan khlorofil. Pengendaliannya : Siram tanaman dengan air yangbebas penyakit, media semai yang dipakai juga yang telah disterilkan terlebihdahulu. Bisa juga menggunakan Antracol 70WP, konsentrasi 2gr/lt air, volumelarutan 600-800 lt/ha.

9. Penyakit Ujung Kriting.

Gejala : Daun-daunmuda menjadi kuning dan keriting, sedangkan daun yang sudah tua menggulung /melilin. Penegndaliannya : Dengan menanm tanaman yang resisten (tahanpenyakit). Apabila tanaman yang sudah terserang penyakit, sebaiknya segeradicabut atau dibakar.

Pembangunan Pertanian Nir Adalah Terobosan

Ilmupedia.web.id - Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan, pembangunan pertanian yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo tidak jauh berbeda dari pemerintahan sebelumnya. Salah satu indikasinya, kata dia, pemerintah masih melihat petani sebagai pihak tak berdaya yang harus didampingi secara top-down, sehingga sampai-sampai penyuluh pertanian pun harus melibatkan Babinsa. 

Padahal, menurut dia, kemampuan Babinsa tidak lebih baik dibanding para petani. Andreas menyayangkan, konsep penyuluh swakarsa yang telah disusun bersama pokja pangan tim transisi tidak diambil pemerintah.


Menurut Andreas, konsep tersebut telah disampaikan pokja kepada Presiden, lalu Presiden menyampaikan ke Bappenas dan para menteri. “Tapi saya tidak tahu berkembangannya, sampai akhirnya memilih melibatkan Babinsa,”kata Andreas.

Pada bagian lain, Andreas menyebut, target-target yang dipatok pemerintah terlalu bombastis. Dia berpesan misi kedaulatan pangan janganlah terpaku pada peningkatan produksi. Namun, peningkatan kesejahteraan petani. 

“Kalau kesejahteraan petani naik, produksi ini akan mengikuti. Kalau orientasinya produksi, saya yakin gagal,” kata dia lagi. 

Jika berorientasi pada peningkatan produksi, dia khawatir pemerintah bakal melakukan segala macam cara termasuk mengundang para pengusaha besar. Menurut Andreas, land reform seharusnya diperuntukkan atau diserahkan ke petani kecil.

“BKPM mengundang pengusaha besar (masuk pertanian), kalau pembangunan seperti itu yang terjadi justru kesenjangan semakin besar. Ingat, pendapatan petani itu Rp 1,3 juta per bulan per keluarga. Sebanyak 63 persen orang miskin adalah petani. Sehingga, ini memerlukan kebijakan struktural yang tepat,” jelas dia. 

Meski banyak program pertanian yang dinilainya melenceng dari konsep yang disusun bersama tim transisi, Andreas mengakui ada juga yang sejalan. “Hanya satu program yang sesuai, yaitu pembangunan irigasi. Jadi pembangunan pertanian belum ada terobosan. Kecuali irigasi tidak ada bedanya. Di lainnya malah memburuk,” kata Andreas. 

Kemarin, Kamis (15/1/2015) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, ada lima hal yang menentukan tercapainya swasembada pertanian, yakni irigasi, benih, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), serta penyuluh pertanian.

Sumber : Kompas.com

Cara Bertanam Hidroponik Sistem Wick

Ilmupedia.web.id - Pada artikel ini akan di ulas lebih dalam tentang carabertanam hidroponik sistem wick yang mudah di aplikasikan di rumah anda. Pada dasarnya ada 6 jenis hidroponik sistem, termasuk Wick, Budaya Air, Ebb dan Aliran, tetes, Film Teknik Hara, dan aeroponik. 

Di antara berbagai jenis sistem hidroponik, cara bertanam hidroponik sistem Wick adalah jenis yang paling sederhana. Cara bertanam hidroponik Wick sistem sebuah solusi pemberian nutrisi lewat di media tumbuh melalui Sumbu yang digunakan sebagai reservoir. Sistem ini dapat menggunakan berbagai media tanam, misalnya Perlite, Vermiculite, kerikil pasir, sekam bakar, dan serat/ serbuk kulit buah Kelapa. Cara bertanam hidroponik ini juga dikenal dengan sistem sumbu.

Cara Bertanam Hidroponik - Mekanisme Pembuatan

Pada cara bertanam hidroponik sistem wick ini sumbu yang digunakan bisa dari sumbu kompor, kapas atau kain bekas. Akar tanaman tidak dicelupkan langsung ke dalam air, melainkan, mereka tumbuh dalam beberapa bahan penahan air seperti rockwool atau sabut kelapa. Cara bertanam hidroponik sistem sumbu adalah pasif, tidak ada energi atau listrik yang digunakan untuk memberikan solusi nutrisi hidroponik pada tanaman. Ujung sumbu ditempatkan dalam reservoir yang berisi larutan nutrisi. Ujung lain dari sumbu ditempatkan dalam media tanam, lebih dekat ke akar tanaman, untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar. Karena tanaman membutuhkan lebih banyak air dan nutrisi, maka disusun sumbu dan ke penahan air media tanam oleh tindakan kapiler. Dengan demikian tanaman mengambil larutan nutrisi dari ujung-ujung sumbu dan media tanam yang terlewati oleh sumbu menjadi lembab.


Pada Hidroponik, ada kebutuhan besar untuk aerasi yang baik. Dalam sistem sumbu hidroponik udara tersedot oleh akar tanaman bersama dengan larutan nutrisi. Sebuah media tumbuh yang memadai juga membantu untuk memastikan bahwa tanaman menerima cukup udara. Dengan sistem hidroponik sumbu, sebagai reservoir akan habis, dapat diisi lagi dengan manual. Hal ini tidak perlu menggunakan pompa seperti yang dilakukan dalam sistem hidroponik lainya.


Cara bertanam hidroponik sistem wick atau sumbu ini sangat mudah diterapkan terutama untuk tanaman hidroponik sayur seperti kangkung, sawi, seledri, pakcoy dan lain-lain. 

Selamat mencoba!

Tips Sederhana Menanam Secara Hidroponik

Ilmupedia.web.id - Hidroponik merupakan cara atau teknik bercocok tanam dengan menggunakan media tanam non tanah atau selain tanah. Media tanaman hidroponik dapat berupa sekam bakar, cocopeat, pasir kerikil rockwool dan lan-lain. Cara menanam hidroponik dapat dilakukan dimana saja contohnya di halaman rumah anda, wadahnya pun bisa menggunakan apa saja pot, drum bekas, kaleng bekas cat atau bahkan botol mineral bekas. 

Cara menanam hidroponik sebenarnya sangat cocok untuk diterapkan di daerah perkotaan atau daerah urban, karena banyak manfaatnya diantaranya hemat tempat dan ramah lingkungan. Contoh tanaman hidroponik yang sangat mudah untuk di tanam dengan cara menanam hidroponik adalah jenis tanaman sayuran daun seperti sawi, kangkung, pakcoy, kailan, seledri, kemangi dan lain sebangainya. 

Hal yang harus diperhatikan dalam cara menanam hidroponik adalah media tanam dan nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik. Pastikan media tanam cukup poros sehingga air dan nutrisi dapat di serap oleh akar tanaman tapi juga cukup kokoh untuk menopang tanaman hidroponik.

Tahapan Cara menanam hidroponik

1. Penyemaian Benih

Semai benih pada tray atau wadah semai, gunakan benih yang tingkat germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam.


2. Penyiapan media tanam

Gunakan media tanam yang poros bisa campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil. Tempatkan media tanam pada wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas.

3. Pemberian Nutrisi

Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat, pemberian nutrisi dalam cara menanam hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Anda bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas) akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.


4. Perawatan

Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma dll